Konten dari Pengguna

Hasil Perundingan Renville beserta Latar Belakangnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hasil Perundingan Renville Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hasil Perundingan Renville Foto: Unsplash

Hasil Perundingan Renville diprakarsai oleh Komisi Tiga Negara (KTN). Perundingan tersebut sebenarnya dilakukan untuk menyelesaikan sengketa antara Belanda dan Indonesia dalam hal kedaulatan Tanah Air. Namun, hasil perundingan tersebut malah merugikan Indonesia.

Perundingan Renville digelar di sebuah kapal Amerika, yaitu Renville yang tengah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam perundingan ini, ada beberapa negara yang terlibat. Di antaranya Indonesia, Australia, Amerika Serikat, dan lainnya.

Sebelum membahas hasil Perundingan Renville, simak latar belakangnya terlebih dahulu melalui artikel di bawah ini.

Ilustrasi Hasil Perundingan Renville Foto: Unsplash

Hasil Perundingan Renville dan Latar Belakangnya

Perundingan Renville berangkat dari pelanggaran kesepakatan Perundingan Linggarjati yang dilanggar oleh Belanda. Mengutip buku Arif Cerdas Untuk Sekolah Dasar Kelas 6 karya Christiana Umi (2020), Belanda melanggar kesepakatan dengan menyerang wilayah Indonesia secara sepihak. Melalui penyerangan itu, Belanda berhasil menguasai sebagian wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Pada 15 Juli 1974, Belanda mengirimkan nota kepada Indonesia agar menghentikan permusuhan. Nota itu disusul dengan ultimatum yang memaksa Indonesia untuk memberi jawaban dalam waktu 32 jam. Dua hari setelahnya, Indonesia menjawab ultimatum tersebut. Namun, jawaban itu ditolak oleh Belanda.

Pada 21 Juli 1947, Belanda menyerang Indonesia secara tiba-tiba. Penyerangan yang didukung oleh persenjataan lengkap itu disebut dengan Agresi Militer Belanda Pertama.

Agresi Militer I menjadi bukti kuat pelanggaran Belanda terhadap kesepakatan Perundingan Linggarjati. Sehingga, sejumlah negara mulai mengecam aksi Negeri Kincir Angin tersebut.

Beberapa negara mengajukan usul kepada Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan gencatan senjata antara Indonesia dan Belanda. Tujuannya untuk menghentikan pertempuran keduanya. Kendati demikian, Belanda kembali melanggar gencatan senjata dengan memperluas wilayahnya di Nusantara.

Selama beberapa minggu, tidak ada keputusan yang bisa diambil dari permasalahan ini. Akhirnya, Amerika mengusulkan pembentukan Komisi Jasa-jasa Baik atau Komisi Tiga Negara (KTN) pada 25 Agustus 1947 untuk menuntaskan pertikaian yang ada. Adapun anggota KTN sebagai berikut:

  • Australia – Richard Kirby: Perwakilan Indonesia

  • Belgia – Paul van Zeeland: Perwakilan Belanda

  • Amerika – Dr Frank Graham: Penengah Indonesia dan Belanda

Ilustrasi Hasil Perundingan Renville Foto: Unsplash

Pada 8 Desember 1947, KTN menggelar Perundingan Renville di atas sebuah kapal Renville. Dalam perundingan ini, Amir Sjarifuddin menjadi perwakilan Indonesia, sedangkan Belanda diwakili oleh R. Abdulkadir Widjojoatmojo.

Dari pertemuan tersebut, didapatkan hasil Perundingan Renville sebagai berikut:

  • Wilayah Republik Indonesia meliputi Yogyakarta, Jawa Tengah, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian kecil Jawa Timur, dan Sumatera.

  • TNI harus keluar dan meninggalkan daerah-daerah yang sudah dikuasai Belanda.

Mengutip buku IPS Terpadu karya Sri Pujiastuti, dkk, Perjanjian Renville jelas merugikan Indonesia karena wilayah Nusantara menjadi semakin sempit. Di sisi lain, Belanda terus berupaya menghancurkan Indonesia dengan blokade ekonomi.

Amir Sjarifuddin sebagai perwakilan Indonesia pun mendapat tentangan dari berbagai partai besar. Hingga akhirnya, mandat sebagai perwakilan Tanah Air diserahkan kepada Presiden Soekarno pada 23 Januari 1948. Kemudian, kabinet Amir Sjarifuddin juga digantikan Kabinet Hatta.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Kapan Perundingan Renville Digelar?

chevron-down

Perundingan Renville digelar pada 8 Desember 1947 di sebuah kapal Amerika, Renville.

Siapa yang Terlibat dalam Perundingan Renville?

chevron-down

Pihak yang terlibat dalam Perundingan Renville adalah anggota Komisi Tiga Negara (KTN).

Siapa Saja Anggota KTN?

chevron-down

Ada tiga anggota KTN, yaitu Australia, Amerika Serikat, dan Belgia.