Konten dari Pengguna

Penjelasan Tata Acara dan Tujuan Upacara Adat Siraman

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Jelaskan Tujuan Upacara Adat Siraman! (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jelaskan Tujuan Upacara Adat Siraman! (Sumber: Pixabay)

Upacara perkawinan adat Yogyakarta yang berkaitan langsung dengan tata rias pengantinnya meliputi upacara siraman, upacara ngerik, upacara midodareni, upacara ijab, dan upacara panggih. Jelaskan tujuan upacara adat siraman!

Pelaksanaan upacara siraman dilaksanakan satu hari sebelum upacara ijab sekitar pukul 10.00. Upacara ini menjadi penting karena merupakan persiapan lahir dan batin kedua calon pengantin sebelum menjalani upacara perkawinan mereka. Adapun pembersihan badan calon pengantin juga mengandung makna pembersihan batin pula.

Jelaskan Tujuan Upacara Adat Siraman!

Ilustrasi Jelaskan Tujuan Upacara Adat Siraman! (Sumber: Pixabay)

Sebelumnya artikel ini menjelaskan bahwa upacara siraman pengantin dilangsungkan sehari sebelum akad nikah (ijab kabul). Akad nikah dilangsungkan secara/menurut agama masing-masing dan hal ini tidak memengaruhi jalannya upacara adat.

Upacara siraman adalah salah satu tradisi atau ritual adat jawa yang dilakukan sebelum acara pernikahan. Dikutip dari buku Tata Cara Pengantin Jawa, Ki Juru Bangunjiwa (2019: 97), berikut adalah tata cara upacara adat siraman yang perlu diperhatikan:

1. Siraman Pengantin putri

Pengantin putri pada upacara siraman sebaiknya menggunakan kain dengan motif Grompol yang dilengkapi dengan kain mori putih bersih. Pihak yang bertugas menyiram pengantin putih adalah bapak dan ibu pengantin ibu putri, disusun bapak dan ibu pengganti putra, hingga seluruh keluarga yang dianggap pantas sebagai teladan. Terakhir siraman akan dilakukan oleh pengantin sendiri.

2. Siraman Pengantin Putra

Urut-urutan upacara siraman pengantin putra sama dengan siraman pengantin putri. Namun, pihak yang pertama menyiram adalah bapak pengantin putra.

Setelah upacara siraman pengantin selesai, maka pengantin putra ke tempat pemondokan yang tidak jauh dari tempat kediaman pengantin putri. Dalam hal ini, pengantin putra belum diizinkan tinggal serumah dengan pengantin putri. Sementara pengantin putri setelah siraman berganti busana dengan busana kerik, yaitu pengantin putri akan dipotong rambut bagian depan pada dahi secara merata.

Baca juga: Mengenal Arti Bridesmaid dan Tugasnya dalam Pernikahan

Demikian jawaban dari pertanyaan terkait jelaskan tujuan upacara adat siraman. Perlu diingat, adat ini bertujuan untuk mempersiapkan lahir dan batin kedua pengantin sebelum menghadapi upacara perkawinan. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat! (CHL)