Konten dari Pengguna

Ikan yang Bagus untuk MPASI dengan Kadar Merkuri Rendah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak yang diberi MPASI ikan.  Foto: BonNontawat/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak yang diberi MPASI ikan. Foto: BonNontawat/shutterstock

Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan ke atas sudah diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan solid termasuk ikan sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Ikan yang bagus untuk MPASI haruslah yang kaya nutrisi penting, seperti protein, zat besi, vitamin D, dan asam lemak omega-3.

Perlu dicatat, orangtua tidak boleh memberikan ikan kepada si kecil dalam bentuk utuh. Ini karena bayi belum dapat mengunyah dengan benar seperti orang dewasa, sehingga tekstur ikan yang keras berpotensi membuat mereka tersedak apabila tidak dihaluskan terlebih dahulu.

Pemberian ikan pertama kali pada si kecil juga disarankan dalam porsi sedikit dan tidak didampingi dengan makanan lain. Tujuannya untuk melihat apakah bayi memiliki reaksi alergi pada ikan tersebut atau tidak. Jika muncul ruam pada kulit, kesulitan bernapas, muntah, hingga diare, artinya ikan itu tidak cocok untuk si kecil.

Ikan yang Bagus untuk MPASI

Ikan yang Bagus untuk MPASI. Foto: Anna Jurkovska/Shutterstock

Sebenarnya bayi sudah mendapatkan hampir semua nutrisi yang diperlukan melalui ASI. Namun, air susu tidak selalu bisa mencukupi kebutuhan vitamin D dan zat besi bayi. Oleh karena itu, dibutuhkan MPASI agar nutrisi si kecil senantiasa tercukupi.

Mengutip laman Healthline, vitamin D dan zat besi kerap ditemukan pada ikan. Inilah mengapa penting untuk mengenalkan ikan kepada bayi usia 6 bulan ke atas agar pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya berlangsung maksimal.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan 1-2 porsi ikan setiap minggunya untuk bayi dan anak-anak. Ikan tersebut haruslah mengandung kadar merkuri yang rendah, agar tidak membuat bayi keracunan.

Berikut ini daftar ikan yang bagus untuk bayi menurut Environmental Protection Agency (EPA) karena kandungan merkurinya di bawah 0,23 gram:

  • Ikan trout air tawar

  • Ikan bass bergaris

  • Ikan gulama (croaker)

  • Ikan shisamo (smelt)

  • Ikan haring

  • Ikan hake

  • Ikan berdaging putih (whitefish)

  • Ikan sheepshead

  • Ikan tombak (pickerel)

  • Ikan tenggiri (pacific chub mackerel)

  • Lobster

  • Ikan kod

  • Ikan mas

  • Ikan perch

  • Ikan una kalengan (termasuk cakalang)

  • Ikan bass hitam

  • Ikan tilefish (dari samudera Atlantik)

  • Ikan skate

  • Ikan mas koki (buffalofish)

  • Ikan monkfish

  • Ikan kakap

  • Ikan lemadang (mahi mahi)

  • Ikan trout laut

  • Ikan rockfish

  • Ikan halibut

Baca Juga: Memahami Takaran Protein Hewani untuk MPASI Berdasarkan Penelitian Terkini

Ikan yang Tidak Direkomendasikan untuk Bayi

Ikan yang Tidak Direkomendasikan untuk Bayi. Foto: Getty Images

Ada beberapa jenis ikan yang kadar merkurinya cukup tinggi sehingga tidak disarankan untuk ibu hamil dan anak. Biasanya ikan yang ukurannya besar mengandung merkuri yang tinggi karena memangsa ikan yang lebih kecil. Jadi, mereka mengumpulkan merkuri dari ikan-ikan kecil itu.

Mengutip New Ways Nutrition, berikut ini daftar ikan dengan kadar merkuri lebih dari 24 gram yang tidak aman untuk ibu hamil dan bayi:

  • Ikan gulama putih/croaker Pasifik

  • Ikan yellowfin tuna

  • Ikan tuna kalengan jenis albacore atau putih, baik yang segar maupun yang dibekukan

  • Ikan makarel Spanyol

  • Ikan bass Chili/ikan gigi Patagonian

  • ikan cod hitam (sablefish)

  • ikan biru

  • Ikan merapu

  • Ikan marlin

  • Ikan orange roughy (slimehead)

  • Ikan tuna mata besar

  • Ikan raja makarel

  • Ikan hiu

  • Ikan todak

  • Ikan tilefish (dari Teluk Meksiko)

(DEL)