Konten dari Pengguna

Hujan Meteor Orionid 2026: Jadwal Puncak dan Cara Melihatnya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Hujan Meteor Orionid 2026. Foto: Pozdeyev Vitaly/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hujan Meteor Orionid 2026. Foto: Pozdeyev Vitaly/Shutterstock

Terdapat beberapa hujan meteor yang umumnya terjadi setiap tahun, salah satunya hujan meteor Orionid. Fenomena ini terjadi saat bumi melewati jejak Komet Halley, sehingga puing-puing kecil yang ditinggalkannya tampak.

Mengutip laman Natural History Museum, hujan meteor Orionid termasuk meteor tercepat dan paling terang. Orionid memasuki atmosfer dengan kecepatan hampir 70 kilometer per detik. Pengamat biasanya dapat melihat hingga 20 meteor per jam pada momen puncaknya.

Kabar baiknya, puncak fenomena ini dapat disaksikan di langit Indonesia. Lantas, kapan puncak hujan meteor Orionid 2026? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Puncak Hujan Meteor Orionid 2026

Ilustrasi Hujan Meteor Orionid 2026. Foto: Geermy/shutterstock

Dikutip dari laman Time and Date, hujan meteor Orionid sudah aktif sejak 2 Oktober 2026 dan akan mencapai puncaknya antara tanggal 21 dan 22 Oktober. Orionid dapat menghasilkan meteor yang terang dan cepat, menciptakan pertunjukan spektakuler dengan konstelasi Orion sebagai latar belakangnya.

Jika puncak aktivitas Orionid diamati dari lokasi dengan langit gelap, diperkirakan pengamat akan melihat rata-rata 20 meteor per jam. Meskipun, pada kesempatan langka, Orionid dapat menampilkan 50-75 meteor per jam.

Namun, kondisi untuk mengamati Orionid mungkin tidak akan terlalu ideal pada tahun ini, karena puncaknya terjadi beberapa hari sebelum bulan purnama. Meski begitu, dengan memilih lokasi dan waktu yang tepat, fenomena yang indah ini tetap dapat disaksikan dengan baik.

Berikut ini waktu yang direkomendasikan Time and Date untuk melihat hujan meteor Orionid di Indonesia:

  • Rabu (21/10) pukul 23.00 WIB - meteor berada di ketinggian 9,3° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 00.00 WIB - meteor berada di ketinggian 23,4° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 01.00 WIB - meteor berada di ketinggian 37,1° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 02.00 WIB - meteor berada di ketinggian 50,1° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 03.00 WIB - meteor berada di ketinggian 61,2° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 04.00 WIB - meteor berada di ketinggian 67,5° di cakrawala

  • Kamis (22/10) pukul 05.00 WIB - meteor berada di ketinggian 65,1° di cakrawala

Sebagai informasi, semakin tinggi pancaran meteor di atas cakrawala, makin banyak meteor yang mungkin akan Anda lihat.

Cara Melihat Hujan Meteor Orionid

Ilustrasi Hujan Meteor Orionid 2026. Foto: Vadim Sadovski/shutterstock

Untuk melihat hujan meteor Orionid, Anda tidak memerlukan peralatan khusus. Berikut ini cara melihatnya:

  1. Carilah tempat yang terpencil dan jauh dari lampu kota. Setelah sampai di lokasi, mata Anda mungkin membutuhkan waktu 15 hingga 20 menit untuk beradaptasi dengan kegelapan.

  2. Kenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca, dan pastikan Anda merasa nyaman karena butuh waktu lama untuk menunggu fenomena ini. Jangan lupa membawa selimut dan kursi yang nyaman.

  3. Setelah menemukan tempat pengamatan yang tepat, berbaringlah di tanah dan lihat ke langit. Hujan meteor Orionid dapat muncul di bagian langit mana pun.

Baca Juga: Cara Melihat Gerhana Matahari dengan Aman untuk Penglihatan

(DEL)