Konten dari Pengguna

Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penjajahan di Era Kolonialisme. Foto: Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Penjajahan di Era Kolonialisme. Foto: Pinterest

Masa penjajahan Belanda menjadi salah satu masa kelam yang pernah dialami oleh bangsa Indonesia. Pendudukan tersebut identik dengan beban kerja berat yang sangat menyiksa masyarakat Tanah Air.

Mengutip buku Bahas Tuntas 1001 Soal IPS SD Kelas 4,5, dan 6 tulisan Forum Tentor (2009), kedatangan Belanda ke Indonesia didasari keinginan untuk mencari rempah-rempah. Pada abad ke-16, Belanda berlayar ke beberapa wilayah untuk mendapat rempah dan menyebarkan agama Kristen.

Pelayaran tersebut mengantarkan mereka ke Indonesia. Awalnya, Belanda datang untuk berdagang, namun keserakahan mendorong mereka untuk menguasai seluruh wilayah Nusantara.

Mengutip buku IPS Terpadu (Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah) oleh Nana Supriatna, dkk. (2006), Belanda mendirikan kongsi dagang VOC atau Veregnide Oost Indische Compagnie pada 1602 di Batavia untuk memperkuat kedudukannya.

VOC memegang hak kuat, yaitu Hak Octroi atau istimewa. Hak Octroi merupakan hak untuk mengeluarkan kebijakan tanpa meminta izin kepada pemerintah Belanda. Hak ini mencakup pencetakan uang, pendudukan daerah asing, pembentukan tentara, dan pengangkatan pegawai.

VOC memiliki keinginan kuat untuk menguasai pusat perdagangan di Nusantara seperti Batavia, Selat Sunda, Makassar, Mataram, Maluku, Banten dan lainnya. Mereka berusaha mewujudkan keinginan itu dengan cara kejam, mulai dari politik adu domba hingga kebijakan yang menyiksa.

Ilustrasi penjajahan Foto: Wikipedia/ Tropenmuseum

Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Kondisi masyarakat Indonesia di masa penjajahan Belanda dipenuhi penderitaan. Politik adu domba keji yang dilancarkan Belanda hingga memicu perseteruan antara raja-raja di daerah. Alhasil, terjadilah perang saudara dan perebutan tahta kerajaan.

Tidak hanya itu, Gubernur Jenderal Daendels juga memaksa masyarakat Indonesia untuk kerja paksa membuat jalan sepanjang 1.000 km dari Anyer ke Panarukan. Kerja paksa ini menimbulkan banyak korban jiwa.

Masyarakat juga diperintahkan untuk mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya serta membangun Pelabuhan Merdeka. Tidak lama kemudian, Daendels digantikan Jansens yang akhirnya dikalahkan oleh Inggris.

Pada 1816, Belanda kembali berkuasa dan menyiksa bangsa Indonesia. Gubernur Van Den Bosch memerintahkan rakyat untuk menjalankan politik tanam paksa untuk mengisi kas Belanda yang kosong.

Politik tanam paksa membuat rakyat semakin menderita. Sebab, mereka harus menanam 1/5 tanah dengan peraturan Belanda dan membayar pajak serta ganti rugi tanaman. Pada 1942, penjajahan Belanda di bumi Nusantara berakhir dan digantikan dengan penjajahan Jepang.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Awal Penjajahan Belanda di Indonesia

chevron-down

Penjajahan Belanda atas Indonesia dimulai dari keinginan Belanda untuk mencari rempah-rempah dan menyebarkan agama Kristen.

Apa Itu VOC?

chevron-down

VOC adalah kongsi dagang yang berupaya memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia.

Kebijakan Belanda di Indonesia Pada Masa Penjajahan

chevron-down

Ketika Belanda menjajah Indonesia, mereka mengeluarkan berbagai kebijakan yang merugikan, yaitu Kebijakan Tanam Paksa.