Hukum Lupa Membaca Niat Puasa Ramadhan di Malam Hari, Sah atau Tidak Ibadahnya?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan merupakan ibadah spesial yang hanya bisa ditemui satu tahun sekali. Karena itu, sebaiknya umat Muslim memahami aturan dan rukun-rukun di dalamnya agar puasa yang dijalankan lebih sempurna. Salah satunya membaca niat puasa Ramadhan.
Karena termasuk dalam rukun puasa, niat puasa Ramadhan harus dibaca pada malam hari atau paling lambat sebelum subuh. Dikutip dari buku Bekal Ramadhan dan Idhul Fitri 2: Niat & Imsak oleh Saiyid Mahadir, Lc., MA., aturan itu didasarkan pada sabda Rasulullah SAW dalam riwayat hadits berikut:
“Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar maka tidak ada puasa untuknya.” (HR. Abu Daud Tirmidzy, An-Nasa’I, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan lainnya)
Namun, bagaimana jika seseorang lupa membaca niat puasa Ramadhan di malam hari? Apakah puasanya tetap sah atau tidak?
Hukum Lupa Membaca Niat Puasa Ramadhan
Dalam hadits yang telah diuraikan, sangat jelas hukumnya bahwa niat puasa Ramadhan wajib diamalkan. Jika tidak, maka puasanya menjadi sia-sia karena dianggap tidak sah.
Demikian pula yang dijelaskan Imam Nawawi al-Bantani dalam kitab Kaasfiyatus Saaja. Dikutip dari buku Pesan-Pesan Rahasia oleh Mukhammad Fahmi (2019: 79), beliau mengatakan bahwa niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap malam karena puasa dalam tiap-tiap harinya adalah satu ibadah tersendiri. Jadi, bila seseorang lupa belum berniat pada malam hari, maka puasanya di siang hari dianggap tidak sah.
Namun, perlu diingat bahwa meskipun sudah jelas puasanya tidak sah, bukan berarti ia boleh membatalkan puasanya di hari itu. Misalnya dengan makan dan minum sepuasnya atau melakukan hal-hal lainnya yang dilarang selama puasa. Selain itu, ia tetap diwajibkan mengganti atau mengqadha puasa tersebut di hari lain di luar bulan Ramadhan.
Nah, sebagai solusi, bagi seseorang yang lupa berniat puasa Ramadhan pada malam harinya, mengutip dari NU Online, Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab mengatakan:
“Disunahkan (bagi yang lupa niat di malam hari) berniat puasa di pagi harinya. Karena yang demikian itu mencukupi menurut Imam Abu Hanifah, maka diambil langkah kehati-hatian dengan berniat.” (Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmû’ Syarhul Muhadzdzab, [Jedah: Maktabah Al-Irsyad, tt.], juz VI, hal. 315)
Meski demikian, niat puasa Ramadhan tetap wajib dibaca pada malam hari. Sebagai langkah kehati-hatian apabila lupa membacanya, umat Muslim dapat mengikuti tradisi membaca niat puasa Ramadhan bersama-sama saat selesai sholat tarawih berjamaah di masjid.
(ADS)
