Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia? Ini Prediksi Terbaru BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki bulan Maret, sejumlah wilayah di Indonesia masih mendapatkan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi ini membuat banyak pihak mulai mempertanyakan kapan musim kemarau 2026 akan dimulai.
Kepastian pergantian musim begitu dinantikan karena berpengaruh pada aktivitas harian masyarakat. Apalagi bagi sektor pertanian, perikanan, dan berbagai bidang lainnya, di mana informasi waktu kemarau menjadi dasar penting penyusunan perencanaan yang lebih matang
Menjawab pertanyaan publik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prediksi resminya. Dengan mengetahui perkiraan waktunya, masyarakat dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.
Kapan Musim Kemarau 2026 di Indonesia?
BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena La Nina lemah yang berlangsung sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026. Perubahan ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola cuaca tahun ini.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa awal musim kemarau 2026 akan berlangsung bertahap mulai April di sebagian besar wilayah Indonesia.
“Awal musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April, yaitu ada 114 zona musim atau sekitar 16,3 persen dari seluruh zona musim yang ada di Indonesia yang berjumlah 699 Zona Musim (ZOM)," ujar Faisal dalam konferensi pers Prakiraan Awal Musim Kemarau 2026 dan Update Kondisi Cuaca di Indonesia yang disiarkan melalui kanal YouTube Info BMKG, Rabu (4/3).
Pada Mei 2026, sebanyak 184 zona musim atau sekitar 26,3 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki kemarau. Lalu, pada Juni 2026, sekitar 163 zona musim atau 23,3 persen wilayah Indonesia memasuki periode kemarau.
Faisal menjelaskan bahwa musim kemarau akan diawali dari wilayah Nusa Tenggara, lalu bergerak ke arah barat secara bertahap ke wilayah lain di Indonesia.
BMKG menyebut awal musim kemarau di banyak wilayah diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya. Tercatat 325 zona musim atau sekitar 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya.
Sementara itu, sekitar 173 zona musim atau 23,7 persen wilayah diperkirakan memasuki kemarau sesuai pola normal. Terkait sifat musim kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diproyeksikan mengalami kondisi yang lebih kering.
"Akumulasi curah hujan pada periode musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia yaitu di 451 zona musim atau 64,5 persen, dari seluruh zona musim diprediksi pada kategori bawah normal atau mudahnya itu lebih kering dari biasanya," tuturnya.
Puncak Kemarau Terjadi pada Agustus 2026
BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 akan terjadi pada Agustus di sebagian besar wilayah Indonesia. Sebanyak 429 zona musim atau sekitar 61,4 persen wilayah diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, puncak kemarau juga diprediksi datang lebih awal di 410 zona musim atau 58,7 persen wilayah. Adapun 142 zona musim atau sekitar 20,3 persen diperkirakan mengalami puncak kemarau sesuai periode normal.
Selain itu, Faisal juga mengungkapkan bahwa durasi musim kemarau tahun 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya, yaitu di 400 ZOM atau 57,2 persen wilayah Indonesia.
"Jadi ini perlu dicatat, bahwa musim kemarau yang akan kita hadapi di tahun 2026 itu akan lebih panjang dari normalnya," kata Faisal.
"Kami berharap, informasi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi, serta pijakan jangka panjang bagi berbagai sektor yang terdampak iklim," ia menambahkan.
Baca Juga: Daftar Acara Cap Go Meh 2026 di Jakarta beserta Jadwalnya
(SA)
