Konten dari Pengguna

Kapan Terjadi Gerhana Matahari Agustus 2025? Begini Penjelasan BMKG

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerhana Matahari Total. Foto: REUTERS/Jason Redmond
zoom-in-whitePerbesar
Gerhana Matahari Total. Foto: REUTERS/Jason Redmond

Beredar informasi mengenai dugaan terjadinya Gerhana Matahari total pada 2 Agustus 2025. Fenomena ini bahkan disebut-sebut akan membuat bumi gelap selama enam menit.

Dikutip dari laman BMKG, Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan, sehingga tidak semuanya sampai ke Bumi. Fenomena ini terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus yang umumnya berlangsung pada fase bulan baru.

Lantas, benarkah akan terjadi Gerhana Matahari pada awal bulan Agustus ini? Mari simak penjelasan BMKG dalam artikel ini.

Kapan Terjadi Gerhana Matahari?

Ilustrasi Gerhana Matahari Total. Foto: RASHIDE FRIAS / AFP

Mengutip laman Instagram BMKG, fase bulan baru pada Agustus 2025 jatuh pada tanggal 23 Agustus. Pada tanggal tersebut, tidak akan ada peristiwa Gerhana Matahari, baik di Indonesia maupun di belahan dunia lainnya. Sepanjang tahun 2025, hanya ada empat gerhana yang terjadi, yaitu:

  • 14 Maret 2025: Gerhana Bulan Total, dapat diamati di wilayah timur Indonesia saat fase totalnya berakhir.

  • 29 Maret 2025: Gerhana Matahari Sebagian, tidak dapat dilihat dari Indonesia.

  • 7 September 2025: Gerhana Bulan Total, bisa diamati dari Indonesia.

  • 21 September 2025: Gerhana Matahari Sebagian, tidak terlihat dari Indonesia.

Selain itu, berdasarkan informasi dari laman resmi NASA, gerhana matahari total yang ramai diberitakan akan terjadi pada 2 Agustus sebenarnya baru akan berlangsung pada 2 Agustus 2027, bukan tahun ini.

Gerhana tersebut juga tidak melintasi wilayah Indonesia. Jalurnya hanya akan melewati Maroko, Spanyol, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Dengan demikian, kabar bahwa pada 2 Agustus 2025 akan terjadi gerhana matahari total yang membuat Bumi gelap selama 6 menit adalah tidak benar alias hoaks.

Perlu diketahui, Gerhana Matahari total hanya menyebabkan kegelapan di wilayah tertentu yang terkena bayangan umbra Bulan, bukan seluruh bagian Bumi.

Apakah Aman Melihat Gerhana Matahari Secara Langsung?

Gerhana matahari. Foto: Patrick T. FALLON / AFP

Saat Gerhana Matahari terjadi, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus di mana Bulan menutupi sebagian atau seluruh piringan Matahari. Meski cahaya tampak berkurang, sinar Matahari tetap memancarkan radiasi berbahaya, termasuk sinar ultraviolet dan inframerah.

Menurut NASA Science, melihat Gerhana Matahari dengan mata telanjang tidak direkomendasikan, kecuali selama fase totalitas penuh (ketika Matahari sepenuhnya tertutup oleh Bulan). Pada fase parsial, radiasi cahaya Matahari masih cukup kuat untuk merusak retina, sehingga dapat menyebabkan kerusakan permanen pada mata.

Sebaiknya, gunakan kacamata khusus gerhana yang memenuhi standar internasional, seperti ISO 12312-2. Jangan pernah menggunakan kacamata hitam biasa, film, atau CD karena tidak mampu melindungi mata dari sinar berbahaya.

Baca Juga: 7 Akibat Revolusi Bumi: Gerhana Matahari hingga Perubahan Musim

(ANB)