Hasil Perundingan Linggarjati beserta Latar Belakangnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meski sudah menggelar upacara proklamasi dan menjadi negara merdeka, Indonesia belum lepas sepenuhnya dari Belanda. Negeri Kincir Angin tersebut masih berupaya menguasai Nusantara sehingga terjadi pertikaian yang tak kunjung usai di antara keduanya.
Alhasil, beberapa perundingan pun digelar guna menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda. Salah satunya, yakni Perundingan Linggarjati yang diselenggarakan pada 10 November 1946 silam.
Dari perundingan tersebut, dicapai beberapa hasil yang disepakati oleh Indonesia serta Belanda. Apa saja hasil Perundingan Linggarjati? Ketahui jawabannya berikut untuk menambah wawasan Anda.
Latar Belakang dan Hasil Perundingan Linggarjati
Setelah Perundingan Hooge Veluwe mengalami kegagalan, pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killern sebagai pengganti Prof. Schermerhom guna menuntaskan pertikaian Indonesia-Belanda yang tak kunjung usai. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif karya Nanda Hidayati (2020).
Pada 7 Oktober 1946, Lord Killern mempertemukan wakil-wakil pemerintah Indonesia-Belanda di meja perundingan di rumah konsul Jenderal Inggris di Jakarta.
Lalu pada 10 November 1946, Perundingan Linggarjati digelar sebagai upaya lanjutan untuk menyelesaikan pertikaian. Prof. Schermerhorn menjadi pimpinan delegasi Belanda bersama anggotanya, yaitu Max Van Poll, F. De Baer, dan H. J. Van Mook.
Delegasi Indonesia dipimpin oleh Perdana Menteri Shahrir dengan Mr. Moh. Roem, Mr. Amir Syarifuddin, Mr. Soesanto Tirtoprodjo, Dr. A. K. Gani, dan Mr. Ali Boediarjo sebagai anggota. Sementara itu, Lord Killen berperan sebagai penengah keduanya.
Hingga tercapai hasil Perundingan Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 di Istana Rijwik yang sekarang menjadi Istana Merdeka, Jakarta. Adapun isi hasil perundingan tersebut sebagai berikut:
Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia dengan wilayah kekuasaan meliputi Sumatera, Jawa, dan Madura. Belanda harus meninggalkan daerah de facto paling lambat pada 1 Januari 1949.
Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk negara serikat dengan nama RIS. Negara Indonesia Serikat akan terdiri dari RI, Kalimantan dan Timur Besar. Pembentukan RIS akan diadakan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketua.
Hasil Perundingan Linggarjati sangat merugikan bangsa Indonesia. Itu karena wilayah Nusantara semakin sempit dan terpecah-belah lantaran pembentukan Republik Indonesia Serikat. Hal ini seperti dijelaskan dalam buku New Edition Mega Bank Soal SD/MI Kelas 4, 5, & 6 oleh Uly Amalia, dkk. (2017).
Tidak hanya itu, Belanda juga melanggar hasil Perjanjian Linggarjati dengan melancarkan serangan militer ke daerah-daerah yang termasuk wilayah Indonesia. Serangan yang dinamakan Agresi Militer Belanda I itu terjadi pada 21 Juli 1947.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa yang Dimaksud dengan Perundingan Linggarjati?

Apa yang Dimaksud dengan Perundingan Linggarjati?
Perundingan Linggarjati adalah perundingan yang digelar untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia-Belanda.
Dimana Perundingan Linggarjati Digelar?

Dimana Perundingan Linggarjati Digelar?
Perundingan Linggarjati diselenggarakan di Linggarjati, Cirebon.
Siapa Penengah dalam Perundingan Linggarjati?

Siapa Penengah dalam Perundingan Linggarjati?
Pihak penengah dalam Perundingan Linggarjati adalah Lord Killern yang dikirim pemerintah Inggris.
