Kumpulan Pepatah Minang dan Artinya sebagai Motivasi Menjalani Kehidupan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di antara sekian banyak daerah di Indonesia, Minangkabau, Sumatra Barat, termasuk salah satu yang melahirkan banyak pepatah. Pepatah Minang memiliki tema beragam, tapi kebanyakan tentang petuah-petuah untuk menjalani hidup.
Menurut KBBI, pepatah adalah peribahasa yang berisi nasihat atau ajaran dari orang tua. Lebih lanjut, mengutip buku Cakap Peribahasa, Puisi Baru, dan Pantun tulisan Puput Alviani, pepatah adalah peribahasa yang ringkas dan bijak. Pepatah diucapkan untuk mematahkan atau mematikan ucapan orang lain.
Dalam budaya Minangkabau, pepatah Minang tidak hanya berperan untuk menasihati orang lain, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mencerminkan adat dan kebiasaan masyarakat Minang.
Kumpulan Pepatah Minang
Bagi yang sedang membutuhkan kata-kata motivasi, berikut kumpulan pepatah Minang yang dikutip dari buku Peribahasa Nusantara terbitan Kemendikbud dan sumber lainnya sebagai penyemangat.
1. Dima bumi dipijak, di sinan langik dijunjuang
Artinya: “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Maksudnya, seseorang harus bisa mengikuti, menghormati, atau menghargai adat istiadat di tempat tinggalnya. Ini dicerminkan melalui sikap hormat saat mengunjungi tempat di daerah lain.
2. Saari sahalai banang, lamo-lamo manjadi salai kain
Artinya: Sehari sehelai benang, lama kelamaan jadi sehelai kain.
Maksudnya, seseorang harus bersabar untuk mendapatkan keberhasilan. Jika melakukannya sedikit demi sedikit, suatu saat hasilnya akan terlihat.
3. Alam takambang jadi guru
Artinya: Alam terkembang dijadikan guru
Maksudnya, semua ciptaan Tuhan, termasuk alam, menyajikan banyak pelajaran yang dapat menjadi guru dalam menjalani kehidupan. Karena itu, alam harus dijaga agar selalu terawat dan tidak rusak.
4. Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai nan buruak samo dibuang
Artinya: Kebiasaan yang baik harus dipakai, dan kebiasaan yang buruk harus dibuang.
Maksudnya, agar dapat menjalani kehidupan yang tentram, seseorang harus membiasakan diri berbuat baik. Buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain.
5. Bungkuak saruweh tak takadang sangik hiduang tagang kaluan
Maknanya, orang yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan pendapat orang lain. Meskipun dirinya adalah pihak yang salah dan apa yang dinasihati kepadanya adalah hal yang benar.
6. Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati
Maknanya, jadilah orang yang bersikap tegas dan bijaksana, serta mampu menyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan.
7. Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi
Maknanya, pengetahuan hanya bisa didapat dengan berguru, sedangkan kemuliaan diperoleh dengan budi yang tinggi. Pepatah Minang ini bisa ditujukan kepada orang yang berilmu tinggi tapi tidak memiliki budi pekerti yang baik.
(ADS)
