Konsep BAGJA dalam Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) dan Penerapannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BAGJA adalah adaptasi dari konsep atau kerangka berpikir inkuiri apresiatif yang digunakan dalam manajemen perubahan. Konsep tersebut mulai diadaptasi pada program Kemdikbud bertajuk Pendidikan Guru Penggerak (PGP).
Dikutip dari laman SIMPKB, BAGJA adalah singkatan dari Buat pertanyaan (devine), Ambil pelajaran (discover), Gali mimpi (dream), Jabarkan rencana (design), dan Atur eksekusi (deliver). Kelima aspek tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran.
Tidak hanya guru, konsep BAGJA juga harus dipahami murid, orang tua, pemangku kepentingan, dan unsur masyarakat. Dengan begitu, proses pembelajaran dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai yang diinginkan oleh semua pihak.
Konsep BAGJA memungkinkan munculnya kolaborasi yang kompak antar semua elemen. Tentunya, kolaborasi tersebut berangkat dari kekuatan aset yang dimiliki agar output yang dihasilkan lebih kontekstual.
Konsep BAGJA dan Contoh Penerapannya
Konsep BAGJA yang diterapkan pada PGP bisa disusun berdasarkan prakarsa perubahannya. Masing-masing aspek bisa diwakili oleh pertanyaan dan tindakan/penyelidikan tertentu.
Guru dapat merefleksikan apa saja yang dibutuhkannya dalam proses pembelajaran melalui metode BAGJA. Berikut contoh pertanyaan dan tindakannya yang bisa Anda pelajari.
BAGJA dengan Prakarsa Perubahan “Mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak”
B-uat pertanyaan utama (define)
1. Perintah
Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah penyelidikan kekuatan/potensi/ peluang; mendefinisikan tujuan; pertanyaan dibuat untuk memprovokasi/ menginisiasi perubahan (prakarsa);
Melakukan tindakan untuk menggalang atau membangun koalisi/tim perubahan > dukungan, urgensitas.
2. Pertanyaan
Apa yang harus saya lakukan untuk mengembagkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak?
3. Tindakan
Mengajak kepala sekolah bertukar pikiran terkait pentingnya mengembangkan kreativitas anak.
Membaca literatur mengenai kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak di kelas.
A-mbil pelajaran (discover)
1. Perintah
Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/peluang lewat penyelidikan; mengidentifikasi/ mengapresiasi yang terbaik dari apa yang telah ada, menemukan "inti positif"; setiap pertanyaan dibuat dengan hati-hati dan sifatnya positif;
Menentukan cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsur.
2. Pertanyaan
Siapakah orang yang pernah berhasil mendapatkan lingkar pinggang yang ideal?
Bagaimana dia mengatur menu dan pola makanannya?
Aktivitas apa saja yang dia lakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan?
Situasi apa saja yang selama ini telah mendukung usaha mencapai lingkar pinggang ideal?
Keterampilan apa yang sudah saya miliki dan membantu saya mewujudkan pembelajaran yang meningkatkan kreativitas anak?
3. Tindakan
Mencari contoh nyata bagaimana pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak berjalan (wawancara/ korespondensi/studi literatur, secara mandiri dan kolaborasi).
Mewawancarai/survei pengalaman./pendapat guru/KS/PS/murid/orangtua.
G-ali mimpi (dream)
1. Perintah
Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud.
Membayangkan dan menggambarkan masa depan.
Gambaran masa depan dimunculkan dari contoh-contoh yang membumi dari masa lalu yang positif.
Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multi unsur (kapan, di mana, siapa saja).
2. Pertanyaan
Apakah kebiasaan-kebiasaan baru yang saya bayangkan terjadi jika pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak telah berjalan baik?
3. Tindakan
Membuat deskripsi sikap saya dalam merespon kesalahan anak lewat survei. Contoh hasil: lebih toleran dan mengarahkan energi saya untuk menuntun anak mengambil pelajarannya bukan untuk menghakimi-nya
Membuat daftar keterampilan baru yang akan saya peroleh dari literatur. Contoh hasil: saya terlatih dalam memberikan pertanyaan pemandu, pemancing, yang menantang dan memprovokasi cara pandang baru anak-anak atas situasi/persoalan/keadaan
Membuat gambaran sikap dan respon anak atas kesalahan kes yang mereka buat melalui wawancara. Contoh hasil: anak-anak tidak takut berbuat salah, mengambil pelajaran dari kesalahan, berupaya memperbaiki-nya, dan berani berkreasi.
J-abarkan rencana (design)
1. Perintah
Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera, dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;
Menciptakan organisasi yang ideal demi mencapai mimpi;
Mempertahankan perubahan positif, atau menindaklanjuti masa lalu organisasi yang paling positif dan potensial;
Menyusun definisi kesuksesan pencapaian bertahap.
2. Pertanyaan
Apa langkah paling sederhana/langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas anak?
3. Tindakan
Membuat daftar pertanyaan untuk berdialog bersama anak-anak tentang apa saja sikap/pola pikir yang menunjukkan kreativitas.
Melakukan penjajakan bersama kepala sekolah dan guru mengenai program kreatif di sekolah.
A-tur eksekusi (deliver)
1. Perintah
Menentukan siapa yang berperan dalam pengambilan keputusan;
Merupakan awal dari penciptaan ‘budaya belajar apresiatif’ yang berkelanjutan;
Menyelaraskan interaksi setiap orang (unsur) terlibat agar dapat bersama-sama menciptakan (co-create) masa depan;
Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (Misal: protokol/SOP, knowledge management, monev/refleksi).
2. Pertanyaan
Siapa yang bisa mengarahkan dan memantau saya dalam menerapkan dan mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas?
3. Tindakan
Mengajak rekan guru dan kepala sekolah untuk mengobservasi kelas setiap tanggal-tanggal tertentu.
Baca juga: Memahami Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak
(MSD)
