Jawaban Aksi Nyata Modul 3 Kode Etik Guru PPG 2025

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 tidak hanya berfokus pada penguatan kompetensi pedagogik dan profesional, tetapi juga pembentukan karakter yang etis. Nilai-nilai etika ini menjadi unsur penting yang harus tercermin dalam praktik mengajar sehari-hari.
Penguatan nilai etika tercermin dalam Modul 3 Filosofi Topik 3 yang membahas “Kode Etik Guru, Apakah Perilaku Guru Sebagai Pendidik Perlu Diatur?”. Topik ini menekankan pentingnya pedoman etika dalam menjalankan peran sebagai pendidik.
Sebagai bagian dari implementasi materi, peserta diminta untuk mengunggah dokumen Aksi Nyata yang memuat sejumlah pertanyaan. Untuk lebih jelasnya, simak jawaban Aksi Nyata Modul 3 Kode Etik Guru PPG 2025 di bawah ini.
Jawaban Aksi Nyata Modul 3 Topik 3 Kode Etik Guru
Pada Aksi Nyata Modul 3 Topik 3 Kode Etik Guru, peserta PPG 2025 diminta untuk menjawab dua pertanyaan yang berkaitan dengan penggunaan media pembelajaran. Setelah itu, mereka juga diminta untuk menjawab tiga pertanyaan reflektif yang masih berhubungan dengan Aksi Nyata yang telah dilaksanakan.
Sebagai referensi, berikut ini contoh jawaban Aksi Nyata Modul 3 Topik 3 yang dirangkum dari salah satu unggahan di kanal YouTube Cik Gu Fm.
1. Media promosi (audio/visual) apa saja yang Bapak/Ibu gunakan untuk mempromosikan kode etik guru di lingkup kerja Bapak/Ibu? Mengapa Bapak/Ibu memilih media tersebut?
Alternatif Jawaban 1:
Saya menggunakan media poster visual, video pendek edukatif, dan slide presentasi PowerPoint sebagai sarana untuk mempromosikan kode etik guru kepada rekan-rekan sejawat di sekolah. Saya memilih media ini karena:
-Poster mudah dilihat dan bisa dipajang di ruang guru atau ruang rapat.
-Video pendek menarik secara visual dan emosional, serta bisa dibagikan melalui Whatsapp grup sekolah.
-Slide presentasi digunakan saat rapat guru, karena efektif menyampaikan materi secara sistematis dan didiskusikan bersama.
Alternatif Jawaban 2:
Saya memilih membuat video naratif pendek berdurasi 3 menit yang mengangkat cerita inspiratif tentang seorang guru yang menghadapi dilema etika dalam keseharian, lalu saya tayangkan saat pertemuan komunitas guru di sekolah.
Selain itu, saya juga membuat slide presentasi interaktif yang memuat Kutipan-Kutipan dari Kode Etik Guru Indonesia, lengkap dengan contoh-contoh penerapannya di lingkungan sekolah dasar. Saya memilih media ini karena:
-Video lebih mudah menyentuh emosi dan membangun empati.
-Slide interaktif memudahkan diskusi dan bisa digunakan ulang di berbagai forum.
2. Bagaimana konten promosi yang Bapak/Ibu buat menyampaikan pesan-pesan utama kode etik guru? Berikan contoh pesan yang Bapak/Ibu sampaikan.
Alternatif Jawaban 1:
Konten promosi saya mengacu pada kode etik guru Indonesia yang memuat prinsip-prinsip seperti tanggung jawab, keteladanan kejujuran, dan profesionalisme. Dalam video dan poster, saya menyampaikan pesan-pesan singkat dan kuat, misalnya:
-"Menjadi guru berarti menjadi teladan-karakter kita adalah pelajaran yang paling penting."
-"Kode etik bukan aturan kaku, melainkan kompas moral profesi kita."
-"Hormati murid, hargai kolega, jaga marwah profesi pendidik.”
Saya juga memasukkan ilustrasi visual, seperti skenario interaksi guru-murid yang menunjukkan perilaku etis dan tidak etis, agar mudah dipahami dan relatable.
Alternatif Jawaban 2:
Konten video saya mengangkat skenario nyata, seperti guru yang berusaha adil kepada semua murid, menjaga kerahasiaan pribadi murid, dan tetap profesional meskipun sedang menghadapi tekanan pribadi. Contoh pesan utama yang saya tampilkan:
-"Guru adalah lentera yang tidak hanya menerangi ruang kelas, tapi juga nilai nilai kehidupan.”
-“Menjadi profesional bukan hanya soal kemampuan, tapi juga komitmen menjaga etika.”
-"Kode etik bukan untuk membatasi, tapi untuk menjaga martabat kita sebagai pendidik.”
Pertanyaan Reflektif
1. Pembelajaran apa yang Bapak/Ibu dapatkan selama proses merancang dan melaksanakan promosi kode etik guru ini?
Saya belajar bahwa tidak semua guru familiar secara mendalam dengan isi kode etik, meskipun mereka telah lama menjalankan profesi ini. Artinya, penyegaran nilai-nilai profesional sangat penting dilakukan secara berkala.
Saya juga menyadari bahwa menyentuh hati lebih efektif daripada hanya menyampaikan pasal demi pasal. Cerita dan visual lebih mudah diingat dan membuka ruang diskusi yang bermakna.
2. Tantangan apa saja yang Bapak/ibu hadapi dalam mempromosikan kode etik guru? Bagaimana Bapak/Ibu mengatasinya?
Tantangan terbesar adalah menghindari kesan bahwa topik ini "menggurui" atau menilai perilaku orang lain. Beberapa guru cenderung defensif ketika berbicara tentang etika. Saya mengatasinya dengan:
-Menggunakan pendekatan cerita dan refleksi pribadi, bukan ceramah.
-Menciptakan suasana diskusi yang terbuka dan setara, di mana semua bisa berbagi pandangan
-Memberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman masing-masing, agar semua merasa dihargai.
3. Apa langkah selanjutnya yang akan Bapak/Ibu lakukan untuk terus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap kode etik guru di lingkungan kerja Bapak/Ibu?
Langkah berikutnya:
-Menyusun "Pojok Inspirasi Etika Guru" di ruang guru, yang berisi kutipan cerita inspiratif, dan contoh konkret penerapan etika guru.
-Membuat forum refleksi bulanan dengan satu tema etika, misalnya "Bersikap Adil kepada Semua Murid” atau "Profesionalisme di Tengah Tantangan".
-Mengajak murid dan orang tua untuk turut menyampaikan apresiasi terhadap guru yang menunjukkan keteladanan, sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya etis di sekolah.
Baca juga: Contoh Aksi Nyata Modul 1 PPG Daljab 2025 dan Gambaran Penyusunannya
(RK)
