Interpretasi Citra: Pengertian, Tahapan, dan Unsur-unsurnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Segala bentuk data yang dihasilkan dari perekaman penginderaan jauh bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk perencanaan dan pembangunan asalkan tahu cara menginterpretasikannya. Dalam ilmu geografi, ini disebut dengan interpretasi citra.
Pengertian interpretasi citra adalah kegiatan mengkaji foto udara atau citra yang bertujuan untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut. Dengan melakukan interpretasi citra, penafsir dapat lebih mudah dalam menganalisis karena telah mengenal kenampakan objek yang tergambar.
Mengutip buku Memahami Geografi SMA/MA untuk Kelas XII oleh Bagja Waluya (2009), pada dasarnya, interpretasi citra terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu perekaman data citra dan penggunaan datanya untuk tujuan tertentu.
Perekaman data citra berupa pengenalan objek dan unsur yang tergambar pada citra serta penyajiannya ke dalam bentuk tabel, grafik, dan peta tematik.
Baca juga: Prinsip dan Pendekatan Geografi yang Sering Digunakan
Tahapan-tahapan Interpretasi Citra
Mengutip buku Ensiklopedia Geografi Penginderaan Jauh oleh Nur Fitriana Sari (2014), terdapat tiga tahapan yang dilakukan dalam proses interpretasi citra, yaitu:
1. Deteksi
Tahapan deteksi adalah kegiatan pengamatan suatu objek dalam hasil rekaman citra. Di tahap inilah ditentukan ada atau tidaknya suatu objek. Misalnya, di dalam sungai terdapat objek bukan air.
2. Identifikasi
Tahapan ini dilakukan untuk mengenali objek yang tergambar pada citra. Objek ini dapat dikenali berdasarkan ciri yang terekam oleh sensor menggunakan alat stereoskop. Contohnya, berdasarkan bentuk, ukuran, dan letaknya, objek bukan air yang terdapat pada sungai terdeteksi sebagai gosong sungai.
3. Analisis
Tahap analisis ini memiliki kaitan dengan proses keterangan lebih lanjut. Misalnya, pengumpulan keterangan dilakukan dengan mengamati kenampakan objek secara lebih detail. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gosong sungai yang telah dideteksi dimanfaatkan untuk menanam padi.
Unsur-unsur Interpretasi Citra
Ada delapan unsur citra yang perlu dikenali sebelum menyimpulkan jenis objek yang terekam dalam citra satelit. Tujuannya agar penafsir tidak salah mengambil kesimpulan terkait dengan gambar objek dalam citra.
1. Rona atau Warna
Rona adalah tingkat kegelapan atau kecerahan objek pada citra. Sedangkan, warna merupakan wujud yang terlihat atau tampak oleh mata dengan spektrum yang sempit. Melalui warna, penafsir dapat memperkirakan jenis objek yang tergambar dalam citra satelit.
2. Ukuran
Meliputi dimensi panjang, luas, tinggi, kemiringan, dan volume objek. Ukuran berfungsi untuk membantu memisahkan objek-objek tertentu yang sulit dipisahkan jika hanya menggunakan warna ataupun bentuknya.
3. Bentuk
Unsur ini memiliki kaitan yang erat dengan ciri keuangan, konfigurasi, dan batas sebuah objek. Sebagai contoh, dengan melihat bentuk objek yang terekam pada citra, penafsir bisa membedakan antara sungai dan jalan. Di mana objek sungai biasanya berbentuk kecil, memanjang, dan berkelok. Sedangkan, jalan memiliki bentuk yang memanjang dan lurus.
4. Tekstur
Tekstur dapat diartikan sebagai frekuensi perubahan warna pada sekelompok objek yang dianalisis. Tekstur biasanya dikelompokkan menjadi kasar dan halus. Contohnya, tekstur pada area perkebunan biasanya lebih kasar dibandingkan tekstur area persawahan.
5. Pola
Pola merupakan ciri yang menandai objek buatan manusia atau alami. Pola dapat digambarkan sebagai tingkat keteraturan suatu objek. Misalnya, objek bangunan di area perumahan biasanya memiliki pola teratur karena mempunyai ukuran, bentuk, dan tata letak yang sama.
6. Bayangan
Biasanya, timbulnya bayangan disebabkan oleh sudut datang sinar matahari atau akibat topografi dan lereng. Pada citra resolusi tinggi, bayangan sangat membantu untuk menegaskan objek. Namun, pada citra resolusi menengah dan rendah, bayangan justru mengganggu proses interpretasi.
7. Situs
Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Contohnya, hutan bakau ditandai dengan rona gelap dan berada di kawasan tepi pantai.
8. Asosiasi
Asosiasi merupakan keterkaitan antara objek yang satu dengan lainnya. Karena ada keterkaitan, pengenalan suatu objek pada citra sering dijadikan petunjuk untuk mengenali objek lainnya.
Baca juga: Pemahaman Mengenai Masyarakat Global dalam Pembelajaran Geografi
(ADS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan interpretasi citra?

Apa yang dimaksud dengan interpretasi citra?
Kegiatan mengkaji foto udara atau citra yang bertujuan untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut.
Apa saja kegiatan yang tertuang dalam interpretasi citra?

Apa saja kegiatan yang tertuang dalam interpretasi citra?
Interpretasi citra terdiri atas dua kegiatan utama, yaitu perekaman data citra dan penggunaan datanya untuk tujuan tertentu.
Apa saja tahapan yang diperlukan dalam proses interpretasi citra?

Apa saja tahapan yang diperlukan dalam proses interpretasi citra?
Deteksi, identifikasi, dan analisis.
