Kapan Dianakake Upacara Adat Nyadran? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kapan dianakake upacara adat Nyadran? Upacara Nyandran adalah salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa.
Dalam upacara ini, masyarakat Jawa umumnya akan membaca kitab suci Alquran, melantunkan zikir dan selawat, dan lain sebagainya. Namun, upacara ini hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu.
Lantas, kapan dianakake upacara adat Nyadran? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan seputar upacara Nyandran di bawah ini.
Apa Itu Upacara Adat Nyandran?
Mengutip dari laman Menpan.go.id, upacara adat Nyadran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, terutama Jawa Tengah, sebagai bagian dari tradisi dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.
Kegiatan yang biasa dilakukan saat Nyadran atau Ruwahan meliputi menyelenggarakan kenduri, pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, doa, besik (pembersihan makam leluhur), upacara ziarah kubur, dan kenduri selamatan di makam leluhur.
Nyadran biasanya dilaksanakan pada setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya'ban. Tujuan spiritual dalam upacara Nyadran menggambarkan adanya usaha manusia untuk menjaga keseimbangan alam melalui penyelenggaraan upacara adat. Nyadran dipahami sebagai bentuk hubungan antara leluhur dengan sesama manusia dan dengan Tuhan.
Baca Juga: Penjelasan Tata Acara dan Tujuan Upacara Adat Siraman
Kapan Dianakake Upacara Adat Nyadran?
"Dianakake" adalah istilah dalam bahasa Jawa yang berarti "dilakukan" atau "diselenggarakan." Istilah ini sering digunakan dalam konteks pelaksanaan acara atau tradisi, seperti upacara adat Nyadran yang "dianakake" setiap tahun.
Dikutip dari laman DJKN Kemenkeu, Nyadran sendiri umumnya diadakan satu bulan sebelum dimulainya puasa, atau pada 15, 20, dan 23 Ruwah. Beberapa masyarakat juga melaksanakan upacara ini setiap hari ke-10 bulan Rajab atau saat datangnya bulan Sya'ban.
Upacara adat Nyadran dan Merti dusun dilaksanakan setiap tanggal 15 Ruwah (bulan Sya’ban) oleh masyarakat Tritis, Ngargosari, Samigaluh, Kulon Progo, dan Ngargoretno, Salaman, Magelang.
Baca Juga: 3 Contoh Upacara Adat Minangkabau
Proses Pelaksanaan Upacara Adat Nyandran
Upacara adat Nyadran adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari tradisi penyambutan datangnya bulan Ramadhan. Proses pelaksanaan upacara adat Nyadran dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Persiapan
Persiapan untuk upacara Nyadran meliputi persiapan makanan untuk kenduri, membersihkan makam leluhur, dan menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk pelaksanaan upacara.
2. Pelaksanaan
Proses pelaksanaan upacara adat ini biasanya terdiri dari beberapa proses, yakni:
Kenduri: Upacara dimulai dengan menyelenggarakan kenduri, yang meliputi pembacaan ayat Al-Quran, zikir, tahlil, dan doa. Setelah itu, dilanjutkan dengan makan bersama.
Besik: Setelah kenduri, dilakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran dan rerumputan.
Ziarah Kubur: Kemudian, dilakukan upacara ziarah kubur, dengan mendoakan keluarga atau kerabat yang telah meninggal.
3. Penutupan
Upacara Nyadran ditutup dengan kenduri selamatan di makam leluhur.
Itulah penjelasan kapan upacara Nyandran dilaksankan. Upacara adat Nyandran memiliki makna penting yang terkait dengan tradisi kebudayaan Jawa dan mencerminkan hubungan antara leluhur, sesama manusia, dan Tuhan.
(SAI)
