Kriteria Pelengkap Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa, Apa Saja?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan program Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MBK). Program ini memfasilitasi pengajuan arsip bersejarah sebagai warisan dokumenter yang memiliki nilai signifikansi nasional.
Melalui program ini, arsip didaftarkan dan dilestarikan agar terhindar dari risiko rusak maupun musnah. Program ini juga mendorong peningkatan akses terhadap arsip agar dapat dimanfaatkan lebih luas serta membentuk ingatan kolektif mengenai sejarah bangsa.
Untuk dapat didaftarkan dalam program tersebut, arsip harus memenuhi dua kategori kriteria, yaitu utama dan pelengkap. Lantas, kriteria pelengkap arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa meliputi apa saja? Agar lebih memahaminya, simak pembahasannya di bawah ini.
Kriteria Pelengkap Arsip Sebagai Memori Kolektif Bangsa
Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media yang dibuat maupun diterima oleh lembaga atau perseorangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arsip juga memiliki peran penting sebagai sumber informasi sekaligus bukti perjalanan sejarah.
Berdasarkan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2021, kriteria pelengkap arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa meliputi tiga aspek, yaitu:
1. Keunikan dan Kelangkaan
Kriteria pertama adalah keunikan dan kelangkaan, yaitu arsip yang memiliki jenis atau corak tertentu dengan media yang berhasil diselamatkan dari kemusnahan. Kriteria ini juga mencakup arsip yang menjadi contoh unik atau langka karena mewakili jenis, periode, maupun kondisi zamannya, baik dari segi fisik maupun informasi yang terkandung di dalamnya.
2. Integritas
Kriteria berikutnya adalah integritas, yaitu arsip yang kelengkapan dan keutuhannya tetap terjaga. Informasi maupun kondisi fisik arsip tidak mengalami pengurangan, penambahan, atau perubahan yang dapat memengaruhi keasliannya.
3. Kondisi
Kriteria kondisi mengacu pada keadaan fisik dan informasi arsip yang masih dapat diakses. Apabila terdapat kerusakan pada fisik arsip, permohonan registrasi tetap dapat diterima selama konten, konteks, dan struktur arsip masih utuh atau tetap terjaga.
Kriteria Utama Arsip Sebagai Memori Kolektif Bangsa
Selain kriteria pelengkap, arsip yang dapat dikategorikan sebagai Memori Kolektif Bangsa juga harus memenuhi kriteria utama, yaitu:
1. Signifikansi Sejarah
Signifikansi sejarah meliputi:
Pergerakan politik, ekonomi, sosial, atau spiritual
Tokoh terkemuka dalam sejarah bangsa Indonesia
Peristiwa penting yang mengubah bangsa Indonesia
Tempat spesifik yang memiliki nilai penting
Adat istiadat tradisional (termasuk kearifan lokal)
Hubungan dengan negara lain, komunitas lain, antar daerah, antarprovinsi, antarsuku, atau antardesa
Perubahan struktur kehidupan dan budaya
Titik balik dalam sejarah atau inovasi penting
Keunggulan dalam seni, sastra, sains, teknologi, olahraga, atau bidang kehidupan lainnya
2. Bentuk dan Corak
Kriteria utama bentuk dan corak meliputi:
Karakteristik unik dari segi estetika, gaya, atau bahasa
Cara penyampaian yang berkembang dalam tradisi atau kebiasaan daerah
Bentuk media atau format arsip yang sudah jarang ditemukan atau terancam punah
3. Signifikansi Sosial, Spiritual, atau Komunitas
Aspek ini mencakup arsip dari masa lalu yang, baik secara fisik maupun isi informasinya, memiliki keterkaitan emosional dan spiritual dengan kehidupan masyarakat masa kini. Keterkaitan tersebut dapat berhubungan dengan tokoh, komunitas, maupun peristiwa penting tertentu yang masih memiliki pengaruh atau makna hingga saat ini.
Baca juga: Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Penataan Ruang Pameran Arsip Statis Adalah?
(RK)
