Konten dari Pengguna

Hukum dan Doa Mengkafani Jenazah Beserta Tata Caranya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Illustrasi Jenazah. Foto: Adobe Stock
zoom-in-whitePerbesar
Illustrasi Jenazah. Foto: Adobe Stock

Mengkafani jenazah berarti menutupi atau membungkus seluruh tubuh jenazah dengan sesuatu walau hanya sehelai kain. Apabila jenazah sudah dimandikan, harus segera dikafani sebelum akhirnya dishalatkan.

Husnan M. Thaib menerangkan dalam buku Keutamaan Menjenguk Orang Sakit dan Tata Cara Mengurus Jenazah, hukum mengkafani jenazah Muslim yang bukan mati syahid adalah fardhu kifayah. Ada sunnah yang harus diperhatikan dalam mengkafani jenazah, yaitu:

  • Kain kafan yang digunakan masih bagus, bersih dan menutupi seluruh tubuh mayat;

  • Kain kafan hendaknya berwarna putih;

  • Jumlah kain kafan untuk mayat laki-laki hendaknya 3 lapis, sedangkan bagi mayat perempuan 5 lapis;

  • Sebelum digunakan untuk membungkus atau mengkafani jenazah, kain kafan hendaknya diberi wangi-wangian terlebih dahulu;

  • Tidak berlebihan dalam mengkafani jenazah.

Usai mengkafani jenazah, umat Islam juga dianjurkan untuk membaca doa. Seperti apakah doa mengkafani jenazah?

Doa Mengkafani Jenazah

Berikut adalah bacaan doa mengkafani jenazah lengkap dengan bahasa Arab, Latin, dan terjemahannya yang dikutip dari buku Terjemahan Majmu Syarif oleh Ust. Muiz al Bantani.

اللَّهُمَّ طَهِّرْهُ كَمَا طَهَرَ هَذَا الدُفْنُ وَ أَلْبِسْهُ بِلِبَاسِ التَقَوى, وَجَمِّلْهُ بِدُفَانٍ مَا دَفَنْتُ إِلَيْهِ

Allohumma thohhirhu kama thoharo hazad dufnu wa albishu bi libasit taqwa wa jammilhu bi dufanin ma dafantu ilaihi.

Artinya: “Ya Allah, sucikanlah jenazah ini dari dosa sebagaimana sucinya kain kafan ini, dan berilah ia pakaian dengan pakaian taqwa, dan indahkan dia dengan pakaian yang aku pakaikan kepadanya.”

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Illustrasi Jenazah. Foto: Adobe Stock

Merujuk buku Panduan Lengkap Perawatan Jenazah karya Muhammad Sholikhin, ada pun tata cara mengkafani jenazah adalah sebagai berikut:

Jenazah Laki-Laki

  1. Bentangkan kain kafan sehelai demi sehelai, hingga 3 lapisan. Kain yang paling bawah harus lebih lebar dan luas, serta setiap lapisan diberi kapur barus.

  2. Angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan di atas kain kafan memanjang lalu ditaburi wangi-wangian.

  3. Tutuplah lubang-lubang (hidung, telinga, mulut, kubul dan dubur) yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas.

  4. Selanjutnya, selimutkan kain kafan pada sisi sebelah kanan terlebih dahulu barulah disusul bagian kirinya. Lakukan selembar demi selembar dengan cara yang lembut.

  5. Kemudian ikatlah dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya di bawah kain kafan, sebanyak tiga atau lima ikatan.

  6. Jika kain kafan tidak cukup untuk menutupi seluruh badan mayat, maka tutuplah bagian kepala dan kakinya yang terbuka dengan daun kayu, rumput, atau kertas.

Jenazah Perempuan

Kain kafan untuk jenazah perempuan terdiri dari 5 lembar kain, yaitu:

  • Lembar pertama berfungsi untuk menutupi seluruh badan.

  • Lembar kedua berfungsi sebagai kerudung kepala.

  • Lembar ketiga berfungsi sebagai baju kurung.

  • Lembar keempat berfungsi untuk menutup pinggang hingga kaki.

  • Lembar kelima berfungsi untuk menutup pinggul.

Berikut tata cara mengkafani jenazah perempuan:

  1. Susunlah kain kafan yang sudah dipotong-potong untuk masing-masing bagian dengan tertib.

  2. Kemudian, angkatlah jenazah dalam keadaan tertutup dengan kain dan letakkan di atas kain kafan yang sudah ditaburi dengan wangi-wangian atau kapur barus.

  3. Tutuplah lubang-lubang yang mungkin masih mengeluarkan kotoran dengan kapas.

  4. Tutupkan kain pembungkus pada kedua pahanya.

  5. Pakaikan sarung.

  6. Pakaikan baju kurung.

  7. Dandani rambutnya dengan tiga dandanan, lalu julurkan ke belakang.

  8. Pakaikan kerudung.

  9. Membungkus dengan lembar kain terakhir dengan cara menemukan kedua ujung kain kiri dan kanan lalu digulungkan ke dalam.

  10. Ikat dengan tali pengikat yang telah disiapkan.

(NDA)