Konten dari Pengguna

Kapan IMM Didirikan? Ini Sejarah dan Tujuan Pendiriannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

MM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi mahasiswa yang bernaung di bawah Muhammadiyah. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
MM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah organisasi mahasiswa yang bernaung di bawah Muhammadiyah. Foto: Pexels.com

IMM merupakan salah satu organisasi mahasiswa dengan sejarah panjang dan peran penting di dunia pendidikan dan kepemudaan Indonesia. Kapan IMM didirikan?

IMM atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bernaung di bawah Muhammadiyah. Muhammadiyah sendiri merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia yang digagas oleh K.H. Ahmad Dahlan pada 1912 silam.

Sejak didirikan, IMM telah berkontribusi besar dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan intelektual di Indonesia. Untuk mengetahui lebih jauh tentang latar belakang dan peranannya, simak informasi berikut ini.

Kapan IMM Didirikan?

Kapan IMM didirikan? IMM didirikan pada tanggal 14 Maret 1964 di Yogyakarta. Foto: IMM Karanganyar

Mengutip buku Geneologi Kader : Keislaman, ke-IMM an dan Kemuhammadiyahan oleh Anwar Sadat, dkk., Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) adalah organisasi kemahasiswaan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah. IMM didirikan pada tanggal 14 Maret 1964 di Yogyakarta,

Organisasi ini diusulkan oleh sejumlah tokoh Muhammadiyah, termasuk Djazman Al-Kindi, Soedibyo Markus, dan Rosyad Saleh. Tujuan utama pendirian IMM adalah untuk menciptakan kader-kader Muhammadiyah di kalangan mahasiswa yang mampu bergerak dalam bidang keagamaan, kemahasiswaan, dan kemasyarakatan.

Awalnya, ide pembentukan IMM sudah muncul sejak tahun 1936, ketika Muhammadiyah mulai mendirikan perguruan tinggi. Seiring berjalannya waktu, kebutuhan akan organisasi yang dapat menghimpun dan menggerakkan mahasiswa Muhammadiyah menjadi semakin meningkat.

Pada tahun 1962, dalam Muktamar Muhammadiyah ke-36, wacana ini kembali mengemuka dan mendapatkan restu dari pimpinan Muhammadiyah saat itu, K.H. Ahmad Badawi. Pendirian IMM juga dipengaruhi oleh situasi eksternal pada masa itu, terutama dinamika politik dan pergerakan mahasiswa di Indonesia.

Pada tahun 1960-an, banyak organisasi mahasiswa yang mengalami perpecahan karena pengaruh ideologi politik yang berbeda. IMM lahir sebagai respons terhadap kebutuhan untuk melindungi dan memperkuat kader-kader Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan tersebut.

Hingga saat ini, IMM terus berkembang dan memainkan peran penting dalam mencetak generasi muda yang berkomitmen pada nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Baca Juga: 4 Tujuan Muhammadiyah dan Sejarah Berdirinya

Tujuan Didirikannya IMM

Tujuan utama pendirian IMM adalah untuk menciptakan kader-kader Muhammadiyah di kalangan mahasiswa yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah. Foto: Pexels.com

Dihimpun dari laman Universitas Muhammadiyah Jakarta, IMM memiliki visi untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepekaan sosial.

Nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh IMM adalah Islam, ilmu, dan amal, yang kemudian dirumuskan dalam Trilogi IMM, yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas. Adapun tujuan pendirian organisasi ini ialah sebagai berikut:

  • Menjaga martabat bangsa dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

  • Menjadikan nilai-nilai Islam sebagai dasar aktivitasnya, memastikan prinsip agama diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam di kalangan mahasiswa sesuai dengan visi Muhammadiyah.

  • Membantu melanjutkan dan meningkatkan berbagai program Muhammadiyah.

  • Membina anggotanya untuk memadukan iman, ilmu, dan amal, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, IMM terus berperan penting dalam mencetak kader Islam yang siap menghadapi tantangan zaman dan meneruskan perjuangan Muhammadiyah.

(SAI)