Isra Miraj 2026 Berapa Hijriah? Ini Tanggal dan Makna Peristiwanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isra Miraj merupakan salah satu momen penting dalam sejarah Islam, di mana peringatannya selalu diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan. Itu kenapa, tanggal pelaksanaannya kerap dinantikan umat Muslim setiap tahun.
Jika merujuk pada kalender Hijriah, Isra Miraj selalu jatuh setiap tanggal 27 Rajab. Di tahun 2026, peringatannya bertepatan dengan tanggal 16 Januari.
Pertanyaannya, Isra Miraj 2026 berapa hijriah? Artikel ini akan mengulas penetapan tanggal Isra Miraj 2026 beserta makna peristiwa besar yang menyertainya.
Isra Miraj 2026 Berapa Hijriah?
Isra Miraj mengisahkan perjalanan rohani Nabi Muhammad SAW yang menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat lima waktu.
Berdasarkan buku Setetes Embun Hikmah karya Muhammad Arham, umat Islam memperingati Isra Miraj setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. Penetapan tersebut mengikuti perhitungan kalender Islam yang didasarkan pada peredaran bulan (lunar).
Pada tahun 2026 Masehi, Isra Miraj bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah atau jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026. Pemerintah Indonesia menetapkan peringatan Isra Miraj sebagai hari libur nasiona berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.
Makna Peristiwa Isra Miraj Bagi Umat Islam
Isra Miraj dikenal sebagai peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam satu malam. Dalam buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur’an karya Ridwan Abqary dijelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Setelah itu, Rasulullah SAW diangkat ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Perjalanan tersebut menempuh jarak yang sangat jauh, namun dapat dilalui dalam waktu singkat. Hal ini terjadi karena Rasulullah SAW menaiki Buraq, makhluk ciptaan Allah yang digambarkan seperti hewan bersayap dengan kecepatan luar biasa.
Sebelum Isra Miraj berlangsung, Malaikat Jibril bersama para malaikat mendatangi Rasulullah SAW. Mereka membawa beliau ke dekat sumur Zamzam untuk membersihkan hatinya. Rasulullah SAW dibaringkan, kemudian dada beliau dibelah sebagai simbol penyucian sebelum menerima perintah besar dari Allah SWT.
Setelah proses tersebut, perjalanan dilanjutkan dari Masjidil Aqsa menuju langit. Dalam buku Cinta Rasul: Meneladani Rasulullah melalui Sejarah karya Sri Januarti Rahayu disebutkan bahwa Rasulullah SAW bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit. Kemudian di Sidratul Muntaha, Rasullah SAW menerima wahyu langsung dari Allah SWT untuk melaksanakan salat.
Awalnya, salat diwajibkan sebanyak lima puluh waktu dalam sehari. Setelah Rasulullah SAW memohon keringanan, jumlah tersebut ditetapkan menjadi lima waktu tanpa mengurangi nilai pahalanya.
Peristiwa Isra Miraj menjadi fondasi penting dalam ajaran Islam karena mengandung pesan keimanan yang mendalam. Peringatan ini mengingatkan pentingnya menjaga salat sekaligus sarana membangun hubungan yang dekat antara manusia dengan Allah SWT.
Baca Juga: Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Jadwal dan Contoh Amalannya
(SA)
