Konten dari Pengguna

Kapan Festival Ogoh-Ogoh Bali 2026? Ini Jadwal dan Makna Tradisinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Festival Ogoh-Ogoh. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Festival Ogoh-Ogoh. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan

Festival ogoh-ogoh menjadi salah satu tradisi yang paling dinanti masyarakat Bali menjelang Hari Raya Nyepi. Setiap tahunnya, banyak warga dan wisatawan yang memadati setiap sudut jalan untuk menyaksikan kemeriahan pawai budaya ini.

Dalam prosesinya, para pemuda lokal membawa ogoh-ogoh menyusuri jalan-jalan desa dengan penuh semangat. Iringan musik gamelan, tarian, nyanyian tradisional, serta cahaya obor membuat suasana pawai semakin meriah.

Festival ini tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga punya makna spiritual bagi masyarakat Bali. Pawai ogoh-ogoh melambangkan pembersihan dari hal negatif agar bisa menyambut Tahun Baru Saka dengan hati yang bersih.

Lantas, kapan festival ogoh-ogoh 2026 di Bali akan digelar? Mari simak informasi lengkapnya berikut ini.

Kapan Festival Ogoh-Ogoh Bali 2026?

Ogoh-Ogoh. Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Dikutip dari laman Pemerintah Kota Denpasar, pawai ogoh-ogoh dilaksanakan pada Hari Pengerupukan atau Ngerupuk, yaitu sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Pengerupukan sendiri merupakan rangkaian penting dalam perayaan Nyepi yang kaya akan nilai spiritual dan tradisi turun-temurun.

Berdasarkan kalender Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, perayaan Nyepi pada 2026 jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026. Artinya, festival ogoh-ogoh dilaksanakan pada Rabu malam, 18 Maret 2026.

Pada malam itu, masyarakat Bali mengarak ogoh-ogoh keliling desa dengan penuh semangat dan kebersamaan. Pawai ini diakhiri dengan pembakaran sebagai simbol pembersihan dan menyambut tahun baru dengan hati yang bersih.

Makna Pawai Ogoh-Ogoh

Pawai Ogoh-Ogoh. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Buleleng, istilah ogoh-ogoh berasal dari bahasa Bali, yaitu “ogah-ogah” yang berarti sesuatu yang digoyang-goyangkan. Tradisi ini rutin digelar menjelang Hari Raya Nyepi sebagai bagian dari rangkaian upacara adat.

Tradisi ogoh-ogoh diperkirakan mulai berkembang pada era 1980-an dan terus lestari hingga kini. Seiring waktu, pawai ini tidak hanya menjadi tradisi masyarakat, tetapi berkembang menjadi daya tarik budaya yang kian dikenal luas, bahkan diselenggarakan di berbagai daerah di luar Bali.

Ogoh-ogoh melambangkan Bhuta Kala, yaitu kekuatan alam dan waktu yang tidak terbatas. Konsep ini digambarkan dalam bentuk patung besar dengan rupa yang menyeramkan.

Patung ogoh-ogoh juga merepresentasikan sifat-sifat negatif dalam diri manusia yang perlu disadari dan dikendalikan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menyucikan diri dari pengaruh buruk, menjaga keseimbangan alam, serta menumbuhkan kesadaran untuk merawat lingkungan demi keberlanjutan kehidupan.

Perayaan ogoh-ogoh menunjukkan kesadaran manusia akan besarnya kekuatan alam dan waktu. Tradisi ini mengingatkan manusia untuk hidup selaras dengan alam dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

Baca Juga: Hari Raya Nyepi 2026 Tahun Baru Saka Berapa? Ini Penjelasannya

(ANB)