Konten dari Pengguna

Kapan Malam 1 Muharram? Ini Jadwal dan Keutamaannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Malam Tahun Baru Islam. Foto: Rahmad/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Malam Tahun Baru Islam. Foto: Rahmad/ANTARA FOTO

Umat Islam akan segera menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Momen pergantian tahun ini ditandai dengan datangnya bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam penanggalan kalender Hijriah.

Bagi umat Islam, momen ini dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di berbagai daerah, malam 1 Muharram juga kerap diperingati dengan pengajian, doa bersama, zikir, serta beragam tradisi keagamaan lainnya.

Agar berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal, ada baiknya untuk mengetahui jadwal pasti malam Tahun Baru Islam. Lalu, kapan tepatnya malam 1 Muharram 1448 H pada tahun 2026? Simak jadwal beserta berbagai keutamaan bulan Muharram berikut ini.

Kapan Malam 1 Muharram 1448 H?

Sejumlah warga mengikuti pawai obor di kawasan Kayu Manis, Jakarta, Sabtu (6/7/2024). Foto: Hafidz Mubarak/ANTARA FOTO

Berdasarkan Kalender Hijriah susunan Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Artinya, malam 1 Muharram atau malam Tahun Baru Islam dimulai sejak waktu Magrib pada Senin, 15 Juni 2026.

Sebab, dalam kalender Hijriah, pergantian hari terjadi setelah matahari terbenam, bukan pada pukul 00.00 seperti kalender Masehi. Pada malam pergantian tahun tersebut, banyak umat Islam memanfaatkannya untuk memperbanyak ibadah, berzikir, mengikuti pengajian, hingga memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur menyambut tahun yang baru.

Pemerintah juga menetapkan Selasa, 16 Juni 2026 sebagai hari libur nasional Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Namun, pada hari ini tidak terdapat cuti bersama sehingga libur resmi hanya berlangsung selama satu hari.

Keutamaan Bulan Muharram

Ilustrasi Kalender. Foto: Kwangmoozaa/Shutterstock

Muharram merupakan salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT karena memiliki keutamaan yang istimewa.

Mengutip buku Khotbah Jumat Sepanjang Tahun karya M. Rouful Wahab dan S.M. Hamzah, S.T., berikut beberapa keutamaan bulan Muharram yang penting untuk diketahui:

1. Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT

Salah satu keistimewaan Muharram adalah statusnya sebagai bulan haram yang telah disebutkan dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah: 36)

Empat bulan yang dimaksud ialah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada periode ini, umat Islam dianjurkan lebih berhati-hati dalam menjaga diri dari dosa serta memperbanyak amal kebajikan.

2. Dianjurkan Memperbanyak Puasa Sunnah

Muharram juga dikenal sebagai bulan yang sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak ibadah puasa, terutama pada hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharram.

Rasulullah bersabda: "Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan besarnya keutamaan puasa Asyura. Dengan izin Allah SWT, puasa ini menjadi salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun sebelumnya.

3. Waktu yang Tepat untuk Muhasabah dan Memperbanyak Amal

Sebagai pembuka tahun Hijriah, Muharram menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Beberapa amalan yang dianjurkan selama bulan Muharram antara lain:

  • Memperbanyak puasa sunnah.

  • Membaca Al-Qur'an setiap hari.

  • Memperbanyak istighfar dan zikir.

  • Bersedekah kepada sesama.

  • Menjalin dan mempererat silaturahmi.

  • Meningkatkan kualitas shalat wajib maupun sunnah.

  • Memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Tahun Baru Islam Biasanya Ngapain? Ini Jawabannya Menurut Tradisi Masyarakat

(ANB)