Konten dari Pengguna

Kapan Haid Setelah Melahirkan? Ini Prediksi Jadwalnya Menurut Ahli

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perempuan menstruasi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan menstruasi. Foto: Shutterstock

Setelah melahirkan, seorang wanita akan mengalami fase lokia atau nifas selama kurang lebih 40 hari. Kemudian, tubuhnya akan menyesuaikan dengan kondisi hormonal yang terjadi pasca persalinan. Lalu, kapan haid setelah melahirkan tiba?

Para ahli menyatakan bahwa waktu haid seseorang pasca melahirkan bisa berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari kondisi tubuh, perubahan hormon, hingga proses menyusui.

Umumnya, ibu yang memberikan ASI eksklusif kepada anaknya cenderung mengalami masa haid yang lebih lama. Kisaran waktunya bisa 4-6 bulan setelah melahirkan.

Siklus menstruasi tersebut cenderung tidak menentu dan tidak stabil. Agar lebih paham, simak penjelasan tentang periode haid pasca melahirkan dalam artikel berikut ini.

Periode Haid Setelah Melahirkan

Ilustrasi perempuan menstruasi. Foto: Shutterstock

Pasca persalinan, wanita akan mengalami siklus menstruasi yang tidak menentu. Umumnya, haid pertamanya akan didapatkan sekitar 10-12 minggu setelah melahirkan.

Namun, tidak semua wanita berada di fase tersebut. Dalam beberapa kasus, ada wanita yang baru mendapatkan haidnya 5-6 bulan setelah melahirkan. Bahkan, ada juga yang baru mendapatkannya 1 tahun kemudian.

Sejumlah ahli mengatakan bahwa ketidakteraturan jadwal haid pada masing-masing wanita ini dipengaruhi oleh kadar hormon. Ini juga disebabkan oleh respon tubuh secara alamiah.

Terkadang, periode haid setelah melahirkan diawali dengan PMS (Premenstrual Syndrome) terlebih dahulu. Gejalanya meliputi rasa kram di area perut, nyeri di area panggul dan tulang kemaluan, perubahan mood, dan lain-lain.

Namun, lagi-lagi tidak semua wanita mengalami gejala tersebut. Bagi yang mengalaminya, maka akan pulih sendiri tanpa bantuan obat-obatan dan perawatan medis yang serius.

Dijelaskan dalam buku Antigalau Persalinan susunan dr. Judi Januadi (2017), faktor utama yang menentukan periode haid seorang wanita pasca melahirkan adalah menyusui. Kegiatan ini merupakan hal yang baru bagi tubuh, sehingga perlu adaptasi yang serius.

Ilustrasi Periode siklus menstruasi. Foto: WindNight/shutterstock

Ketika menyusui, tubuh akan terpengaruh oleh kelenjar hipofisis yang dapat mengeluarkan hormon prolactin. Hormon tersebut dapat merangsang produksi susu dan menekan ovulasi. Itu mengapa, periode menstruasi seseorang dapat terganggu.

Namun tenang saja, ini adalah kondisi yang normal. Untuk memperbaikinya, Anda bisa menyeimbangkannya dengan pola hidup sehat.

Dokter menyarankan untuk jalani diet yang seimbang. Kemudian, ibu menyusui diimbau untuk memenuhi asupan nutrisi harian yang mencakup protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Sesekali, Anda bisa mengimbanginya dengan berolahraga santai. Lakukan gerakan olahraga yang disukai mulai dari jalan kaki, jogging, bersepeda, senam, yoga, pilates, dan lain sebagainya.

Dikutip dari laman EMC Healthcare, olahraga dapat membantu ibu menyusui menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. Sehingga, ia tidak mudah terserang penyakit.

Dengan olahraga, ibu yang sedang menyusui juga bisa menjaga berat badan idealnya. Perlahan, kualitas tidurnya akan meningkat seiring waktu dan suasana hatinya selalu bahagia.

Baca juga: Berapa Lama Masa Nifas? Ini Dia Jawabannya!

(MSD)