Kenapa Allah Memberi Kita Sakit? Ini Hikmahnya Menurut Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
20 Januari 2022 14:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sakit. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Penyakit merupakan bentuk ujian yang diberikan Allah Swt kepada hamba-Nya. Barangsiapa tabah melaluinya, kelak akan ditempatkan pada derajat yang tinggi. Dalam surat Al-Furqan ayat 75, Allah Swt berfirman:
ADVERTISEMENT
"Mereka itulah orang yang dibalas dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,"
Meski begitu, terkadang orang belum bisa memahami hakikat dari penyakit itu sendiri. Sebab, biasanya sakit datang bersama dengan kesusahpayahan.
Untuk mengobatinya, seseorang pun harus mengeluarkan banyak uang. Mereka bahkan rela berutang demi bisa sembuh dari penyakit itu. Lalu, kenapa Allah memberi kita sakit?

Hikmah Sakit Bagi Umat Muslim

Ada banyak alasan kenapa Allah memberikan kita sakit. Dirangkum dari buku Sembuh Total dengan Wirid Asmaul Husna karya Rizem Aizid, berikut penjelasan lengkapnya:
kenapa Allah memberikan kita sakit Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
kenapa Allah memberikan kita sakit Foto: Shutterstock
1. Sakit sebagai ujian
Orang yang sakit akan diuji keimanan dan kesabarannya. Jika lulus ujian, ia akan ditempatkan pada derajat tinggi di sisi Allah Swt. Sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 155-156:
ADVERTISEMENT
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)."
2. Sakit sebagai azab
Selain sebagai ujian, sakit juga bisa menjadi azab bagi seseorang. Tentunya ini diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak beriman dan banyak melakukan maksiat atau dosa.
Allah Swt banyak membinasakan orang-orang yang tidak beriman (kafir). Azab ini diawali dengan sakit parah akibat mendurhakai Allah Swt dan berbuat kerusakan di muka bumi. Dalam sebuah firman-Nya, Allah Swt menerangkan:
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan, Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Al-Hadiid [57]: 22-23).
Ilustrasi sakit Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sakit Foto: Getty Images
3. Sakit sebagai muhasabah
ADVERTISEMENT
Umat Muslim yang sakit memiliki banyak waktu untuk merenungi diri. Ia akan menghitung berapa banyak bekal yang perlu dipersiapkan untuk menuju kehidupan akhirat nanti. Di samping itu, ia akan tetap berikhtiar dan berjuang demi kesembuhannya.
4. Sakit sebagai penggugur dosa
Ida S dalam bukunya yang berjudul Side Job mengatakan, mereka yang sakit akan lebih sering menyebut Asma Allah dibanding ketika masih sehat. Dosa-dosa akan mudah teringat ketika datang sakit. Sehingga, lisan terbimbing untuk mohon ampun dan mengucapkan kalimat thoyyibah.
(MSD)
Apa balasan bagi orang yang tabah menghadapi cobaan?
chevron-down
Apa hikmah dari penyakit yang diberikan Allah Swt?
chevron-down
Sakit sebagai azab diberikan kepada siapa?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020