Konten dari Pengguna

Kisah Istri Rasulullah Maimunah Binti Al-Harits Salah Satu Ummahatul Muminin

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah Maimunah Binti Al Harist. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah Maimunah Binti Al Harist. Foto: Pixabay.

Maimunah binti Al Harits adalah salah satu istri Rasulullah SAW. Beliau termasuk dalam ummahatul muminin atau ibu dari orang -orang yang beriman. Ia adalah wanita yang secara ikhlas dan tulus menyerahkan dirinya kepada Nabi Muhammad SAW ketika keluarganya hidup dalam kebiasaan jahiliah.

Dikutip dari buku The Golden Stories of Ummahatul Mukminin oleh Ukasyah Habibu Ahmad, nama lengkap Maimunah sebelum masuk Islam adalah Barrah binti Al Harist bin Hazm bin Bujair bin Hazm bin Rabi’ah. Sedangkan ibunya bernama Hindun binti Auf bin Harist bin Hamathah. Maimunah merupakan saudara seibu dengan istri Rasulullah yang lain yakni Zainab binti Khuzaimah ra.

Maimunah lahir pada tahun 29 sebelum Hijriah, beliau adalah saudara dari Ummu Al Fadhl binti Al Harits, Salma binti Umais, dan Asma binti Umais. Ketiga saudaranya merupakan istri dari keluarga Rasul. Selain itu, Maimunah merupakan bibi dari Abdullah bin Abbas dan Khalid bin al Walid ra.

Pernikahan Maimunah binti Al Harist dan Rasulullah SAW

Ilustrasi kisah Maimunah Binti Al Harist. Foto: Shutterstock.

Dikutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV oleh Yusak Burhanudin, dkk, Maimunah Binti Al Harist dinikahi Rasulullah pada tahun ke tujuh Hijriyah ketika Nabi dan kaum muslimin melaksanakan umrah qada.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Maimunah dinikahi Masud bin Amr Ats Tsaqafi namun bercerai. Maimunah kemudian menikah lagi dengan Abu Ruhm bin Abdul Uzza dan kembali menjanda karena sang suami wafat.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, Maimunah mendapat firasat bahwa Allah akan menganugerahinya seorang suami yang akan menuntunnya ke surga. Firasatnya ternyata benar, saat melaksanakan Umrah, Rasulullah mengutus Jafar bin Abi Thalib untuk menemuinya.

Maimunah binti Al Harist menyerahkan segala urusannya kepada suami adiknya, yakni Abbas bin Abdul, yang juga membantunya untuk menikah dengan Rasulullah. Pengantin baru ini menghabiskan malam pertamanya di daerah Saraf.

Kisah pernikahan Maimunah binti Al Harist ini diabadikan dalam Alquran pada surat Al Ahzab ayat 50, yang berbunyi.

وَامْرَاَةً مُّؤْمِنَةً اِنْ وَّهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ اِنْ اَرَادَ النَّبِيُّ اَنْ يَّسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۗ

Artinya: Dan wanita mukmin yang menyerahkan dirinya kepada nabi kalau nabi mau mengawininya, sebagai pekhususan bagimu. Bukan untuk semua orang mukmin.

Kehidupan Pernikahan Maimunah binti Al Harits dengan Rasulullah

lustrasi kisah Maimunah Binti Al Harist. Foto: Shutterstock.

Setelah menikah dengan Rasulullah, Maimunah menjalani hari-hari dalam ketaatan dan dipenuhi kebahagiaan. Tak heran, jika ia termasuk tokoh wanita yang meriwayatkan sejumlah hadist Rasulullah.

Pernikahannya dengan Nabi memberikan berkah luar biasa bagi Bani Hilal. Karena pernikahan ini, masyarakat Bani Hilal tertarik untuk memeluk dan termotivasi mempelajari agama Islam.

Dikutip dari buku Wanita-Wanita dalam Al-Qur'an oleh Dr. Abdurrahman Umairah, saat kabar Rasulullah wafat, Maimunah menerimanya dengan hati yang pilu namun tetap tegar. Setelah wafatnya Rasulullah, beliau hidup sebagai wanita yang ahli ibadah.

Maimunah binti Al Harist hidup hingga lima puluh tahun kemudian. Seluruh waktunya ia jalani dengan penuh kesalihan, menyampaikan dakwah Rasulullah dan selalu mengenangnya sebagai junjungan dan guru seluruh umat Muslim.

Ia selalu bersujud kepada Allah, memohon kepada-Nya agar selalu diberikan petunjuk saat menjalankan segala kewajiban. Allah menjadikan Maimunah binti Al Harist sebagai salah satu wanita -wanita salihah dan termasuk dalam salah satu wali Allah.

Wafatnya Maimunah Binti Al Harist

Ilustrasi kisah Maimunah Binti Al Harist. Foto: Pixabay.

Masih dari sumber yang sama, Maimunah binti Al Harist wafat pada masa kekhalifahan Muawiyah bin Abi Sufyan pada tahun ke-61. Beliau wafat setelah pergi haji bersama Abdullah bin Abbas pada usia sekitar 80 tahun.

Maimunah dimakamkan di daerah Saraf tempat Rasulullah menikahinya dan mewasiatkan agar rumahnya dijadikan sebagai tempat menuntut ilmu. Beliau dimakamkan oleh Abdullah bin Abbas beserta Yazid bin Al Asham, Abdullah bin Syaddad, dan Abdullah Al Khaulani.

(IPT)