Konten dari Pengguna

Kenapa IHSG Turun Anjlok? Begini Faktor Penyebabnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi IHSG turun. Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi IHSG turun. Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan merupakan indeks yang menggambarkan pergerakan seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat IHSG naik, mayoritas saham ikut menguat. Sebaliknya, ketika IHSG turun, maka banyak saham yang mengalami pelemahan.

Karena itu, IHSG kerap dijadikan sebagai acuan untuk melihat kondisi pasar saham secara keseluruhan sekaligus tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian. Pada 4 Juni 2026 pukul 12.54 WIB, IHSG tercatat anjlok 206 poin atau 3,48% ke level 5.734,26.

Pada hari sebelumnya, indeks juga sempat turun sebesar 255,71 poin atau 4,13%. Lantas, kenapa IHSG turun anjlok dalam beberapa hari terakhir? Untuk mengetahui penyebabnya, simak penjelasan berikut ini.

Alasan Kenapa IHSG Turun Anjlok

Ilustrasi kenapa IHSG turun anjlok? Foto: Unsplash

IHSG yang anjlok dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, baik internal maupun eksternal. Analis saham MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu pemicu utama penurunan tajam IHSG.

Kami perkirakan koreksi yang terjadi di JCI (Jakarta Composite Index) saat ini disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah mencapai Rp17.928 per dolar AS,” ujar Herditya Wicaksana dalam wawancara pada Rabu (3/6), dikutip dari Antara.

Selain faktor tersebut, tekanan juga datang dari sisi eksternal, terutama ketidakpastian konflik geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini turut memperbesar tekanan terhadap IHSG.

Jika penurunan IHSG terus berlanjut, dampaknya dapat berpengaruh pada kondisi fiskal dan perekonomian nasional. Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), berikut beberapa dampaknya:

  • Berkurangnya pendapatan negara

  • Hambatan dalam pendanaan proyek infrastruktur

  • Ketergantungan yang lebih besar pada utang

  • Pengurangan belanja pada sektor non-prioritas

  • Dampak terhadap stabilitas sosial dan politik

  • Pengaruh pada program sosial dan jaring pengaman sosial

  • Penurunan kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi

Hal yang Harus Dilakukan Jika Saham Anjlok

Ilustrasi hal yang perlu dilakukan jika saham anjlok. Foto: Unsplash

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika harga saham anjlok. Disadur dari laman qtrade.ca, berikut penjelasannya:

1. Tetap tenang dan hindari panic selling

Saat pasar turun, hal utama yang perlu dijaga adalah ketenangan. Menjual saham dalam kondisi panik hanya akan menimbulkan kerugian dan membuat investor keluar di saat yang tidak tepat meski ada peluang pasar kembali pulih.

2. Tinjau ulang strategi investasi

Selama tujuan investasi masih sama, strategi utama tidak perlu diubah secara drastis. Namun, kondisi pasar yang melemah bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali rencana investasi serta menilai ulang tingkat kenyamanan terhadap risiko.

3. Lakukan penyesuaian portofolio

Perubahan harga aset dapat membuat komposisi portofolio tidak seimbang. Penyesuaian kembali diperlukan agar alokasi investasi tetap sesuai dengan tujuan awal.

4. Pertimbangkan tax-loss selling

Penurunan nilai saham dalam kondisi tertentu dapat dimanfaatkan untuk tujuan pajak. Strategi ini dilakukan dengan menjual aset yang merugi untuk mengimbangi keuntungan dari investasi lain, sehingga beban pajak bisa berkurang. Namun, Anda disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan ahli pajak.

5. Manfaatkan peluang investasi tambahan

Saat pasar melemah, sebagian saham berpotensi berada di bawah nilai wajarnya. Jika sudah melakukan analisis yang matang, kondisi ini bisa menjadi peluang untuk menambah investasi pada aset yang dinilai memiliki prospek baik.

Baca juga: IHSG Sesi 1 Anjlok 3,48% ke 5.734, Rupiah Melemah ke Rp 18.042 per Dolar AS

(RK)