Ini Perbedaan NEFO dan OLDEFO Lengkap dengan Sejarahnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Politik luar negeri Indonesia di era Presiden Soekarno sangatlah berkembang dan telah menorehkan sejarah. Sala satunya adalah tentang perbedaan NEFO dan OLDEFO yang terus menjadi pengetahuan umum untuk diketahui masyarakat Indonesia.
Keadaan politik dunia pada era Ir. Soekarno masih panas dengan adanya perang Blok Barat dengan Blok Timur. Hal itu yang menyebabkan lahirnya istilah NEFO dan OLDEFO.
Berikut ini perbedaan dan sejarah NEFO dan OLDEFO yang penting sebagai pengetahuan rakyat Indonesia.
Perbedaan NEFO DAN OLDEFO dalam Politik Luar Negeri
Mengutip buku Sejarah: SMA kelas XII karya M. Habib Mustopo, pada periode Demokrasi Terpimpin, Indonesia mendukung berdirinya Gerakan Non-Blok pada 1961. Pada manifesto tersebut, disimpulkan bahwa dunia hanya terdiri dari dua bagian yaitu, NEFO dan OLDEFO.
NEFO adalah singkatan dari New Emerging Forces. NEFO merupakan kekuatan kelompok negara-negara dengan idealisme komunis dan beberapa negara baru Asia dan Afrika. Pada era tersebut, banyak negara Asia Afrika yang baru saja merdeka.
Sementara itu, OLDEFO merupakan singkatan dari Old Established Forces. OLDEFO adalah kekuatan kelompok negara-negara imperialisme dan kolonialisme Barat.
Jika dirangkum, NEFO merupakan kekuatan dari negara-negara berkembang dan baru merdeka, sedangkan OLDEFO merupakan kekuatan negara kolonialisme yang sudah stabil bahkan adidaya.
Baca Juga: 9 Negara Asia Tenggara yang Pernah Dijajah Bangsa Eropa
Sejarah NEFO DAN OLDEFO
Melansir laman Pemerintah Kabupaten Lamongan, sejarah NEFO dan OLDEFO dimulai saat situasi panas politik dunia pada dekade 1960an. Pada saat itu, negara-negara Barat melakukan dekolonisasi kepada wilayah jajahannya. Hal itu membuat banyak negara di Asia dan Afrika merdeka.
Namun, keadaan politik pada saat itu masih berada dalam Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur. Negara yang baru merdeka berada dalam perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Unisoviet. Masing-masing negara besar tersebut memberikan bantuan kepada negara berkembang agar tidak terjatuh pada pengaruh ideologi negara rival.
Pada saat itu, Indonesia berada di bawah kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno dan menganut politik bebas aktif. Soekarno pada saat itu anti terhadap neokolonialisme dan imperialisme. Hal itu yang membawa Indonesia dekat kepada negara-negara Blok Timur.
Pada Konferensi Negara-Negara Non Blok, September 1961 di Beograd, Soekarno secara resmi membagi dua kekuatan dunia menjadi NEFO dan OLDEFO. Soekarno juga secara tegas menyatakan bahwa OLDEFO adalah ancaman bagi keamanan dunia.
Menurut Soekarno, negara-negara OLDEFO ingin menguasai negara-negara NEFO melalui politik internasional yang berlaku saat itu. Maka, Seokarno memiliki gagasan, yaitu negara-negara NEFO bekerja sama dan bersatu, salah satunya dalam bidang olahraga dengan kompetisi GANEFO (Games of the New Emerging Forces).
Itu dia perbedaan NEFO dan OLDEFO yang sering dilupakan selepas lulus dari bangku sekolah. Sejarah NEFO dan OLDEFO juga penting untuk diketahui karena berpengaruh pada politik luar negeri Indonesia.
Baca Juga: Politik Luar Negeri sebagai Penjabaran dari Politik Nasional
(ALS)
Frequently Asked Question Section
NEFO singkatan dari apa?

NEFO singkatan dari apa?
NEFO adalah singkatan dari New Emerging Forces.
Negara apa yang termasuk dalam OLDEFO?

Negara apa yang termasuk dalam OLDEFO?
OLDEFO terdiri dari negara-negara imperialisme dan kolonialisme Barat.
Mengapa Soekarno ingin NEFO bersatu?

Mengapa Soekarno ingin NEFO bersatu?
Soekarno ingin NEFO bersatu karena negara-negara OLDEFO ingin menguasai negara-negara NEFO melalui politik internasional yang berlaku saat itu.
