Kenapa Harga Emas Turun di Tengah Perang Iran-Israel? Ini Penyebabnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Emas dikenal sebagai salah satu aset lindung nilai yang relatif aman dan stabil. Logam mulia ini kerap dipilih investor untuk menjaga nilai kekayaan, terutama saat kondisi ekonomi dan geopolitik dunia sedang tidak menentu.
Anehnya, dalam beberapa waktu terakhir, harga emas justru mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat melonjak tajam dalam beberapa bulan. Kondisi ini cukup mengejutkan, terlebih ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah kian memanas.
Lantas, kenapa harga emas turun? Simak penjelasan berikut untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi penurunan harga emas.
Kenapa Harga Emas Turun?
Meskipun ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat, harga emas belakangan ini justru melemah. Padahal dalam situasi penuh ketidakpastian, permintaan kepemilikan emas akan meningkat karena dianggap sebagai aset safe haven.
Berdasarkan data dari laman BullionVault, harga emas hari ini tercatat sekitar 5.021,13 USD per troy ons. Angka ini lebih rendah dibandingkan harga pada Sabtu (14/3) yang masih berada di 5.046,55 USD per troy ons.
Mengutip laporan dari Investing.com, para analis Morgan Stanley menilai penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika nilai tukar mata uang serta kebutuhan likuiditas di pasar. Salah satu faktor terbesar yang menekan harga emas adalah penguatan dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Ketika dolar menguat, harga logam seperti emas biasanya turun. Itu karena emas dijual menggunakan dolar. Nah, ketika dolar mahal, pembeli dari negara lain harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli emas. Akibatnya, permintaan bisa menurun dan harga emas ikut melemah.
Sebaliknya, ketika dolar melemah, harga emas cenderung naik. Dalam kondisi ini, emas menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar AS, sehingga permintaan meningkat dan harga emas terdorong naik.
Baca Juga: Kenapa Harga Emas Naik saat Perang? Ini Alasannya
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Disadur dari situs Investing.com, ada beberapa faktor yang secara bersamaan ikut memengaruhi pergerakan harga emas, yaitu:
1. Penguatan Dolar Amerika Serikat
Seperti yang terjadi saat ini, penguatan dolar AS dapat menekan harga emas. Hal ini karena emas diperdagangkan menggunakan dolar.
Alhasil, ketika nilai dolar naik, harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dari negara lain. Akibatnya, permintaan global bisa menurun dan harga emas pun ikut turun.
2. Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Pasar saat ini masih menunggu keputusan dari The Fed terkait kemungkinan penurunan suku bunga. Kebijakan ini dapat memengaruhi keputusan investor dalam memilih instrumen investasi, termasuk emas.
3. Kebutuhan Uang Tunai dari Investor
Sebagian investor kemungkinan menjual emas karena membutuhkan uang tunai di tengah tekanan pasar. Artinya, penjualan emas ini lebih disebabkan oleh kebutuhan likuiditas, bukan karena investor kehilangan kepercayaan terhadap emas sebagai aset aman.
4. Risiko Geopolitik
Ketegangan geopolitik di berbagai wilayah dunia juga memengaruhi pergerakan harga emas. Jika konflik semakin memanas, permintaan emas biasanya meningkat karena banyak investor mencari aset yang dianggap lebih aman untuk melindungi nilai kekayaan.
Meski saat ini harga emas sedang melemah, analis-analis Morgan Stanley memperkirakan harganya masih berpotensi naik jika ketegangan geopolitik terus meningkat. Bahkan, harga emas diprediksi bisa mencapai sekitar 5.700 USD per troy ons pada paruh kedua tahun 2026.
(NSF)
