Hukum Memelihara Jenggot dalam Islam dan Manfaatnya bagi Kesehatan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak ulama berpendapat bahwa mencukur jenggot atau janggut adalah sesuatu yang dilarang. Hal ini berbeda dengan hukum memelihara jenggot dalam Islam.
Abdurrahman Al-Mukaffi dalam buku Koreksi Tuntas Buku 37 Masalah Populer menyebut, mencukur jenggot dilarang karena beberapa alasan. Salah satunya karena termasuk tasyabbuh atau menyerupai orang kafir.
Alasan lainnya karena tasyabbuh kepada wanita. Sebab normalnya wanita tidak berjenggot dan memangkasnya hingga bersih membuat laki-laki akan serupa dengan wanita.
Lantas, bagaimana dengan hukum memelihara jenggot? Simak informasi lengkapnya berikut ini.
Hukum Memelihara Jenggot dalam Islam
Abdurrahman dalam buku yang sama menyebut, memelihara jenggot adalah salah satu perintah Nabi Muhammad SAW. Hal ini sebagaimana bunyi hadist yang diriwayatkan Muslim berikut ini:
Rasulullah SAW bersabda,
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ، أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللَّحَى
"Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot."
Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma berkata,
أنه أمر بإحفاء الشَّوَارِب وَإِعْفَاءِ اللَّحْيَةِ
"Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot."
Sayyid Sabiq dalam buku Fiqih Sunnah Jilid 1 pun menyatakan bahwa memanjangkan janggut dan membiarkannya tumbuh lebat adalah salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW. Hal ini merupakan anjuran yang bersifat sunnah.
Menurutnya, janggut adalah tanda kematangan dan kesempurnaan seorang laki-laki. Oleh karenanya, laki-laki Muslim dianjurkan untuk memelihara janggut secara sedang-sedang saja (at-tawassuth).
Baca Juga: 5 Cara Menumbuhkan Jenggot secara Alami
Manfaat Memelihara Jenggot bagi Kesehatan
Menurut Abdul Syukur al-Azizi dalam buku Islam Itu Ilmiah, sunnah Rasul ini bukan punya banyak manfaat. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan jenggot punya manfaat pada kesehatan. Berikut tiga di antaranya:
1. Mencegah Kanker Kulit
Hasil penelitian ilmuwan dari University of Southern Queensland menunjukkan 90-95 persen paparan sinar UV dari matahari ke wajah dapat terhalang dengan adanya jenggot. Hal inilah yang dapat membantu memperlambat proses penuaan kulit dan menurunkan risiko kanker kulit.
2. Mengurangi Asma dan Gejala Alergi
Carol Walker, ahli kesehatan rambut dan pemilik Birmingham Trichology Centre di Inggris mengungkapkan, gejala asma atau alergi biasanya dipicu oleh serbuk dan debu yang ditemukan pada rambut wajah. Namun, gejala itu bisa diturunkan saat ada jenggot yang menahannya.
Artinya, jenggot punya manfaat sebagai filter yang mirip dengan bulu hidung. Terlebih, jenggot yang tumbuh sampai area hidung, kemungkinan bisa menghentikan penyebab alergi naik ke hidung dan terhisap oleh paru-paru.
3. Memperlambat Penuaan
Jenggot memang membuat penampilan seseorang terlihat lebih tua. Namun menurut Abdul, jenggot bisa menghindarkan pemiliknya dari penuaan kulit karena dapat melindungi wajah dari angin dan udara dingin yang membuat kulit kering.
(NSA)
Frequently Asked Question Section
Mengapa jenggot bisa memperlambat penuaan?

Mengapa jenggot bisa memperlambat penuaan?
Karena jenggot bisa melindungi wajah dari angin dan udara dingin yang membuat kulit wajah kering.
Mengapa laki-laki Muslim dilarang mencukur atau memangkas jenggot hingga bersih?

Mengapa laki-laki Muslim dilarang mencukur atau memangkas jenggot hingga bersih?
Agar tidak menyerupai orang kafir dan perempuan.
Bagaimana jenggot bisa mengurangi asma dan gejala alergi?

Bagaimana jenggot bisa mengurangi asma dan gejala alergi?
Jenggot punya fungsi filter yang mirip dengan bulu hidung. Terlebih, jenggot yang tumbuh sampai areal hidung mampu mencegah masuknya serbuk atau debu naik ke hidung dan terhisap oleh paru-paru.
