Hukum Menelan Ludah saat Puasa Menurut Ajaran Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan suci Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Itu karena bulan suci tersebut dipenuhi dengan pahala dan keberkahan. Pahala ini bisa dikejar dengan menjalankan beberapa amalan, salah satunya adalah puasa.
Ketika menjalankan puasa Ramadhan, umat Muslim harus menahan diri dari makan, minum, dan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Beberapa hal yang membatalkan puasa, yakni makan minum dengan sengaja, menstruasi, pingsan sepanjang hari, mabuk, bersetubuh di siang hari, murtad, muntah dengan sengaja, dan lainnya.
Kendati demikian, masih ada perbuatan yang kerap dipertanyakan publik, yakni menelan ludah. Beberapa pihak mempertanyakan keterkaitan menelan ludah dengan batalnya puasa.
Lantas, bagaimana hukum menelan ludah ketika sedang puasa? Simak ulasannya berikut.
Hukum Menelan Ludah saat Puasa
Mengutip buku Kumpulan Artikel Sya'ban & Ramadhan karya Ammi Nur Baits (2015), pada dasarnya menelan ludah tidak membatalkan puasa. Namun ludah berupa dahak kental sebaiknya tidak ditelan, tetapi dibuang atau diludahkan.
Dahak sendiri tidak boleh ditelan secara sengaja. Sebab dahak adalah benda kotor yang dapat membawa penyakit bagi tubuh. Akan tetapi, menelan dahak tidak membatalkan puasa, selama belum diludahkan.
Menelan dahak juga tidak bisa digolongkan sebagai makan atau minum. Jika ada orang yang menelannya, padahal dahak berada di mulut, itu juga tidak akan membatalkan puasa.
Hukum menelan ludah saat puasa dibahas oleh Imam Nawawi sebagai berikut:
"Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.” (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 341)
Mengutip situs NU Online, air liur tidak membatalkan puasa ketika ditelan secara sengaja atau tidak memiliki tiga syarat. Jika ketiga syarat dipenuhi, air liur yang masuk ke tubuh tidak membatalkan puasa. Berikut syaratnya:
Air liur harus murni, tidak ada yang mengubah warna air liur tersebut.
Air liur yang masuk ke tubuh adalah liur yang keluar dari tubuh sendiri dan tidak keluar dari bibir bagian luar.
Dalam menelan liur secara wajar seperti adat umumnya.
(GTT)
Frequently Asked Question Section
Apa Itu Puasa?

Apa Itu Puasa?
Menahan diri dari makan, minum, dan segala perbuatan yang dapat membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Apa Itu Ludah?

Apa Itu Ludah?
Air Liur atau ludah adalah cairan bening yang berasal dari dalam tubuh.
Syarat Ludah yang Tidak Membatalkan Puasa Ketika Ditelan

Syarat Ludah yang Tidak Membatalkan Puasa Ketika Ditelan
Air liur harus murni, liur berasal dari tubuh, dan lainnya.
