Kumpulan Puisi Taufiq Ismail yang Sarat Akan Makna

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Taufiq Ismail merupakan salah satu penyair legendaris Indonesia. Puisinya banyak mengangkat tema perjuangan dan nasionalisme yang merefleksikan kondisi sosial pada masanya.
Meski begitu, ada juga puisi Taufik Ismail yang mengangkat tema tentang kehidupan dan cinta. Tema-tema tersebut membuat karyanya terasa begitu dekat dan relevan bagi berbagai kalangan pembaca.
Hingga kini, puisi Taufiq Ismail masih sering dibacakan dalam berbagai acara sastra dan kebudayaan. Simak artikel ini melihat kumpulan puisi Taufik Ismail!
Kumpulan Puisi Taufiq Ismail
Dihimpun dari buku Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-anak oleh Suyono Suyatno, dkk. dan Sajak-sajak Goenawan Mohamad dan Sajak-sajak Taufiq Ismail oleh Dami N. Toda, dkk., berikut kumpulan puisi Taufiq Ismail:
1. Dengan Puisi, Aku
Dengan puisi aku bernyanyi
Sampai senja umurku nanti
Dengan puisi aku bercinta
Berbatas cakrawala
Dengan puisi aku mengenang
Keabadian Yang Akan Datang
Dengan puisi aku menangis
Jarum waktu bila kejam mengiris
Dengan puisi aku mengutuk
Nafas zaman yang busuk
Dengan puisi aku berdoa
Perkenankanlah kiranya.
2. Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu
'Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi akak yang ditembak mati
Siang tadi.'
3. Depan Sekretariat Negara
Setelah korban diusung
Tergesa-gesa
Ke luar jalanan
Kami semua menyanyi
'Gugur bunga'
Perlahan-lahan
Prajurit ini
Membuka baretnya
Airmata tak tertahan
Di puncak Gayatri
Menunduklah bendera
Di belakangnya segumpal awan.
4. Seorang Tukang Rambutan Pada Istrinya
"Tadi siang ada yang mati,
Dan yang mengantar banyak sekali
Ya, Mahasiswa-mahasiswa itu, Anak-anak sekolah
Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!
Samapi bensin juga turun harganya
Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula
Mereka keehausan dalam panas bukan main
Terbakar muka di atas truk terbuka
Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu
Biarlah sepuluh ikat juga
Memang sudah rezeki mereka
Mereka berteriak-teriak kegirangan dan berebutan
Seperti anak-anak kecil
"Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan!"
Dan menyoraki saya. Betul bu, menyoraki saya
Dan ada yang turun dari truk, bu
Mengejar dan menyalami saya
"Hidup pak rambutan!" sorak mereka
Saya dipanggul dan diarak-arak sebentar
"Hidup pak rambutan!" sorak mereka
"Terima kasih, pak, terima kasih!
Bapak setuju kami, bukan?"
Saya mengangguk-angguk. Tak bisa bicara
"Doakan perjuangan kami, pak,"
Mereka naik truk kembali
Masih meneriakkan terima kasih mereka
"Hidup pak rambutan! Hidup rakyat!"
Saya tersedu, bu. Saya tersedua
Belum pernah seumur hidup
Orang berterima kasih begitu jujurnya
Pada orang kecil seperti kita.
5. Kutahu Kau Kembali Jua Anakku
Saudara-kandungku, pulang, tangannya merah
Kedua pundak landai tiada tulang selangka
Dia tegak goyah, pandangannya pada kami satu-satu
Aku tahu kau kembali jua anakku
Tiba-tiba dia roboh di halaman, dia kami papah
Ibu pun perlahan mengusapi dahinya tegar
Tanganku amis ibu, tanganku berdarah
Aku kembali jua anakku
Siang itu dia tergolek ibu, lekah perutnya
Aku tak membidiknya tapi tanganku bersimbah
Tunduk terbugkuk matanya sangat papa
Kami sama rebah, kupeluk dia di tanah
Kauketuk sendiri ambang dadamu anakku
Usapkan jemari sudah berdarah
Simpan laras bedil yang memerah
Kutahu kau kembali jua anakku
6. Menu Kafetaria Sabtu Pagi
Menu kafetaria Sabtu pagi:
Sepi.
Aku duduk dan minta segelas air es
Dalam hatiku namamu, dan kau tak ada
Orang-orang berbincang dan ketawa
Sebuah dunia oleng dalam kafe ini
Matahari jauh, suara-suara kendara riuh
Sebuah dunia oleh dalam sepi
Aku pun berdiri, menghadap pergi
Ada tiada, seperti terpandang jua
Ketika di luar memancar
Matahari pagi
7. Doa Si Kecil
Tuhan Yang Pemurah
Beri mama kasur tebal
Tuhan Yang Kaya
Belikan ayah pipa yang indah
Amin
Baca Juga: 10 Kumpulan Puisi Chairil Anwar dengan Berbagai Tema
(NSF)
