Konten dari Pengguna

Kumpulan Dalil Hadits tentang Ikhlas untuk Mengharap Ridho Allah SWT

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Pixabay

Umat Muslim harus melakukan ibadah dan segala amalan lainnya dengan ikhlas. Artinya, tidak boleh ada niat lain seperti ingin dipuji orang (riya) atau sebagainya, selain hanya untuk mendapatkan ridho Allah SWT.

Ikhlas dalam ajaran Islam adalah hal yang sangat penting, karena menjadi penentu diterima atau tidaknya amal perbuatan seseorang. Amalan dapat menjadi baik apabila dilakukan dengan ikhlas, namun bisa menjadi maksiat apabila memiliki niat lain. Allah SWT berfirman:

قُلۡ اِنَّمَاۤ اَنَا بَشَرٌ مِّثۡلُكُمۡ يُوۡحٰٓى اِلَىَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمۡ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ‌  ۚ فَمَنۡ كَانَ يَرۡجُوۡالِقَآءَ رَبِّهٖ فَلۡيَـعۡمَلۡ عَمَلًا صَالِحًـاوَّلَايُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا

Artinya: “Katakanlah (Muhammad): Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya." (QS. Al Kahfi: 110)

Muhammad Farid Wajdi menerangkan dalam buku Jangan Khawatir, Allah Bersamamu, ikhlas bukanlah perkara mudah karena Allah Maha Mengetahui apapun yang kita niatkan di dalam hati. Hal ini pun tercantum dalam firman Allah yang artinya:

"Katakanlah: Wahai Muhammad, sekalipun engkau semua sembunyikan apa-apa yang ada di dalam hatimu ataupun engkau sekalian tampakkan, pasti diketahui juga oleh Allah." (QS. Ali lmran: 29)

Selain kedua firman di atas, adakah dalil hadits tentang ikhlas berdasarkan sabda Rasulullah? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Hadits tentang Ikhlas dari Sabda Rasulullah SAW

Alquran. Foto: Pixabay

Perlu diingat, setiap amal perbuatan itu harus didasari oleh niat ikhlas hanya karena Allah SWT. Hal tersebut diterangkan dalam beberapa hadits tentang ikhlas yang diambil dari buku Ikhlas, Kunci Diterimanya Ibadah terbitan Akhbar Media Eka Sarana berikut.

  • “Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; Amal itu hanyalah dengan niat, dan bagi setiap orang (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada Allah dan RasulNya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada (keuntungan) dunia yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia hijrah kepadanya.” (HR. Bukhori dan Muslim).

  • “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim).

  • “Seandainya salah seorang di antara kamu melakukan suatu perbuatan di dalam gua yang tidak ada pintu dan lubangnya, maka amal itu tetap akan bisa keluar (tetap dicatat oleh Allah) menurut keadaannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya. (HR. Abu Dawud).

  • “Apabila Allah menurunkan adzab kepada sekelompok kaum, maka adzab itu akan menimpa orang-orang yang berada di dalamnya. Kemudian mereka akan dibangkitkan berdasar niat mereka masing-masing” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • “Barangsiapa memurkakan (membuat marah) Allah untuk meraih keridhaan manusia maka Allah murka kepadanya dan menjadikan orang yang semula meridhoinya menjadi murka kepadanya. Namun barangsiapa meridhokan Allah (meskipun) dalam kemurkaan manusia maka Allah akan meridhoinya dan meridhokan kepadanya orang yang pernah memurkainya, sehingga Allah memperindahnya, memperindah ucapannya dan perbuatannya dalam pandangan-Nya.” (HR. Ath-Thabrani).

(NDA)