Konten dari Pengguna

Kapan 1 Ramadhan 1447 H? Ini Ketetapannya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bulan ramadahan. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bulan ramadahan. Foto: Pexels

Ramadan selalu menjadi bulan yang dinantikan umat Muslim. Selain dapat meningkatkan kualitas ibadah, Ramadan juga bisa jadi momentum untuk berbagi kebaikan dan mempererat kebersamaan keluarga. Tak heran, banyak orang mulai mencari informasi tentang kapan 1 Ramadan 1447 H akan dimulai.

Di Indonesia, penetapan awal Ramadan bisa berbeda antara Muhammadiyah dan Pemerintah melalui Kementerian Agama. Perbedaan ini bukan tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Lalu, sebenarnya kapan 1 Ramadan 1447 H? Artikel ini akan membahas secara ringkas dan jelas tentang penetapan awal Ramadan berdasarkan metode yang berlaku di Indonesia.

Kapan 1 Ramadhan 1447 H?

Ilustrasi bulan ramadahan. Foto: Pexels

Dalam buku Politik dan Industri Kekuasaan karya Amir Muhiddin dan Syamsidah dijelaskan bahwa perbedaan dalam menentukan 1 Ramadhan biasanya disebabkan oleh metode yang digunakan, yakni rukyatul hilal dan hisab.

Rukyatul hilal merupakan metode penentuan awal Ramadan berdasarkan pengamatan langsung terhadap hilal. Sementara hisab adalah metode perhitungan secara matematis dan astronomi untuk menentukan posisi bulan dalam kalender Hijriah. Berikut penjelasan penetapan 1 Ramadan menurut Muhammadiyah dan pemerintah.

1. Penetapan 1 Ramadan Versi Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah berdasarkan prinsip, syarat, serta parameter Kalender Hijriah Global Tunggal. Melalui penetapan tersebut, diputuskan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah. Maklumat tersebut dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

Dalam penjelasannya, ijtimak atau konjungsi bulan dan matahari menjelang Ramadan 1447 H terjadi pada Selasa Kliwon, 29 Syaban 1447 H, bertepatan dengan 17 Februari 2026. Berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global, awal bulan ditetapkan saat matahari terbenam pada hari berikutnya.

Apabila pada tanggal 29 Syaban posisi hilal sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian serta elongasi yang memenuhi kriteria, maka keesokan harinya telah memasuki 1 Ramadan menurut Muhammadiyah.

2. Penetapan 1 Ramadan Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal Ramadan melalui sidang isbat yang digelar menjelang masuknya bulan suci tersebut. Sidang ini menjadi dasar penentuan resmi awal puasa di Indonesia.

Dalam kalender Hijriah yang diterbitkan pemerintah, awal Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Meski demikian, kepastian tanggal tersebut tetap menunggu hasil sidang isbat awal Ramadan 1447 H.

Mengutip laman resmi Kementerian Agama, sidang isbat awal Ramadan dilaksanakan setiap tanggal 29 Syaban. Sidang ini diisi dengan pemaparan para ahli dan ulama, serta pendapat dari berbagai organisasi Islam, sebelum pemerintah mengambil keputusan yang diumumkan kepada masyarakat.

Penetapan hari besar Islam, khususnya awal puasa Ramadan, tidak hanya didasarkan pada perhitungan peredaran bulan, tetapi juga mengacu pada hasil rukyatul hilal. Oleh karena itu, penetapan resmi 1 Ramadan dan Idul Fitri pada prinsipnya menunggu hasil pengamatan hilal yang diumumkan sesuai waktunya.

Baca Juga: Hukum Merayakan Isra Miraj dalam Islam, Begini Penjelasannya

(SA)