Kenapa Harga Emas Naik Terus? Ini 3 Faktor Utama yang Mempengaruhinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tren kenaikan harga emas terus konsisten selama beberapa waktu belakangan. Bahkan, dilaporkan Reuters, harganya mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (23/9) dengan nilai $3.790,82 atau sekitar Rp 63 juta per troy ons.
Catatan analis Deutsche Bank pada Senin (22/9) pun memperkirakan bahwa harga emas dapat naik di atas $4.000 atau setara Rp 67 juta pada akhir tahun 2025. Hal tersebut membuat emas jadi alat investasi yang dinilai paling bagus performanya tahun ini.
Pertanyaannya, kenapa harga emas naik terus? Simak penjelasan selengkapnya tentang faktor-faktor yang memengaruhi harga emas di bawah ini.
Kenapa Harga Emas Naik Terus?
Harga emas meningkat secara signifikan di tahun ini, setelah melonjak tajam sejak awal tahun 2024. Dikutip dari CBS News, hanya dalam waktu kurang lebih 18 bulan, kenaikan harga emas sudah hampir mencapai 80 persen.
Ada tiga alasan utama kenapa harga emas naik terus dan bahkan berpotensi mencapai $4.000 atau Rp 67 juta per troy ons. Berikut rinciannya:
1. Pemangkasan suku bunga
Ketika terjadi pemotongan suku bunga, harga emas akan cenderung meningkat. Itu karena emas dianggap sebagai pilihan investasi yang lebih aman, sehingga investor berbondong-bondong membeli logam mulia tersebut.
Alhasil, sesuai hukum ekonomi, permintaan yang tinggi akan menyebabkan harga barang ikutan tinggi. Pada Rabu lalu (17/9), The Fed telah menurunkan suku bunga. Jika pemangkasan kembali dilakukan sesuai perkiraan ahli, harga emas bisa naik sedikit mendekati angka $4.000 atau Rp 67 juta per troy ons.
Baca Juga: BI Perkirakan The Fed Bakal Turunkan Suku Bunga Sekali Lagi Tahun Ini
2. Inflasi sedang meningkat
Tingkat inflasi yang meningkat cenderung menyebabkan harga emas naik. Data inflasi Agustus dari FactSet yang dirilis awal bulan ini menunjukkan peningkatan secara signifikan. Nilainya sebesar 2,9%, hampir satu poin penuh di atas target 2% The Fed.
Dalam iklim ekonomi seperti ini, ketika inflasi mengikis daya beli dolar, investor cenderung beralih ke aset yang dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan nilai mata uang, yakni emas. Jadi, harga emas pun secara otomatis akan naik.
3. Minat terhadap aset safe haven meningkat
Saat ini, iklim perekonomian sangat sulit untuk diprediksi. Tingkat pengangguran dan inflasi kembali naik. Namun, kinerja pasar saham tetap kuat. Di sisi lain, suku bunga KPR dan beberapa produk lainnya kembali menurun.
Di tengah ketidakpastian pasar ini, harga emas berpotensi naik kembali karena investor perlahan-lahan beralih ke aset safe haven. Bagi yang belum tahu, aset safe haven adalah instrumen keuangan yang nilainya cenderung tetap stabil saat ekonomi melemah, contohnya emas.
Sebenarnya, hanya butuh satu faktor di atas untuk menggerakkan harga emas. Namun, saat ini ketiganya terjadi secara bersamaan, itulah mengapa harga emas terus meningkat signifikan.
Baca Juga: Cara Investasi Emas Antam untuk Pemula, Begini Panduannya!
(DEL)
