Konten dari Pengguna

Jawaban Cerita Reflektif PPG: Peran Guru untuk Menjadi Teladan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peserta PPG mengerjakan asesmen. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peserta PPG mengerjakan asesmen. Foto: Pexels

Dalam pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG), peserta tidak hanya diberikan materi, tetapi juga diminta untuk mengerjakan soal berbentuk cerita reflektif. Nantinya, jawaban yang diberikan akan dikaitkan dengan pengalaman pribadi masing-masing peserta.

Salah satu contoh soal cerita reflektif yang disajikan yaitu, "Anda telah mengetahui bahwa penting bagi guru untuk menjadi teladan”. Adapun soal ini terdapat dalam Cerita Reflektif Modul 2 PSE Topik 2: Guru sebagai Teladan.

Melalui soal tersebut, para guru diajak merefleksikan peran mereka sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi peserta PPG yang membutuhkan referensi, simak contoh jawaban lengkapnya di bawah ini.

Jawaban Peran Guru untuk Menjadi Teladan

Ilustrasi Anda telah mengetahui bahwa penting bagi guru untuk menjadi teladan. Foto: Pexels

Setelah menyelesaikan latihan pemahaman pada Modul 2 PSE Topik 2, peserta PPG akan diarahkan untuk mengerjakan cerita reflektif. Salah satu soal yang disajikan yaitu, “Anda telah mengetahui bahwa penting bagi guru untuk menjadi teladan”.

Untuk menjawab soal tersebut, simak contoh jawaban yang disadur dari kanal YouTube Catatan Mentor ASN berikut ini.

1. Anda telah mengetahui bahwa penting bagi guru untuk menjadi teladan. Mari mencoba membuat rencana pembelajaran dikaitkan dengan pembelajaran sosial emosional, yang berbasis Empathy, Mindfulness, Compassion, Critical Inquiry!

Alternatif Jawaban: Sebagai guru Pendidikan Pancasila, saya memahami bahwa menjadi teladan bukan hanya soal menyampaikan nilai-nilai secara verbal, tetapi juga menunjukkan penerapannya melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, saya mulai mengubah cara saya mengajar di kelas. Sekarang tidak hanya fokus pada penyampaian materi secara kognitif, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian, kasih sayang, dan kemampuan berpikir kritis dalam proses pembelajaran.

Suatu hari, saya menghadapi seorang murid yang tampak tidak peduli dan kurang terlibat dalam diskusi kelas. Alih-alih langsung menegur, saya memilih untuk mendekatinya secara pribadi, saya menanyakan kabarnya dan mendengarkan ceritanya dengan empati, tanpa menghakimi. Dari situ saya mengetahui bahwa ia sedang menghadapi masalah keluarga yang cukup berat. Momen itu membuat saya sadar bahwa inilah waktu yang tepat untuk menerapkan nilai compassion dan mindfulness dalam keseharian saya sebagai guru.

Setelah kejadian tersebut, saya menyusun rencana pembelajaran yang bertujuan mengasah empati dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui topik "Menerapkan Nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Sehari-hari". Kami memulai kelas dengan sesi refleksi singkat tentang perasaan masing-masing, lalu menonton video dokumenter tentang anak-anak korban bencana. Setelah itu, siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengkritisi bagaimana peran negara dan masyarakat dalam mewujudkan keadilan sosial.

Murid-murid saya tidak hanya mempelajari makna sila kedua Pancasila secara teori, tetapi juga belajar merasakan, memahami, dan bertindak berdasarkan hati nurani. Beberapa dari mereka bahkan menulis surat dukungan untuk anak-anak yang terdampak bencana, sebuah tindakan sederhana, namun tulus sebagai wujud empati yang mulai tumbuh.

Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa menjadi teladan berarti mewujudkan nilai-nilai yang diajarkan melalui sikap dan tindakan. Menjadi guru bukan hanya soal mengajar dengan pikiran, tetapi juga dengan hati mendengarkan, memahami, dan membimbing dengan empati. Melalui integrasi pembelajaran sosial emosional, saya berusaha membentuk murid yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian dan karakter yang kuat.

Baca juga: Kunci Jawaban Cerita Reflektif Guru Sebagai Teladan di Modul 2 PSE PPG

(RK)