Kenapa 5 Agustus Menjadi Hari Terpendek? Ini Penjelasannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap harinya, bumi berputar dalam kurun waktu 24 jam atau tepatnya 86.400 detik. Namun, para peneliti mengungkap bahwa pada 5 Agustus 2025, hari akan berlangsung lebih pendek dari biasanya.
Sebenarnya, jika merujuk pada hukum Fisika sebagaimana dikutip dari laman Scientific American, bumi seharusnya berputar dengan kecepatan yang sama setiap hari. Sebab, bumi merupakan benda padat yang bergerak dalam ruang hampa, sehingga kecepatannya konstan kecuali diintervensi oleh gaya eksternal.
Lantas, mengapa terjadi perbedaan waktu pada 5 Agustus? Simak penjelasan kenapa 5 Agustus menjadi hari terpendek di bawah ini.
Kenapa 5 Agustus Menjadi Hari Terpendek?
Dikutip dari laman Space, pada Selasa, 5 Agustus, hari akan berlangsung lebih cepat 1,25 milidetik. Tentunya, hal tersebut tidak akan dirasakan oleh indera manusia, tetapi sangat penting bagi para ilmuwan dan astronom untuk memahami posisi serta pergerakan benda-benda langit.
Perubahan kecepatan rotasi bumi dipengaruhi oleh setidaknya dua faktor, yaitu inti bumi dan atmosfer. Inti bumi tersembunyi sejauh 3.200 km dari permukaan tanah yang dipijak manusia. Di dalamnya terdapat bola logam cair raksasa seukuran bulan. Logam cair yang mengandung sedikit nikel itu bergerak, menciptakan medan magnet untuk melindungi bumi dari berbagai bahaya di luar angkasa.
Aktivitas inti bumi cukup misterius dan sulit diteliti karena tidak dapat dijangkau secara langsung. Anehnya, dalam beberapa dekade terakhir, putaran inti bumi semakin melambat tanpa diketahui alasannya.
Ketika inti bumi melambat, bumi jadi mempercepat putarannya demi menjaga kestabilan. Hal ini dijelaskan Duncan Agnew, seorang ahli geofisika di Scripps Institution of Oceanography, dikutip dari laman Scientific American.
"Intilah yang mengubah kecepatan rotasi bumi dalam periode 10 tahun hingga ratusan tahun," kata Agnew. "Inti telah melambat selama 50 tahun terakhir, dan akibatnya, bumi (berputar) semakin cepat.”
Fenomena serupa terjadi di atmosfer bumi. Seperti halnya inti, atmosfer adalah massa yang cair dan sangat kompleks.
Atmosfer dapat menciptakan efek yang berubah-ubah sesuai musim. Pada musim panas, efek atmosferik menyebabkan laju rotasi bumi menjadi lebih cepat, terutama pada bulan Juli dan Agustus.
Itulah alasan mengapa pada 5 Agustus 2025, hari berlangsung sedikit cepat dibandingkan biasanya. Bahkan, tanggal ini menjadi hari terpendek di tahun 2025.
Selain karena inti bumi dan atmosfer, bulan juga memengaruhi laju rotasi bumi, menurut laman National Geographic. Ketika bulan berada di titik paling utara atau selatan dalam orbitnya, bumi akan berputar lebih cepat. Peristiwa ini terjadi setiap dua minggu.
Kesimpulannya, bumi melaju lebih cepat selama beberapa dekade terakhir karena inti bumi. Kecepatan putarannya semakin meningkat setiap musim panas akibat atmosfer, dan lebih cepat lagi setiap dua minggu akibat pergerakan bulan dari utara ke selatan.
Baca Juga: Mencairnya Es di Kutub Bikin Rotasi Bumi Berubah, Ini Dampaknya
(DEL)
