Kapan Perintah Puasa Ramadhan Disyariatkan dalam Islam?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puasa Ramadhan disyariatkan pada tahun kedua hijriyah, tepatnya tanggal 10 Sya’ban setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut Ahmad Sarwat dalam buku Puasa Bukan Hanya Saat Ramadhan, syariatnya bertepatan dengan perintah pergantian kiblat dari Majidil Aqsha ke Masjidil Haram.
Sejak itulah, Rasulullah SAW menjalankan ibadah puasa sampai akhir hayatnya. Sebelumnya, perintah tentang puasa telah dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Dari ayat tersebut, dapat diketahui bahwa hukum menjalankan puasa Ramadhan adalah wajib. Lantas, bagaimana hakikat kedudukannya dalam Islam? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
Kedudukan Puasa Ramadhan dalam Islam
Sejatinya, kewajiban puasa Ramadhan didasarkan pada dalil Alquran, Sunnah, dan Ijma’. Ibadah ini merupakan bagian dari rukun Islam ketiga.
Umat Muslim yang mengingkari syariatnya disebut telah ingkar pada rukun Islam. Hal ini bisa menyebabkan keislaman seseorang batal di mata Allah Swt.
Dijelaskan dalam buku Risalah Puasa karya Sultan Abdillah, hikmah awal mula disyariatkannya puasa adalah dengan tadarruj, yaitu setahap demi setahap. Ini dilakukan supaya risalah puasa Ramadhan lebih mudah diterima oleh umat.
Pada awal disyariatkannya puasa, seseorang hanya boleh makan, minum, dan berhubungan badan sampai waktu Isya. Jika sudah memasuki waktu Isya, maka ia tidak boleh melakukan larangan-larangan tersebut, baik pada malam atau siang hari sampai datang waktu berbuka puasa di hari berikutnya.
Disebutkan dalam sebuah hadits, dari Al-Barra bin 'Azib ia berkata, "Dahulu, para sahabat Nabi Muhammad SAW jika salah seorang dari mereka menyapa, lalu tiba waktu berbuka, dan pergi tidur sebelum sempat berbuka, maka ia tidak boleh memakan sesuatu pada malam dan siang hari sampai tiba waktu petang.
Suatu ketika, Qais bin Shirmah Al-Anshariy melaksanakạn puasa. Ketika tiba waktu berbuka, dia menghampiri seraya berkata kita, "Apakah kamu punya makanan?" Istrinya berkata, "Tidak, namun aku akan keluar mencari makanan buatmu."
Kemudian seiring berjalannya waktu, syariat puasa semakin disempurnakan. Umat Muslim yang menjalankan puasa Ramadhan harus menahan lapar, haus, dan segala hal yang dapat membatalkannya sampai waktu berbuka tiba.
Dalam buku Materi Puasa Ramadhan oleh Yunus Hanis Syam (2018) disebutkan bahwa keutamaan bagi umat Muslim yang menjalankan puasa Ramadhan adalah mendapat berkah dan rahmat Allah Swt.
Tidak hanya itu, pada bulan Ramadhan pintu surga dan ampunan Allah dibuka seluas-luasnya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda:
“Jika tiba bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup. Selain itu setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari Muslim)
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan puasa Ramadhan disyariatkan?

Kapan puasa Ramadhan disyariatkan?
Pada tahun kedua hijriyah, tepatnya tanggal 10 Sya’ban setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah.
Apa hukum menjalankan puasa Ramadhan?

Apa hukum menjalankan puasa Ramadhan?
Hukum menjalankan puasa Ramadhan adalah wajib.
Apa keutamaan menjalankan puasa Ramadhan?

Apa keutamaan menjalankan puasa Ramadhan?
Mendapat berkah dan rahmat Allah Swt, dibukanya pintu surga, diterimanya amalan baik umat Islam.
