Konten dari Pengguna

Kisah Aisyah Istri Rasulullah yang Menemani Nabi Muhammad hingga Wafat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kisah Aisyah istri Rasulullah SAW. Foto: Dok. Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kisah Aisyah istri Rasulullah SAW. Foto: Dok. Shutterstock

Nabi Muhammad SAW mempunyai istri yang paling dicintainya, yakni Aisyah binti Abu Bakar. Ia menjadi istri ketiga Nabi setelah Khadijah dan Saudah binti Zam'ah.

Sebelum menjadi istri Rasulullah SAW, Aisyah pernah dijodohkan dengan Jubayr bin Mut'im. Tetapi, pernikahan tersebut batal karena Ayah Jubayr tidak setuju keluarga Abu Bakar memeluk agama Islam.

Aisyah adalah satu-satunya istri yang masih gadis saat dinikahi Rasulullah SAW. Menjadi istri Nabi Muhammad jelas bukan hal yang mudah, tak jarang Aisyah mendapatkan cobaan berat.

Salah satu cobaan yang pernah dialaminya adalah saat Aisyah difitnah berselingkuh. Fitnah tersebut sempat mengganggu rumah tangga Rasulullah SAW dengan Aisyah, namun ia tidak menyerah begitu saja.

Ilustrasi Kisah Cinta Aisyah dan Rasulullah. Foto: Dok. Shutterstock

Ia mencoba belajar dari sosok Siti Maryam yang pernah menghadapi fitnah. Kemudian Allah SWT membela Aisyah dengan melalui surat An-Nur ayat 11-21.

Istri-istri Rasulullah SAW seringkali diberikan pilihan untuk tetap bersamanya dengan kehidupan yang apa adanya atau ingin diceraikan dan mendapatkan dunia. Ketika dihadapkan dengan pilihan tersebut, Aisyah menjadi orang pertama yang memilih ingin tetap bersama Rasul.

Kesetian itu dibuktikannya hingga Rasulullah SAW menemui ajalnya. Ketika sakit, Rasul lebih memilih untuk tinggal bersama di rumah Aisyah hingga meninggal dalam dekapannya.

Beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilahirkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengan ampunan dan rezeki yang mulia.” (Al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398).

Rasulullah SAW wafat pada Rabiul Awal tahun ke-11 Hijriah. Sementara itu, terdapat sejumlah perbedaan tahun saat Aisyah wafat.

Ada yang mengatakan Aisyah wafat pada malam Selasa, 17 Ramadhan tahun 58 Hijriah. Adapula yang mengatakan tahun 57 Hijriah.

Sesuai dengan wasiat yang ditulisnya, Aisyah dimakamkan di Baqi. Salat jenazahnya dipimpin sahabat nabi, yakni Abu Hurairah.

(DNA)