Konten dari Pengguna

Tahun Baru Islam Biasanya Ngapain? Ini Jawabannya Menurut Tradisi Masyarakat

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tahun Baru Islam, Foto: Iqbal Firdaus/kumparan/kumparanNEWS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tahun Baru Islam, Foto: Iqbal Firdaus/kumparan/kumparanNEWS

Banyak generasi muda yang ingin mengetahui bagaimana masyarakat memperingati datangnya 1 Muharram akan bertanya “Tahun baru Islam biasanya ngapain?”

Di berbagai daerah Indonesia, perayaan tahun baru Hijriah memiliki warna tersendiri karena dipengaruhi oleh tradisi lokal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Umat Muslim saat Tahun Baru Islam Biasanya Ngapain?

Ilustrasi Pawai obor di Tahun Baru Islam, Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO/kumparanNEWS

Tahun Baru Islam biasanya ngapain? Mengutip situs https://www.pta-banten.go.id, Tahun Baru Islam biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, refleksi diri, dan tradisi budaya yang berkembang di masyarakat.

Momen 1 Muharram tidak hanya menandai pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi waktu untuk mengenang hijrah Nabi Muhammad saw., dari Makkah ke Madinah serta memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru.

1. Muhasabah dan Evaluasi Diri di Awal Tahun Hijriah

Salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan saat Tahun Baru Islam adalah muhasabah atau introspeksi diri.

Banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk menilai kembali perjalanan hidup selama setahun terakhir, memperbanyak istighfar, bertobat, serta menyusun niat dan target kebaikan untuk tahun yang akan datang.

2. Mengikuti Pengajian, Zikir, dan Doa Bersama

Di berbagai daerah, peringatan 1 Muharram biasanya diisi dengan pengajian, zikir, dan doa bersama di masjid maupun lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan sekaligus memohon keberkahan kepada Allah Swt., dalam menjalani tahun baru Hijriah.

3. Berpuasa dan Memperbanyak Amal Kebaikan

Sebagian umat Islam juga memperbanyak ibadah sunnah, termasuk berpuasa dan melakukan berbagai amal saleh.

Selain itu, banyak yang memanfaatkan momen ini untuk berbagi dengan sesama melalui santunan anak yatim, bantuan kepada fakir miskin, atau kegiatan sosial lainnya.

4. Mengadakan Pawai Obor sebagai Simbol Semangat Hijrah

Pawai obor menjadi salah satu tradisi yang paling populer saat menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia.

Masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, berkeliling sambil membawa obor sebagai simbol semangat perjuangan dan hijrah Nabi Muhammad saw.

Selain meriah, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong.

5. Karnaval dan Festival Budaya Bernuansa Islam

Beberapa daerah menggelar karnaval yang menampilkan pakaian adat, kesenian daerah, hingga pertunjukan budaya Islami.

Selain menjadi bentuk rasa syukur menyambut tahun baru, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan budaya dan tradisi kepada generasi muda.

6. Tradisi Malam 1 Suro di Tanah Jawa

Di Jawa, Tahun Baru Islam sering dikaitkan dengan malam 1 Suro. Masyarakat biasanya melakukan renungan, doa, dan berbagai tradisi budaya yang telah berlangsung turun-temurun.

Di Yogyakarta misalnya, terdapat tradisi mubeng beteng atau mengelilingi benteng keraton dalam suasana hening sebagai simbol perenungan diri.

7. Tradisi Khas Daerah yang Beragam

Setiap daerah memiliki cara unik dalam menyambut Tahun Baru Islam. Di Yogyakarta dan Surakarta terdapat tradisi Grebeg Suro, sementara masyarakat Aceh mengenal Khanduri Suro yang diisi dengan makan bersama untuk mempererat silaturahmi.

Berbagai tradisi tersebut menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam berpadu dengan budaya lokal tanpa meninggalkan makna keagamaan yang terkandung di dalamnya.

Tahun Baru Islam biasanya diisi dengan berbagai kegiatan dengan tujuan mempererat persaudaraan sekaligus mengingatkan umat Islam untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun yang baru. (Fikah)

Baca juga: Susunan Acara 1 Muharram 1448 Hijriah dari Pembukaan hingga Penutupan