Kode Warna Penggalang dan Seragamnya dalam Pendidikan Pramuka Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan pramuka di Indonesia apabila diartikan secara luas adalah suatu proses pembinaan dan pengembangan kecakapan yang dimiliki peserta didik. Tujuannya untuk menjadikan para anggotanya sebagai manusia yang mandiri, peduli, bertanggung jawab dan berpegang teguh pada nilai serta norma masyarakat.
Dalam pendidikan pramuka, peserta didik biasanya dibagi ke dalam beberapa golongan sesuai usianya. Mengutip buku Pendidikan Kepramukaan Berbasis Pendidikan Karakter oleh Prof. Dr. H. Sukiyat, berikut adalah pembahasan singkat mengenai golongan usia dalam Pendidikan pramuka.
Golongan siaga: Pramuka golongan siaga adalah anak-anak yang berusia 7-10 tahun. Golongan ini terbagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu Mula, Bantu, dan Tata.
Golongan penggalang: Usia peserta didik pada golongan ini adalah 11-15 tahun. Tingkatan pada golongan penggalang, yaitu Ramu, Rakit, dan Terap.
Golongan penegak: Golongan penegak ini diisi oleh usia remaja, yaitu 16-20 tahun. Tingkatan penegak terdiri atas Penegak Bantara (pengawal) dan Penegak Laksanan (pelaksana).
Selain usia, golongan pendidikan pramuka di Indonesia juga dibedakan berdasarkan kode warnanya. Lantas, apa kode warna penggalang? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasan di bawah ini.
Kode Warna Penggalang Pramuka Indonesia
Dijelaskan oleh Kak Agus S. Dani dan Kak Budi Anwari dalam Buku Panduan Pramuka Penggalang, kode warna penggalang dalam pendidikan pramuka adalah merah. Warna ini melambangkan tanda keberanian.
Selain kode warna, ada juga kode kehormatan untuk golongan penggalang. Kode kehormatan golongan penggalang adalah Trisatya dan Dasadarma.
Seragam Pramuka Golongan Penggalang Indonesia
Merujuk buku Menjadi Pramuka Penggalang oleh Harmasto, ada beberapa petunjuk dalam penyelenggaraan seragam pramuka untuk golongan penggalang, yaitu sebagai berikut:
A. Seragam Harian Pramuka Penggalang Putri
1. Tutup kepala
Dibuat dari kain laken/beludru, warna cokelat tua.
Berbentuk topi bulat.
Lebar lidah topi kurang lebih 4 cm.
2. Baju
Dibuat dari bahan warna cokelat muda.
Lengan pendek untuk yang tidak berhijab. Bagi yang berhijab, maka bisa menggunakan lengan panjang.
Memakai lidah bahu lebar 3 cm.
Kerah model kerah dasi.
Kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
Memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.
Dimasukkan ke dalam rok.
3. Rok
Dibuat dari bahan warna cokelat tua.
Berbentuk kulot.
Memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
Memakai 2 (dua) saku timbul di bagian depan dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
Bagian depan dan belakang tanpa lipatan, hanya menggunakan kupnat.
Memakai ritsleting di bagian belakang.
Memakai ikat pinggang berwarna hitam.
Panjang kulot 5 cm di bawah lutut.
4. Setangan leher
Dibuat dari bahan warna merah dan putih.
Berbentuk segitiga sama kaki: 1. Sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90° (panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang); 2. Bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
Setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan kurang lebih 5 cm), sehingga warna merah putih tampak dengan jelas dan pemakaiannya tampak rapi.
Dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
Dikenakan di bawah kerah baju.
5. Kaos kaki
Panjang kaos kaki sampai betis.
Warna hitam.
6. Sepatu
Model tertutup.
Warna hitam.
Bertumit rendah.
7. Tanda pengenal
Tanda topi dikenakan di topi bagian depan tengah.
Papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku.
B. Seragam Harian Pramuka Penggalang Putra
1. Tutup kepala
Dibuat dari bahan warna cokelat tua.
Berbentuk baret.
Dikenakan dengan tepi mendatar, bagian atasnya ditarik miring ke kanan.
2. Baju
Dibuat dari bahan warna cokelat muda.
Lengan pendek.
Memakai lidah bahu lebar 3 cm.
Kerah baju model kerah dasi.
Kancing baju di depan berwarna sama dengan bajunya.
Memakai dua saku tempel di dada kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm di tengah saku dan diberi tutup bergelombang.
Dimasukkan ke dalam celana.
3. Celana
Dibuat dari bahan warna cokelat tua.
Berbentuk celana pendek.
Memakai ban pinggang dan tempat ikat pinggang (brattle) selebar 1 cm.
Memakai saku dalam di samping kanan dan kiri.
Memakai saku tempel di bagian belakang kanan dan kiri dengan lipatan luar selebar 2 cm dan diberi tutup.
Memakai saku timbul di bagian samping kanan dan kiri dengan lipatan dalam di tengah saku dan diberi tutup (ukuran saku disesuaikan dengan besar badan pemakai).
Memakai ritsleting di bagian depan.
Memakai ikat pinggang berwarna hitam.
Panjang celana sampai lutut.
4. Setangan leher
Dibuat dari bahan warna merah dan putih.
Berbentuk segitiga sama kaki: 1. Sisi panjang 100-120 cm dengan sudut bawah 90° (panjang disesuaikan dengan tinggi badan pemakai sampai di pinggang); 2. Bahan dasar warna putih dengan lis warna merah selebar 5 cm.
Setangan leher dilipat sedemikian rupa (lebar lipatan kurang lebih 5 cm), sehingga warna merah putih tampak dengan jelas dan pemakaiannya tampak rapi.
Dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher.
Dikenakan di bawah kerah baju.
5. Kaos kaki
Panjang kaos kaki sampai betis.
Warna hitam.
6. Sepatu
Model tertutup.
Warna hitam.
7. Tanda pengenal
Tanda topi dikenakan di baret sebelah kiri.
Papan nama dikenakan di baju bagian depan kanan di atas saku
(NDA)
