Cara Melihat Gerhana Matahari dengan Aman untuk Penglihatan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana Matahari Total (GMT) diprediksi akan terjadi pada 12 Agustus 2026. Hal ini membuat banyak masyarakat Indonesia penasaran dengan cara melihat gerhana matahari dengan aman untuk menyaksikan fenomena alam ini.
Berdasarkan infografis yang diunggah Instagram resmi @infobmkg, sayangnya masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikan secara langsung fenomena astronomi ini.
Wilayah yang berada di jalur totalitas dan bisa menyaksikan fenomena ini justru mencakup sejumlah wilayah di Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, dan Amerika Utara.
Cara Melihat Gerhana Matahari dengan Aman yang Umum Dilakuka
Meskipun masyarakat Indonesia tak bisa ikut melihat gerhana ini, tak ada salahnya mengetahui cara melihat gerhana matahari dengan aman. Karena bisa saja suatu hari akan ada fenomena gerhana yang bisa disaksikan di wilayah Indonesia.
Mengutip halaman eclipse.aas.org, melihat langsung ke matahari hanya aman apabila menggunakan filter matahari khusus yang memenuhi standar internasional ISO 12312-2. Hal ini juga berlaku di semua fase gerhana matahari, baik gerhana sebagian, gerhana cincin, maupun ketika tidak gerhana.
Satu-satunya cara yang aman untuk melihat langsung ke Matahari adalah dengan menggunakan filter surya khusus, seperti kacamata gerhana atau alat khusus untuk melihat surya.
Kacamata hitam biasa yang sangat gelap sekalipun ternyata tidak aman digunakan untuk melihat matahari. Hal ini karena kacamata tersebut masih meneruskan jauh lebih banyak sinar matahari daripada jumlah yang aman bagi mata manusia.
Mengenal Fenomena Gerhana Matahari Total
Fenomena astronomi gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara matahari dan bumi. Hal ini membuat sebagian cahaya matahari terhalang dan tidak seluruhnya sampai ke permukaan bumi.
Gerhana matahari total terjadi pada saat matahari, bulan, dan bumi ada di posisi hampir tepat segaris. Di kondisi ini, bulan tampak menutupi seluruh piringan matahari jika dilihat dari wilayah tertentu di bumi.
Pada saat piringan matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan, wilayah yang letaknya di jalur bayangan inti atau umbra bulan, akan mengalami siang hari yang berubah menjadi gelap total selama beberapa saat.
Gerhana matahari total tidak bisa disaksikan secara total dari seluruh wilayah bumi. Hal ini karena posisi dan ukuran bayangan bulan yang jatuh ke permukaan bumi.
Pada tanggal 12 Agustus 2026, jalur bayangan umbra yang memungkinkan pengamatan gerhana matahari total tidak melintasi wilayah Indonesia. Sebab itu, masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikan fase total gerhana ini secara langsung dari wilayah Indonesia.
Saat bulan mulai berada di depan matahari, cahaya matahari secara perlahan akan tertutup. Bayangan bulan kemudian terbagi menjadi beberapa bagian, termasuk umbra, yaitu bayangan inti yang lebih gelap.
Wilayah bumi yang berada tepat di bawah jalur umbra bisa mengalami kegelapan seperti malam selama beberapa saat, meskipun sebenarnya waktu tersebut masih siang hari.
Fenomena tersebut yang membuat gerhana matahari total menjadi peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati. Namun dengan memperhatikan cara melihat gerhana matahari dengan aman agar tidak merusak penglihatan. (Win)
Baca juga: Gerhana Matahari Total Berapa Tahun Sekali? Ini Penjelasannya
