Konten dari Pengguna

Hukum Istri Menolak Tinggal dengan Mertua, Apakah Boleh?

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan suami dan istri sedang konflik. Foto: Dragon Images/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan suami dan istri sedang konflik. Foto: Dragon Images/Shutterstock

Menentukan tempat tinggal setelah menikah menjadi perkara yang memusingkan bagi sebagian orang. Pasalnya, terkadang suami menginginkan istrinya untuk tinggal bersama mertuanya.

Permintaan ini kerap tidak disetujui oleh istri. Sebab, mereka merasa canggung dan tidak ingin menimbulkan masalah atau perselisihan dengan mertuanya.

Umumnya, permasalahan antara mertua dengan menantu perempuan terjadi karena hal sepele. Misalnya ketika menantu perempuan bermalas-malasan di rumah, ia bisa saja menjadi bahan gunjingan ibu mertuanya.

Dijelaskan dalam buku Kepada Allah Aku Berserah karya Ririn Astutiningrum (2019), permasalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor seperti menantu yang tidak sesuai dengan harapan, mertua merasa cemburu dengan menantu, dan lain-lain.

Hal inilah yang memperbesar keinginan menantu untuk tinggal terpisah dari mertuanya. Bagaimana hukum istri menolak tinggal dengan mertua dalam Islam? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan dalam artikel berikut ini.

Hukum Istri Menolak Tinggal dengan Mertua

Ilustrasi suami istri. Foto: Anutr Yossundara/shutterstock

Setelah menikah, sebenarnya seorang suami wajib menyediakan tempat tinggal yang aman bagi istrinya. Ia tidak boleh menempatkan istrinya pada situasi yang membahayakan atau membuatnya merasa tidak nyaman.

Sebaiknya, istri tidak tinggal bersama orang lain yang dapat memicu perselisihan. Misalnya dengan sepupu, mertua, adik ipar, kakak ipar, dan lain sebagainya.

Atas pertimbangan tersebut, para ulama pun menetapkan hukum istri yang menolak tinggal dengan mertua. Sebagian dari mereka mengatakan bahwa hukumnya adalah mubah atau boleh. Namun, sebagian lain mengatakan makruh.

Dalam fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan dalam kitab Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan beliau mengatakan bahwa seorang suami hendaknya tidak memaksa istrinya untuk tinggal bersama mertua. Jika istrinya tidak mau, ia harus menghargai keputusannya.

Seorang suami harus memberikan pengertian kepada orang tuanya tentang masalah ini. Namun, ia dianjurkan untuk tetap berbakti kepada orang tua dan selalu memohon ridhanya.

Pendapat ulama tentang hal ini didukung oleh hukum Islam di Indonesia. Menurut UU No. 1 Tahun 1974, tentang Perkawinan Pasal 78 Kompilasi Hukum Islam disebutkan bahwa, “Suami istri diharuskan untuk mempunyai tempat kediaman tetap yang ditentukan oleh suami istri bersama.”

Ilustrasi pasangan suami istri. Foto: Shutter Stock

Menurut Imam Nawawi dalam kitab Fatawa al-Imam an-Nawawi, seorang suami dalam hal ini boleh mengutamakan istrinya daripada ibunya. Suami tidak dianggap durhaka jika mengikuti kemauan istrinya tersebut, selama ia masih berbakti pada orang tuanya.

Sementara itu, ulama yang mengatakan hukumnya makruh memiliki pandangan lain dalam hal ini. Menurutnya, segala perintah suami selama tidak bermaksiat kepada Allah sebisa mungkin harus dipatuhi, termasuk tinggal dengan mertua.

Seorang istri harus memenuhi keinginan suaminya tersebut. Jika terjadi penolakan, Syekh Ibnu Utsaimin menyarankan agar sang suami melunakkan sikap istri dan orang tuanya.

Dijelaskan dalam buku Perempuan, Anak, dan Keluarga dalam Arus Perubahan karya Anggaunita Kiranantika (2020), seorang suami hendaknya menegur siapa saja yang berbuat zalim dan melanggar hak saudaranya. Saat memutuskan untuk tinggal bersama orang tua, ia harus mempertimbangkan segala kemungkinan yang ada.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa kewajiban suami terhadap istri setelah menikah?

chevron-down

Menyediakan tempat tinggal bagi istrinya.

Apa penyebab perselisihan mertua dan menantu?

chevron-down

Perselisihan antara mertua dan menantu disebabkan oleh beberapa faktor seperti menantu yang tidak sesuai harapan, mertua merasa cemburu dengan menantu, dan lain-lain.

Apa alasan istri tidak mau tinggal dengan mertua?

chevron-down

Sebab, mereka merasa canggung dan tidak ingin menimbulkan masalah atau perselisihan dengan mertuanya.