Isi Supersemar, Sejarah, dan Misteri yang Mengiringinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isi Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret) adalah pemberian mandat dari Presiden Soekarno kepada Soeharto untuk mengamankan situasi Indonesia yang sedang bergejolak. Namun, hingga kini naskah asli Supersemar belum diketahui keberadaannya.
Dikutip dari laman Menpan RB, mantan kepala (Arsip Nasional Republik Indonesia) ANRI M Asichin menegaskan bahwa hingga saat ini naskah asli Supersemar belum ditemukan. Semua naskah yang disimpan di ANRI semuanya palsu.
Ada empat versi naskah Supersemar yang diketahui masyarakat. Rinciannya, satu naskah versi Pusat Penerangan (puspen) TNI AD, dua naskah versi Sekretariat Negara, dan naskah yang berasal dari Akademi Kebangsaan.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik di Balik Sejarah Supersemar
Sejarah dan Isi Supersemar
Mengutip jurnal Peralihan Kekuasaan Presiden Dalam Lintas Sejarah Ketatanegaraan Indonesia karya Hayatun Na'imah, kemunculan Supersemar dilatarbelakangi kondisi Indonesia yang memanas pasca terjadinya pemberontakan G30/S PKI dan Gerakan (Tri Tuntutan Rakyat) Tritura pada 10 Januari 1966.
Tritura merupakan gerakan yang diprakarsai oleh KAMI dan KAPPI. Tiga tuntutan yang dilayangkan dari gerakan ini kepada pemerintah Soekarno adalah:
Melakukan pembubaran PKI
Melakukan pembersihan Kabinet dari Unsur-unsur G-30 S/PKI, dan
Penurunan harga atau perbaikan ekonomi.
Kemudian pada 23 Februari 1966, Presiden Soekarno mengadakan perubahan terhadap Kabinet Dwikora menjadi Kabinet 100 Menteri dengan tujuan membuat situasi nasional lebih stabil. Namun, kebijakan ini masih memicu kemarahan di kalangan masyarakat.
Menyadari kondisi yang semakin genting, Presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar yang ditujukan kepada Letjen Soeharto. Isi surat perintah tersebut yaitu:
Isi Supersemar
Mengambil segala tindakan yang dianggap perlu untuk terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya Revolusi, serta menjamin keselamatan pribadi dan kewibawaan Pimpinan Presiden/Panglima Tertinggi/Pemimpin Besar Revolusi/Mandataris MPRS, demi untuk keutuhan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, dan melaksanakan dengan pasti segala ajaran Pemimpin Besar Revolusi;
Mengadakan koordinasi pelaksanaan perintah dengan Panglima-Panglima Angkatan Lain dengan sebaik-baiknya;
Supaya melaporkan segala sesuatu yang bersangkut paut dalam tugas dan tanggung jawabnya seperti tersebut di atas.
Misteri Isi Supersemar
Menurut buku Surat-Surat yang Mengubah Dunia karya Zulfa, sebagian kalangan meragukan keabsahan empat versi Supersemar yang ada saat ini. Surat ini dinilai sebagai bentuk tekanan Soeharto kepada Soekarno agar lengser dari kekuasaannya. Namun, ada juga pihak yang meyakini surat tersebut benar berasal dari Soekarno.
Pada 31 Juli 2012, Puslabfor Bareskrim Mabes Polri melakukan uji forensik atas tanda tangan dalam naskah Supersemar. Hasil uji ini menyatakan bahwa tanda tangan tangan Presiden Soekarno dalam naskah tersebut adalah hasil cetak, bukan tanda tangan orisinil.
Mengutip laman Menpan RB, mantan Kepala ANRI M Asichin mengatakan bahwa naskah Supersemar yang ada di Arsip Nasional bukan merupakan naskah asli. Hingga saat ini, ANRI terus melakukan penelusuran dan investigasi untuk mengetahui keberadaan naskah asli Supersemar.
Frequently Asked Question Section
Apa itu Supersemar?

Apa itu Supersemar?
Supersemar adalah surat perintah dari Presiden Soekarno kepada Letjen Soeharto untuk mengamankan situasi Indonesia.
Di mana naskah asli Supersemar?

Di mana naskah asli Supersemar?
Mantan kepala ANRI, M Asichin menegaskan bahwa hingga saat ini naskah asli Supersemar belum ditemukan.
Apa yang melatarbelakangi diterbitkannya Supersemar?

Apa yang melatarbelakangi diterbitkannya Supersemar?
Surat perintah ini dilatarbelakangi kondisi Indonesia yang memanas pasca terjadinya pemberontakan G30/S PKI dan gerakan Tritura.
(PHR)
