Konten dari Pengguna

Jika Responden Mengisi Kuesioner Tanpa Petugas, Moda Apa yang Digunakan?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi responden mengisi kuesioner. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi responden mengisi kuesioner. Foto: Pexels

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam metode pengumpulan data. Jika dahulu survei umumnya dilakukan secara tatap muka menggunakan kuesioner kertas, kini banyak peneliti beralih ke kuesioner elektronik yang dapat diakses secara online.

Penggunaan survei digital semakin populer karena dinilai lebih praktis, cepat, dan efisien. Responden dapat mengisi kuesioner kapan pun dan di mana saja hanya dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke internet.

Lalu, jika responden mengisi kuesioner melalui ponsel atau laptop tanpa didampingi petugas, moda apa yang digunakan? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Jika Responden Mengisi Kuesioner Sendiri Secara Online, Moda Apa yang Digunakan?

Ilustrasi responden mengisi kuesioner. Foto: Pexels

Responden yang mengisi kuesioner secara online melalui ponsel, laptop, komputer, atau tablet tanpa didampingi petugas termasuk dalam moda CAWI (Computer Assisted Web Interviewing).

Berdasarkan buku Metode dan Pengaplikasian Teknik Sampling oleh Bagus Sumargo, Budyanra, dan Robert Kurniawan, CAWI merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara mandiri melalui website. Metode ini juga dapat diterapkan menggunakan aplikasi seluler yang dirancang khusus untuk kebutuhan survei.

Dalam metode CAWI, responden mengakses kuesioner melalui tautan yang dibagikan oleh penyelenggara survei. Tautan tersebut dapat dikirim melalui email, SMS, maupun berbagai media digital lainnya. Setelah membuka tautan, responden dapat langsung menjawab seluruh pertanyaan tanpa bantuan petugas lapangan.

Metode ini banyak digunakan dalam survei berskala besar karena dinilai lebih praktis dan efisien. Selain tidak memerlukan pencetakan kuesioner, CAWI juga memungkinkan distribusi kuesioner kepada audiens yang lebih luas dan tersebar di berbagai wilayah.

Kelebihan dan Kekurangan Moda CAWI

Ilustrasi responden mengisi kuesioner. Foto: Pexels

Seperti metode pengumpulan data lainnya, CAWI memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu dipahami sebelum digunakan. Dirangkum dari laman GeoPoll dan TGM Research, berikut beberapa di antaranya:

Kelebihan

  • Efisien dari segi biaya dan waktu: Mengurangi biaya operasional karena tidak memerlukan kertas maupun alat tulis, serta memungkinkan data terkumpul dan diolah lebih cepat.

  • Penyajian kuesioner lebih interaktif: Mendukung penggunaan gambar, audio, dan video untuk membantu responden memahami pertanyaan.

  • Menjangkau responden yang lebih luas: Survei dapat disebarkan ke berbagai daerah melalui internet.

  • Data terkumpul secara real-time: Jawaban responden langsung tersimpan dalam sistem sehingga proses pemantauan menjadi lebih mudah.

Kekurangan

  • Berpotensi mengalami kendala teknis: Responden dapat mengalami masalah seperti koneksi internet yang tidak stabil, perangkat yang tidak kompatibel, atau gangguan pada sistem survei.

  • Kekhawatiran privasi data: Sebagian responden mungkin merasa ragu untuk memberikan informasi pribadi melalui survei online karena adanya risiko kebocoran data atau penyalahgunaan informasi.

  • Berisiko terjadi kecurangan survei: Ada kemungkinan seseorang mengisi kuesioner lebih dari satu kali atau memberikan jawaban yang tidak akurat.

  • Terbatas pada pengguna internet: Metode ini hanya dapat menjangkau responden yang memiliki akses internet dan perangkat elektronik, seperti ponsel atau laptop.

Baca Juga: Bagaimana Jika Petugas Lapangan Sensus Menemukan Usaha Besar Non Prelist?

(SA)