Konten dari Pengguna

Hukum Melanggar Larangan Ihram Haji dan Umroh

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi larangan ihram. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi larangan ihram. Foto: Pexels.

Berihram menjadi tanda dimulainya ibadah haji dan umroh bagi umat Muslim. Selama masa tersebut, jemaah tidak boleh melanggar larangan ihram agar tidak dikenai dam atau denda.

Mengutip buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh oleh Kementerian Agama, ihram berasal dari kata al ihram yang secara harfiah berarti mengharamkan. Sedangkan secara istilah, ihram artinya keadaan seseorang yang sudah berniat mengerjakan ibadah haji dengan mengharamkan beberapa hal selama prosesnya.

Ihram merupakan rukun haji dan umroh yang wajib dilakukan. Mengacu pada laman Kemenag, ihram dapat dilakukan di miqat atau batas tempat di mana jamaah mulai memakai pakaian ihram dan mengucap niat. Waktu pelaksanaan ihram bisa dimulai dari 1 Syawal hingga paling lambat tanggal 10 Dzulhijjah.

Baca Juga: Batas Tempat Mengenakan Pakaian Ihram untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Larangan Ihram ketika Umrah dan Haji

Mengutip buku Antar Aku ke Tanah Suci: Panduan Mudah Haji, Umrah dan Ziarah oleh Miftah Farid, berikut hal-hal yang tidak boleh dilakukan ketika berihram.

Larangan ihram khusus laki-laki

  • Memakai kain yang dibentuk menjadi pakaian, seperti baju dan celana.

  • Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi bagian mata kaki dan tumit.

  • Memakai aksesoris penutup kepala, misalnya sorban, peci, atau topi.

Larangan ihram khusus perempuan

  • Memakai kain penutup wajah seperti cadar.

  • Memakai sarung tangan atau sesuatu yang menutup telapak tangan.

Larangan ihram bagi Laki-laki dan Perempuan

  • Memakai parfum dan wewangian, baik di baju maupun badan.

  • Memotong rambut dan mencukur bulu badan.

  • Berburu atau menganiaya binatang dengan cara apa pun, kecuali binatang buas yang dapat mengancam nyawa.

  • Menikah atau melamar perempuan untuk dinikahi.

  • Mengucap kata-kata kotor, marah, menggunjing, berdebat, dan bertengkar.

  • Bermesraan atau melakukan hubungan badan untuk suami dan istri.

Denda Melanggar Larangan Ihram

ilustrasi larangan ihram. Foto: Unsplash.

Mengacu buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh oleh Kementerian Agama, larangan ihram adalah perbuatan yang tidak boleh dilakukan saat sedang berihram. Jika dilanggar, jemaah akan dikenakan sanksi (dam kafarat). Berikut rincian pelanggaran larangan ihram beserta dendanya.

1. Pelanggaran Ihram Ringan

Maksud pelanggaran ihram ringan adalah memakai pakaian (termasuk baju, celana, cadar, sarung tangan, dan kaus kaki), memakai wewangian, mencukur rambut dan mencabut bulu, dan memotong kuku.

Untuk menebusnya, jemaah boleh memilih sanksi antara menyembelih seekor kambing atau membayar fidyah dengan memberi makan enam orang miskin (masing-masing ½ sha). Jika tidak mampu, jemaah juga dapat menebusnya dengan menjalankan puasa selama tiga hari.

2. Membunuh Binatang

Membunuh binatang termasuk dalam larangan ihram. Larangan ini bahkan tercantum dalam Alquran, tepatnya Surat Al Maidah ayat 95.

“Hai orang-orang beriman! Janganlah kamu membunuh binantang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa yang membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya adalah mengganti dengan dengan binatang ternak seharga dengan buruan yang dibunuh.

Namun, jika jemaah tidak mampu membayar sesuai aturan di atas, maka bisa diganti dengan berpuasa yang dihitung 1 hari = 1 mud makanan (¾ beras).

3. Bercumbu dan Berhubungan Badan

Melakukan hubungan suami istri merupakan salah satu pelanggaran ihram terberat. Jika dilakukan sebelum tahallul pertama, maka hajinya batal atau tidak sah.

Meski begitu, jemaah tetap harus melanjutkan rangkaian haji sampai selesai. Sedangkan jika dilakukan sebelum melempar jumrah ‘Aqabah dan sebelum tawaf Ifadah, hajinya tidak batal, tetapi tetap berdosa.

Suami istri yang melakukan hubungan badan ketika berihram dapat menebusnya dengan menyembelih seekor unta. Jika tidak mampu, maka boleh menyembelih seekor sapi atau 7 ekor kambing.

Jika 7 ekor kambing masih terlalu berat, jemaah dapat memberi makan fakir miskin senilai seekor unta. Atau jika masih tidak mampu untuk bersedakah, jemaah bisa membayar dam dengan berpuasa dengan hitungan 1 mud/0.7 liter=1 hari dari makanan yang dibeli dengan harga setara seekor unta.

Frequently Asked Question Section

Apa itu larangan ihram?
chevron-down

Laranggan ihram adalah perbuatan yang diharamkan untuk dilakukan jemaah haji selama berihram.

Kapan ihram dimulai?
chevron-down

Waktu pelaksanaan ihram bisa dimulai dari 1 Syawal hingga paling lambat tanggal 10 Dzulhijjah.

Apakah memotong kuku saat berihram bisa membuat ibadah haji batal?
chevron-down

Tidak, namun jemaah haji diwajibkan membayar dam kafarat.

(GLW)