Kedudukan Istri atau Anak menurut Islam, Mana yang Harus Didahulukan?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kedudukan istri dan anak menurut Islam sangatlah penting. Sebab, istri dan anak dapat menjadi pengingat ketika seorang suami berada di jalan yang salah.
Dalam Undang-Undang Perkawinan, kedudukan keduanya juga diposisikan paling utama. Anak merupakan anugerah yang dititipkan kepada pasangan suami istri untuk menjadi generasi penerus bangsa dan agama.
Mengutip buku Kepastian Hukum Perkawinan Siri dan Permasalahannya susunan Zainuddin dan Dr. Zulfiani (2022), setiap anak berhak atas kelangsungan hidup dan tumbuh kembangnya. Anak juga merupakan amanah yang menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya.
Sering kali, seorang suami bingung memilih istri atau anak untuk diutamakan. Dalam Islam, keduanya sama-sama memiliki kedudukan yang mulia, sehingga wajib dihargai keberadaannya.
Banyak dalil-dalil shahih yang membahas tentang hal tersebut. Agar lebih paham, simak penjelasan tentang kedudukan istri atau anak menurut Islam dalam artikel berikut ini.
Kedudukan Istri Menurut Islam
Seorang suami diperintahkan untuk memuliakan anak dan istrinya. Dikatakan dalam dalil-dalil shahih bahwa istri berperan dalam menciptakan generasi yang unggul.
Mengutip buku The Perfect Istri Salehah susunan Tim Happy Wife Happy Life (2020), istri di rumah adalah madrasah (sekolah) bagi anak-anaknya. Bila seorang seorang pria memilih istri yang tepat, ia berhasil menyiapkan generasi penerus bangsa yang baik.
Seorang istri memiliki tugas yang amat krusial. Ia merawat, mendidik, memberikan kasih sayang, perhatian, dan penghargaan kepada anak-anaknya.
Istri berperan sebagai penanggung jawab sekaligus pengelola keadaan ekonomi keluarga. Tanpa istri, mungkin kondisi ekonomi rumah tangga akan hancur berantakan.
Kedudukan seorang istri yang amat mulia ini telah dijelaskan dalam surat An-Nisa ayat 34, Allah SWT berfirman yang artinya:
“Maka wanita yang salehah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri di balik pembelakangan suaminya. Oleh karena itu, Allah telah memelihara (mereka).”
Baca Juga: Contoh Pertanyaan tentang Sumber Hukum Islam
Kedudukan Anak Menurut Islam
Sementara mengenai kedudukan anak dalam rumah tangga, Alquran telah menjelaskannya dengan detail. Anak bisa menjadi fitnah (cobaan), kebanggaan, kecondongan rasa cinta, dan musuh bagi orang tuanya.
Dirangkum dari jurnal Kedudukan Anak dan Relasinya dengan Orang Tua Perspektif Alquran karya Agus Imam Kharomen (2019), berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:
1. Anak sebagai fitnah
Anak bisa menjadi fitnah atau cobaan bagi orang tuanya. Dalam Surat Al-Anfal ayat 28, Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.”
2. Anak sebagai perhiasan duniawi
Dalam dalil lain, anak juga dianggap sebagai perhiasan. Mengenai hal ini, Alquran mengatakannya dalam Surat Al-Kahf ayat 46 yang artinya:
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”
3. Anak sebagai kebanggaan
Dalil yang menjadi petunjuk kedudukan anak sebagai kebanggaan terdapat pada Surat Al-H̱adid ayat 20. Allah SWT berfirman yang artinya:
"Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sendagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan..."
Baca Juga: Pengertian Aqiqah, Hukum, dan Ketentuannya dalam Islam
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Mengapa kedudukan anak dan istri sangat penting?

Mengapa kedudukan anak dan istri sangat penting?
Karena anak dan istri dapat menjadi pengingat ketika seorang suami berada di jalan yang salah.
Kenapa anak berkedudukan sebagai cobaan atau fitnah?

Kenapa anak berkedudukan sebagai cobaan atau fitnah?
Anak bisa menyibukkan atau memalingkan dan menjadi penghalang seseorang dari mengingat dan mengerjakan amal taat kepada Allah.
Bagaimana seharusnya sikap suami terhadap istri?

Bagaimana seharusnya sikap suami terhadap istri?
Berinteraksi dengan baik, bertutur kata yang lembut, menunjukkan cinta kasih, bersikap lapang ketika sendiri, tidak terlalu sering mempersoalkan kesalahan, memaafkan jika istri berbuat salah, dan menjaga harta istri.
