Konten dari Pengguna

Isi Petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025 dan Tanggapan Mendikdasmen

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025. Foto: Unsplash.com/Jakub Żerdzicki
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025. Foto: Unsplash.com/Jakub Żerdzicki

Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, muncul sebuah gerakan penolakan melalui petisi berjudul 'Batalkan Pelaksanaan TKA 2025' di platform Change.org. Petisi yang dibuat oleh akun bernama Siswa Agit ini menyuarakan keresahan para pelajar SMA yang menilai TKA justru menambah beban di tengah padatnya kegiatan akademik mereka.

Hingga artikel ini ditulis, petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025 telah memperoleh lebih dari 200 ribu tanda tangan. Menanggapi gelombang protes tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) akhirnya buka suara.

Lantas, apakah pemerintah akan mengabulkan tuntutan pembatalan TKA? Simak informasi lengkap mengenai petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025 serta tanggapan resmi dari Mendikdasmen di artikel ini!

Isi Petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025

Ilustrasi petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025. Foto: Unsplash.com/Giorgio Trovato

Dirangkum dari keterangan yang tercantum dalam petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025 di Change.org, berikut beberapa poin utama yang disampaikan:

1. Ketidakpastian Sistem Pendidikan

Dalam paragraf pembuka petisi, si pembuat menyoroti kondisi sistem pendidikan di Indonesia yang dinilai semakin menambah tekanan bagi para siswa.

Penerapan Kurikulum Merdeka yang belum sepenuhnya stabil ditambah dengan adanya Tes Kemampuan Akademik (TKA) disebut membuat peserta didik kesulitan memperoleh kepastian dan konsistensi dalam proses belajar mereka.

2. Masalah-masalah pada pelaksanaan TKA 2025

Selanjutnya, pembuat petisi merinci berbagai persoalan teknis yang muncul terkait pelaksanaan TKA 2025. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pengesahan yang mendadak tanpa pemberitahuan yang memadai bagi tingkat SMA.

  • Penetapan kisi-kisi yang terlambat, sehingga menyulitkan siswa dalam mempersiapkan diri.

  • Jadwal pelaksanaan yang terlalu singkat.

  • Cakupan materi yang terlalu luas.

  • Minimnya dukungan dan fasilitas dari sekolah.

Baca Juga: Tidak Ikut SNBP 2026 Apakah Harus Ikut TKA? Ini Ketentuannya

Tanggapan Mendikdasmen soal Petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Petisi Batalkan Pelaksanaan TKA 2025 akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Dikutip dari Antara, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) akan tetap dilaksanakan pada 3-9 November 2025, karena program tersebut telah memperoleh persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Abdu Mu'ti menjelaskan bahwa TKA bersifat tidak wajib. Dengan demikian, para siswa yang telah mendaftar sebagai peserta tidak berada di bawah tekanan atau paksaan dari pihak mana pun. Ia juga berharap para peserta sudah memahami konsekuensi dan persiapan yang diperlukan untuk mengikuti tes tersebut.

Abdu Mu'ti turut mengapresiasi adanya petisi yang menunjukkan kepedulian siswa terhadap sistem pendidikan nasional. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan TKA tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sebanyak 3,5 juta siswa yang sudah terdaftar pun diimbau untuk tetap mengikuti tes sebagaimana mestinya.

"Kita mengapresiasi yang melakukan gerakan petisi itu, tapi itu tidak make sense karena sukarela," terang Abdul Mu'ti, Selasa (28/10), sebagaimana dikutip dari Antara.

(NSF)