Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 2: Nilai-Nilai dalam Dasar Pendidikan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta program PPG Guru Tertentu tahun 2025 akan mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran melalui platform Ruang GTK, yang mencakup berbagai modul penting. Salah satunya adalah Modul 3 yang membahas tentang Filosofi Pendidikan serta Pendidikan Nilai.
Di modul ini, para peserta akan mempelajari berbagai topik, termasuk Topik 2: Makna, Urgensi, dan Strategi Internalisasi Pendidikan Nilai dalam Kerangka Pendidikan Nasional. Sebagai bagian dari penerapan materi, peserta juga diminta untuk menuliskan cerita reflektif.
Cerita reflektif ditulis berdasarkan pada pertanyaan yang diberikan, misalnya, “Diskusikan dengan teman sejawat apa yang akan terjadi apabila tidak ada kesamaan nilai”. Agar mudah menjawabnya, perhatikan kunci jawaban cerita reflektif Modul 3 Topik 2 berikut.
Kunci Jawaban Cerita Reflektif Modul 3 Topik 2
Dalam Modul 3 Topik 2 PPG 2025 tentang Nilai-nilai dalam Dasar Pendidikan, peserta diminta untuk menjawab cerita reflektif dengan pertanyaan, “Diskusikan dengan teman sejawat apa yang akan terjadi apabila tidak ada kesamaan nilai antara warga sekolah”.
Disadur dari kanal YouTube Catatan Mentor ASN, berikut ini jawabannya yang bisa dijadikan sebagai referensi.
Diskusikan dengan teman sejawat apa yang akan terjadi apabila tidak ada kesamaan nilai antara warga sekolah. Gunakan pertanyaan berikut untuk memulai diskusi:
1. Apakah ada perbedaan pandangan antara orang tua, peserta didik, dan guru tentang pendidikan nilai?
2. Apa yang mungkin terjadi apabila nilai yang dimiliki sekolah berbeda dengan nilai-nilai yang diajarkan orang tua peserta didik di rumah?
3. Apa yang dapat dilakukan untuk menjembatani perbedaan nilai ini?
Jawaban:
1. Perbedaan pandangan tentang pendidikan nilai memang bisa muncul antara orang tua, peserta didik, dan guru, karena masing-masing memiliki latar belakang keluarga, budaya, dan pengalaman hidup yang berbeda. Orang tua mungkin lebih menekankan aspek agama dan sopan santun, siswa lebih mudah dipengaruhi pergaulan dan media, sementara guru lebih fokus pada visi dan misi sekolah. Jika perbedaan ini tidak dikelola dengan baik, siswa bisa bingung dan kesulitan menentukan sikap atau perilaku yang tepat, yang pada akhirnya dapat menimbulkan konflik internal dan menghambat pembentukan karakter yang matang.
2. Apabila nilai-nilai yang dianut sekolah berbeda dengan yang diajarkan orang tua di rumah, proses pembelajaran dan pembiasaan nilai di sekolah bisa terganggu, disiplin siswa menurun, dan pencapaian visi sekolah menjadi sulit. Selain itu, siswa mungkin mengalami kesulitan menyesuaikan sikap, sehingga muncul kesenjangan antara nilai yang diterima di sekolah dan di rumah.
3. Langkah yang bisa dilakukan untuk menjembatani perbedaan adalah dengan membangun komunikasi terbuka antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Melalui diskusi, pertemuan, dan kerja sama, perbedaan nilai dapat diatasi dan visi sekolah diselaraskan demi kepentingan siswa. Peran orang tua juga dapat dilibatkan dalam proses belajar, sehingga tercipta sinergi yang harmonis.
Baca juga: Kunci Jawaban Modul 3.5 Dampak Perilaku Bullying terhadap Kesehatan Jiwa
(RK)
