Kenapa RGB Merupakan Warna Cahaya? Ini Jawabannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Artikel ini akan mengungkap teka-teki kenapa RGB merupakan warna cahaya. Adapun, RGB merupakan warna yang sering dijumpai di dunia digital.
RGB sendiri adalah singkatan dari Red, Green, Blue. Warna-warna tersebut biasanya dicampurkan untuk mendapatkan varian warna lain yang lebih beragam. RGB biasanya diaplikasikan untuk tampilan monitor komputer.
Lantas, kenapa RGB merupakan warna cahaya? Untuk mengetahui penjelasannya, simak artikel di bawah.
Kenapa RGB Merupakan Warna Cahaya?
Mengutip buku Dasar Desain Grafis oleh Kusnadi, RGB merupakan warna additive atau pencahayaan. Warna ini bertujuan sebagai presentasi gambar dan penginderaan dalam tampilan visual pada peralatan elektronik. Misalnya, komputer, televisi, hingga fotografi.
Lantas, kenapa RGB merupakan warna cahaya? Sebab, RGB yang sering digunakan pada media elektronik menampilkan warna yang terang seperti cahaya.
Sementara itu, layar monitor komputer atau media elektronik lain umumnya adalah hitam. Kehadiran RGB adalah sebagai intensitas cahaya untuk mencerahkan warna layar komputer yang gelap.
Mengutip situs Figma, model warna RGB menggunakan gabungan warna cahaya dari merah, hijau, dan biru dengan untuk menciptakan serangkaian corak warna. Setiap warna yang dihasilkan memiliki intensitas mulai nol (gelap total) hingga 225 (kecerahan maksimum).
Ada beberapa campuran warna yang dapat dihasilkan RGB, di antaranya yaitu, merah dan biru yang menghasilkan magenta, biru dan hijau yang menghasilkan warna cyan, dan kombinasi ketiganya akan menghasilkan warna putih (intensitas cahaya maksimum) atau gelap (intensitas cahaya terendah).
Baca Juga: Kenapa Bulan Berwarna Merah saat Gerhana Total? Ini Penjelasannya!
Sejarah RGB
Menyadur buku Dasar Fotografi Cara Cepat Memahami Fotografi oleh Teguh Setiadi, mode warna RGB diciptakan pertama kali berdasarkan teori Young Helmholtz pada abad ke-19. Teori tersebut merupakan sebuah teori penglihatan warna trikromatik.
Adapun, maksud dari trikromatik adalah kondisi di mana mata dapat membedakan tiga warna berbeda. Hal ini terjadi karena tubuh manusia memiliki tiga pigmen sel kerucut.
Pada 1861, Maxwell menemukan warna RGB pertama kali dalam dunia fotografi. Awalnya, Maxwell ingin mengembangkan teknik fotografi baru menggunakan warna. Namun, ternyata tercipta sebuah foto dengan warna-warna sederhana.
Pada 1889, RGB muncul di dunia televisi, tepatnya di negara Rusia. Banyak yang meyakini bahwa pelopor RGB di televisi adalah John Logie Baird.
Namun, Baird baru mendemonstrasikan transmisi warna RGB pertama di dunia pada 1938 di London. Tak lama setelah demonstrasi Baird, Columbia Broadcasting System (CBS) mulai melakukan percobaan sistem warna RGB pada 1940.
Perkembangan mode warna RGB semakin berkembang pesat. RGB pun lambat laun masuk ke dunia komputer, pertama kali digunakan perusahaan Apple, Atari, dan Commodore pada 1970 hingga 1980-an. Lalu, pada 1992, lahir VGA truecolor yang sedikit demi sedikit mampu menampilkan warna RGB yang cukup baik.
Penggunaan Mode Warna RGB
Berdasarkan situs Figma, model warna RGB digunakan untuk menghasilkan warna berbeda dalam desain dan teknologi digital. Beberapa pekerjaan yang menggunakan mode warna RGB, yaitu:
Desain web. Untuk membuat berbagai elemen pada halaman web.
Desain grafis. Untuk membuat logo, iklan, dan proyek desain lainnya.
Tampilan digital. Seperti layar LED, ponsel pintar, dan monitor komputer.
Fotografi digital. Seperti kamera atau ponsel pintar mengambil gambar.
Penyuntingan video. Untuk memproses dan menerapkan efek pada video.
Warna RGB digunakan dalam media digital karena memiliki beberapa keunggulan. Pertama, gambar dengan RGB menjadi mudah disalin dan dipindahkan dari satu perangkat lunak ke perangkat lunak lain, sehingga memudahkan seseorang untuk mengedit gambar maupun video. Sebab, hampir semua perangkat lunak dapat menerima format RGB.
Dengan demikian, pengguna tak perlu melakukan konversi ke format lainnya terlebih dahulu. Pekerjaan pun akan lebih efektif.
Meski begitu, RGB kurang cocok untuk dunia cetak. Apabila gambar dengan format RGB dicetak ke dalam bentuk kertas, hasilnya cenderung kurang bagus. Hal tersebut karena printer tak menggunakan mode warna RGB, melainkan CMYK.
Perbedaan RGB dan CMYK
Masih dikutip dari situs Figma, berikut beberapa perbedaan RGB dan CMYK yang sering digunakan dalam dunia desain.
1. Penggunaan
RGB banyak digunakan untuk tampilan di layar. Sedangkan, CMYK lebih digunakan untuk pencetakan gambar. Artinya, RGB lebih sering digunakan untuk gambar digital dan CMYK untuk gambar cetak.
2. Model Warna
RGB adalah model warna aditif, yakni terdiri dari warna merah, hijau, dan biru. Sementara itu, CMYK adalah model warna subtraktif yang terdiri dari warna cyan, magenta, kuning, dan hitam.
3. Penggabungan Warna
Tidak banyak yang mengetahui jika dasar warna RGB adalah hitam. Apabila warna hitam tersebut ditambah warna lain akan membentuk gambar dengan warna-warna yang umumnya dapat terlihat di layar.
Sedangkan dasar warna CMYK adalah putih. Kemudian, warna putih tersebut dikurangi dengan rumus khusus untuk menghasilkan beberapa warna berbeda dan membentuk gambar cetak.
Kode Warna RGB
Dikutip dari RapidTables, berikut kode warna RGB untuk warna-warna yang umum digunakan:
Hitam: 0, 0, 0
Putih: 255, 255, 255
Merah: 255, 0, 0
Hijau limau: 0, 255, 0
Biru: 0, 0, 255
Kuning: 255, 255, 0
Cyan: 0, 255, 255
Magenta: 255, 0, 255
Silver: 192, 192, 192
Abu-abu: 128, 128, 128
Merah marun: 128, 0, 0
Hijau zaitun (olive): 128, 128, 0
Hijau: 0, 128, 0
Ungu: 128, 0, 128
Biru kehijauan: 0, 128, 128
Biru tua: 0, 0, 128
(NSF)
