Konten dari Pengguna

Jadwal Imunisasi BIAS 2026 untuk Anak Usia Sekolah

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petugas menyuntikkan vaksin campak rubella kepada seorang anak dalam Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) III Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyuntikkan vaksin campak rubella kepada seorang anak dalam Bulan Imuniasi Anak Nasional (BIAN) di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) III Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) kembali dilaksanakan mulai Agustus 2026. Program tahunan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini bertujuan untuk memberikan imunisasi rutin bagi anak usia sekolah guna melindungi mereka dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin.

Lewat program BIAS, anak-anak akan mendapatkan imunisasi yang memperkuat kekebalan tubuh mereka terhadap berbagai penyakit, mulai dari campak, rubela, difteri, tetanus, sampai infeksi Human Papillomavirus (HPV). Program ini tidak hanya melengkapi imunisasi yang belum diberikan, tetapi juga jadi dosis penguat agar perlindungan tubuh anak tetap terjaga secara maksimal.

Agar tidak melewatkan pelaksanaannya, simak jadwal imunisasi BIAS 2026 beserta manfaat setiap vaksin yang diberikan di bawah ini.

Jadwal Imunisasi BIAS 2026

Sejumlah siswa menunggu giliran untuk disuntik vaksin saat kegiatan bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) di SDS Santa Maria, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Selasa (8/10/2022). Foto: Makna Zaezar/Antara Foto

Program BIAS diselenggarakan rutin setiap tahun, tepatnya pada bulan Agustus dan November. Sasarannya adalah para peserta didik di jenjang SD dan SMP atau sederajat, termasuk anak usia sekolah yang kebetulan tidak sedang mengikuti pendidikan formal.

Untuk siswa yang bersekolah, imunisasi diberikan langsung di sekolah, madrasah, atau pesantren tempat mereka belajar. Sedangkan bagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah, layanan imunisasi tetap bisa diakses melalui puskesmas, posyandu, maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Pelaksanaan BIAS tahun 2026 juga menghadirkan kebijakan baru. Jika sebelumnya vaksin HPV hanya diberikan kepada anak perempuan, mulai Agustus 2026 vaksin tersebut juga diberikan kepada anak laki-laki. Tahap awal pelaksanaannya dilakukan di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, sebelum diperluas secara bertahap hingga ditargetkan berlaku secara nasional pada 2029.

Mengacu pada laman Ayo Sehat Kemenkes, berikut jadwal pemberian vaksin dalam program BIAS 2026.

Kelas 1 SD (usia sekitar 7 tahun)

Peserta didik kelas 1 SD akan mendapatkan vaksin Campak Rubela (MR) pada Agustus dan vaksin Difteri Tetanus (DT) pada November, masing-masing sebanyak satu dosis.

Kelas 2 SD (usia sekitar 8 tahun)

Peserta didik kelas 2 SD akan memperoleh satu dosis vaksin Tetanus Difteri (Td) pada November.

Kelas 5 SD (usia sekitar 11 tahun)

Peserta didik kelas 5 SD akan menerima satu dosis vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada Agustus, serta satu dosis vaksin Tetanus Difteri (Td) pada November.

Kelas 6 SD (usia sekitar 12 tahun)

Peserta didik kelas 6 SD akan memperoleh satu dosis vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada Agustus.

Kelas 9 SMP (usia sekitar 15 tahun)

Peserta didik kelas 9 SMP akan menerima satu dosis vaksin Human Papillomavirus (HPV) pada Agustus.

Manfaat Setiap Vaksin dalam Program BIAS

Warga dan ASN mengantre untuk mengikuti layanan imunisasi HPV di Kantor Dinas Kesehatan Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO

Program BIAS bertujuan melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius, disabilitas, bahkan kematian. Berdasarkan laman Ayo Sehat Kemenkes serta Buku Ajar Keperawatan Anak Sehat dan Sakit Akut karya Yenny Djeny Randa dkk., berikut manfaat masing-masing vaksin yang diberikan.

  • Campak Rubella (MR): Melindungi anak dari penyakit campak dan rubella yang dapat menyebabkan komplikasi berupa pneumonia (radang paru), ensefalitis (radang otak), kebutaan, hingga kematian.

  • Difteri Tetanus (DT): Melindungi anak dari penyakit difteri dan tetanus.

  • Tetanus dan Difteri (Td): Imunisasi lanjutan (booster) yang diberikan untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit tetanus dan difteri.

  • Human Papillomavirus (HPV): Vaksin ini melindungi anak dari infeksi HPV yang berpotensi memicu berbagai jenis kanker, terutama kanker serviks, serta kanker di area kelamin, anus, hingga tenggorokan. Pemberian vaksin kepada anak perempuan maupun laki-laki juga membantu menekan penyebaran virus ini.

Baca Juga: Jika Hasil Skrining HBsAg Ibu Hamil Reaktif, Apa Langkah Selanjutnya?

(SA)