Konten dari Pengguna

Kriteria Pelengkap Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa, Apa Saja?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Foto: Unsplash

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menyelenggarakan program Registrasi Arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa (MBK). Program ini memfasilitasi pengajuan arsip bersejarah sebagai warisan dokumenter yang memiliki nilai signifikansi nasional.

Melalui program ini, arsip didaftarkan dan dilestarikan agar terhindar dari risiko rusak maupun musnah. Program ini juga mendorong peningkatan akses terhadap arsip agar dapat dimanfaatkan lebih luas serta membentuk ingatan kolektif mengenai sejarah bangsa.

Untuk dapat didaftarkan dalam program tersebut, arsip harus memenuhi dua kategori kriteria, yaitu utama dan pelengkap. Lantas, kriteria pelengkap arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa meliputi apa saja? Agar lebih memahaminya, simak pembahasannya di bawah ini.

Kriteria Pelengkap Arsip Sebagai Memori Kolektif Bangsa

Ilustrasi kriteria pelengkap arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa meliputi. Foto: Unsplash

Arsip merupakan rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media yang dibuat maupun diterima oleh lembaga atau perseorangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Arsip juga memiliki peran penting sebagai sumber informasi sekaligus bukti perjalanan sejarah.

Berdasarkan Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2021, kriteria pelengkap arsip sebagai Memori Kolektif Bangsa meliputi tiga aspek, yaitu:

1. Keunikan dan Kelangkaan

Kriteria pertama adalah keunikan dan kelangkaan, yaitu arsip yang memiliki jenis atau corak tertentu dengan media yang berhasil diselamatkan dari kemusnahan. Kriteria ini juga mencakup arsip yang menjadi contoh unik atau langka karena mewakili jenis, periode, maupun kondisi zamannya, baik dari segi fisik maupun informasi yang terkandung di dalamnya.

2. Integritas

Kriteria berikutnya adalah integritas, yaitu arsip yang kelengkapan dan keutuhannya tetap terjaga. Informasi maupun kondisi fisik arsip tidak mengalami pengurangan, penambahan, atau perubahan yang dapat memengaruhi keasliannya.

3. Kondisi

Kriteria kondisi mengacu pada keadaan fisik dan informasi arsip yang masih dapat diakses. Apabila terdapat kerusakan pada fisik arsip, permohonan registrasi tetap dapat diterima selama konten, konteks, dan struktur arsip masih utuh atau tetap terjaga.

Kriteria Utama Arsip Sebagai Memori Kolektif Bangsa

Ilustrasi kriteria utama arsip sebagai memori kolektif bangsa. Foto: Unsplash

Selain kriteria pelengkap, arsip yang dapat dikategorikan sebagai Memori Kolektif Bangsa juga harus memenuhi kriteria utama, yaitu:

1. Signifikansi Sejarah

Signifikansi sejarah meliputi:

  • Pergerakan politik, ekonomi, sosial, atau spiritual

  • Tokoh terkemuka dalam sejarah bangsa Indonesia

  • Peristiwa penting yang mengubah bangsa Indonesia

  • Tempat spesifik yang memiliki nilai penting

  • Adat istiadat tradisional (termasuk kearifan lokal)

  • Hubungan dengan negara lain, komunitas lain, antar daerah, antarprovinsi, antarsuku, atau antardesa

  • Perubahan struktur kehidupan dan budaya

  • Titik balik dalam sejarah atau inovasi penting

  • Keunggulan dalam seni, sastra, sains, teknologi, olahraga, atau bidang kehidupan lainnya

2. Bentuk dan Corak

Kriteria utama bentuk dan corak meliputi:

  • Karakteristik unik dari segi estetika, gaya, atau bahasa

  • Cara penyampaian yang berkembang dalam tradisi atau kebiasaan daerah

  • Bentuk media atau format arsip yang sudah jarang ditemukan atau terancam punah

3. Signifikansi Sosial, Spiritual, atau Komunitas

Aspek ini mencakup arsip dari masa lalu yang, baik secara fisik maupun isi informasinya, memiliki keterkaitan emosional dan spiritual dengan kehidupan masyarakat masa kini. Keterkaitan tersebut dapat berhubungan dengan tokoh, komunitas, maupun peristiwa penting tertentu yang masih memiliki pengaruh atau makna hingga saat ini.

Baca juga: Aspek yang Perlu Diperhatikan dalam Penataan Ruang Pameran Arsip Statis Adalah?

(RK)