Konten dari Pengguna

Kumpulan Doa yang Paling Ditakuti Jin dan Setan untuk Diamalkan Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa yang paling ditakuti jin dan setan, Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Doa yang paling ditakuti jin dan setan, Foto: Pixabay

Pada dasarnya, Allah SWT menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah. Namun, ada beberapa golongan jin yang mengganggu hingga merugikan manusia. Karenanya, umat Muslim perlu mengamalkan doa yang paling ditakuti jin dan setan agar terhindar dari tipu daya mereka.

Ada banyak doa yang bisa diamalkan untuk membuat jin dan setan merasa takut. Ustadz adi Hidayat dan Dr.Said bin Ali Wahf al Qahthani dalam buku Syarah Do’a dan Dzikir Hishnul Muslim mengajakrkan beberapa doa yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Doa yang Paling Ditakuti Jin dan Setan

1. Taawudz

أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِِْ

Audzubillah himinas syaiton nirojim

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Taawudz merupakan salah satu doa yang paling ditakuti oleh jin dan setan. Dalam sebuah hadits Imam Muslim dari sahabat Utsman bin Abil ‘Ash ats-Tsaqafi rahimahullahu ta’ala, dia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengadu:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya setan telah datang dan menggangguku dalam shalatku juga menggangguku dengan mengacaukan bacaanku.” Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Itu adalah seorang setan yang disebut Khanzab, maka apabila kamu merasakan kedatangannya, berlindunglah kepada Allah (ber-ta’awwudz-lah) darinya dan meludahlah kekiri tiga kali.” Utsman pun mengatakan, “Aku pun melakukannya, maka Allah pun mengusirnya dariku.” (HR. Muslim, no. 2203)

2. Membaca Ayat Kursi

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyum, laa ta’khudzuhuu sinatuw wala naum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardli man dzal ladzii yasfa'u ‘indahuu illaa biidznih, ya’lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum wala yuhithuuna bisya'in min ‘ilmihii illa bimaa syaa’ wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardhi walaa ya’uuduhuu hifdhuhumaa wahuwal ‘aliyyul ‘azhiim.

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Maha Tinggi, Maha Besar.” (Qs. Al-Baqarah: 255)

Diriwayatkan dalam sebuah hadits oleh Bukhari, dikisahkan dari Abu Hurairah yang bertemu dengan setan pada suatu malam. Setan tersebut memberitahukan kepada Abu Hurairah terkait doa yang paling ditakutinya. Lalu, Abu Hurairah menemui Rasulullah dan berkata:

“Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan suatu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa kalimat tersebut?” Abu Hurairah menjawab, “Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan ‘Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum’. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatimu hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?” “Tidak,” jawab Abu Hurairah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Dia adalah setan." (HR. Bukhari)

Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Fathul Bari, salah satu tafsir dari hadits ini adalah menunjukan keutamaan dari membaca ayat kursi. Allah SWT akan melindungi orang-orang yang membaca ayat kursi dari gangguan jin dan setan.

3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Sa’id bahwa dirinya berkata:

“Dahulu Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berlindung dari mata jahat jin dan mata jahat manusia, ketika telah turun Al- Mu’awwidzatain (surat Al-Falaq dan An-Naas), beliau membaca keduanya dan meninggalkan lainnya”. (HR. Nasai, no. 5494; Ibnu Majah, no. 3511. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

4. Membaca Adzan

Doa yang paling ditakuti jin dan setan, Foto: Unsplash

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

“Apabila adzan shalat dikumandangkan, setan akan berpaling sambil kentut, supaya dia tidak mendengar suara adzan. Setelah kumandang adzan selesai, dia datang lagi. Dan ketika iqamah dilaksanakan, dia berpaling lagi. Setelah iqamah selesai, dia datang lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5. Membacakan Surat Al-Baqarah

Diriwayatkan oleh Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jangan jadikan rumahmu sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim 1/539)

Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan jika mendengar surah Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah.” (HR. Hakim, dinilai Hasan oleh Syaikh Albani)

6. Doa Berlindung dari Setan

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِيْ لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَبَرَأَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَانُ

A’uudzu bikalimaatil laahit-taammaatil-latii laa yujaawizuhunna barrun wala faajirun min syarri maa kholaq, wa baraka wa dzaro-a, wa man syarri maa yanzilu minas-samaa’, wa min syarri maa yakhruju fiha, wa min syarri maa dzaro-a fil ardh, wa min syarri maa yakhruju minhaa, wa min syarri fitanil-laili wan-nahaar, wa min syarri kulli thoriqin illaa thooriqon yathruqu bikhoirin yaa rohmaan.

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan ditembus oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan dan dijadikan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar daripadanya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih,”. (HR. Ahmad)

Frequently Asked Question Section

Surat apa yang ditakuti jin dan setan?
chevron-down

Di antaranya adalah surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas.

Bagaimana cara mengusir jin dan setan?
chevron-down

Membaca doa dan mengingat Allah adalah dua upaya yang dapat dilakukan agar terhindari dari ganguan jin dan setan.

(PHR)