Gerhana Matahari Total Berapa Tahun Sekali? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana matahari total berapa tahun sekali menjadi pertanyaan yang berkaitan dengan pola pergerakan Bulan, Bumi, dan Matahari dalam menghasilkan fenomena langit tersebut.
Peristiwa ini terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga cahaya Matahari tertutup dari wilayah tertentu di permukaan Bumi.
Jarak serta posisi ketiga benda langit tersebut membuat gerhana matahari total memiliki waktu dan lokasi kemunculan yang berbeda-beda.
Gerhana Matahari Total Berapa Tahun Sekali yang TerjaTerjadi
Gerhana matahari total berapa tahun sekali? Dikutip dari nhm.ac.uk, gerhana matahari total secara umum dapat terjadi sekitar setiap 18 bulan di suatu tempat di Bumi, tetapi fenomenanya tidak dapat disaksikan dari lokasi yang sama dengan jarak waktu tersebut.
Jalur bayangan Bulan yang disebut umbra bergerak melintasi permukaan Bumi sehingga wilayah yang mengalami fase total hanya berupa jalur tertentu.
Dalam satu tahun, gerhana Matahari dapat terjadi sekitar dua hingga lima kali. Jenisnya tidak selalu berupa gerhana total karena terdapat pula gerhana sebagian dan gerhana cincin.
Gerhana total merupakan kondisi ketika piringan Bulan menutupi seluruh bagian Matahari yang terlihat dari wilayah yang berada tepat di jalur umbra.
Frekuensi sekitar 18 bulan tersebut menunjukkan bahwa gerhana total sebenarnya tidak terlalu lama untuk kembali terjadi jika seluruh permukaan Bumi dianggap sebagai wilayah pengamatan.
Persoalannya, Bumi sangat luas sehingga lokasi yang mendapatkan kesempatan menyaksikan fase total terus berpindah. Sebuah daerah tertentu dapat menunggu waktu jauh lebih panjang sebelum kembali dilintasi jalur totalitas.
Secara umum, satu lokasi di Bumi dapat mengalami gerhana matahari total sekitar sekali dalam 400 tahun. Angka tersebut bukan jadwal pasti yang berlaku sama untuk setiap kota atau wilayah, sebab jalur totalitas dipengaruhi oleh geometri orbit Bulan dan Bumi.
Ada wilayah yang dapat memperoleh kesempatan lebih cepat, sementara daerah lain dapat menunggu beberapa abad.
Gerhana terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada posisi yang memungkinkan bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Kondisi tersebut hanya memungkinkan saat fase Bulan baru.
Setiap Bulan baru tidak otomatis menghasilkan gerhana karena orbit Bulan mengelilingi Bumi memiliki kemiringan terhadap bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Akibat kemiringan itu, bayangan Bulan biasanya melintas di atas atau di bawah Bumi.
Ketika susunan ketiganya tepat, bagian tengah bayangan Bulan yang disebut umbra menghasilkan gerhana total. Wilayah di luar umbra tetapi masih berada dalam penumbra hanya mengalami gerhana sebagian karena sebagian permukaan Matahari tetap terlihat.
Durasi totalitas juga tidak berlangsung lama. Seluruh proses gerhana dapat berlangsung selama beberapa jam ketika posisi Bulan secara bertahap bergerak melintasi Matahari, tetapi fase ketika Matahari tertutup sepenuhnya hanya berlangsung selama beberapa menit.
Durasi maksimal totalitas dapat mencapai sekitar 7 menit 32 detik, sedangkan durasi aktual bergantung pada posisi relatif Bulan dan Matahari serta pergerakan bayangan di permukaan Bumi.
Fenomena ini juga memperlihatkan bagian luar atmosfer Matahari yang dikenal sebagai korona. Ketika piringan Matahari tertutup sepenuhnya, cahaya terang dari permukaannya berkurang drastis sehingga korona dapat terlihat di sekitar siluet Bulan.
Kondisi langit juga dapat berubah menjadi lebih gelap dalam waktu singkat, sementara sejumlah hewan dapat menunjukkan perubahan perilaku karena lingkungan mendadak menyerupai waktu malam.
Gerhana matahari total tidak boleh diamati dengan menatap Matahari secara langsung menggunakan mata telanjang.
Kacamata hitam biasa, film negatif, plastik gelap, atau bahan lain yang tidak memiliki perlindungan khusus tidak cukup untuk melindungi mata dari radiasi berbahaya.
Pengamatan langsung dapat dilakukan menggunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar keselamatan atau perangkat optik dengan filter Matahari yang memang dirancang untuk keperluan tersebut.
Alternatif sederhana berupa kamera lubang jarum juga dapat digunakan untuk melihat proyeksi bentuk Matahari tanpa menatap langsung ke arahnya.
Celah kecil pada bahan penutup memungkinkan cahaya Matahari diproyeksikan ke permukaan lain sehingga bentuk gerhana dapat diamati dengan lebih aman.
Jadi, gerhana matahari total berapa tahun sekali tidak memiliki satu angka yang berlaku untuk setiap tempat karena frekuensinya berbeda antara skala global dan lokasi tertentu.
Secara global, gerhana total dapat berlangsung sekitar setiap 18 bulan, sedangkan satu wilayah tertentu rata-rata dapat menantinya hingga sekitar 400 tahun. (Suci)
Baca Juga: Fenomena Gerhana Matahari Total 2026 yang Jatuh pada Bulan Agustus Mendatang
